LET ME LOVE YOU BABY

LET ME LOVE YOU BABY
179 TIDAK ADA KATA ROMANTIS


__ADS_3

saat sudah berada di dalam mobil Aron, Aron lansung mengegas mobilnya untuk meninggalkan kampus. ya, tadi Aron sudah izin kepada dosen untuk pulang dgn alasan mengantarkan hazel pulang karena sakit dan pihak kampus pun mengizinkan karena hazel yg sangat mengenaskan dengan baju yg basah.


di dalam mobil hazel hanya diam sambil memeluk tubuhnya yang terasa sangat dingin.


"pake ."Aron mengambil jaketnya yg berada kursi belakang dan di berikan kepada hazel.


"makasih kak."ucap hazel,ia lansung memakai jaket yg di berikan oleh Aron kepadanya. hazel sangat kedinginan dan di tambah lagi AC mobil Aron yg menyala kencang, membuat nya semakin menggigil.


"kalo dingin matiin aja."ucap Aron tanpa menoleh ke arah hazel.


hazel Hanya tersenyum kikuk. "eeh gak usah kak gak papa kok."


Aron lansung saja mengecilkan AC mobilnya. "gini aja ribet."ucapnya.


hazel masih saja memandang wajah nya Aron, perkataan Aron yg mengakui nya sebagai pacar selalu terngiang di telinga hazel, ingin rasanya hazel menannyakan lansung ke Aron tapi hazel takut.


"kenapa?."tanya Aron


hazel yg tertangkap basah sedang memandang Aron lansung bersemu merah. "eeh gak papa hehe."jawab nya dgn cengiran bodoh.


Sekarang hazel sedang ambang kebingungan, ia ingin nanya langsung ke Aron tapi ia malu, jika tak ia tanya ia malah semakin penasaran. lalu dgn tekat yg kuat hazel memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Aron.


"kak."panggil Hazel


"hmmm."dehem Aron yg masih fokus pada jalan


"emm maksud kakak tadi yg bilang kalau aku milik kakak itu apa?." tanya hazel dgn gugup


"iya. "


hazel cengo mendengar jawaban dari Aron. "maksudnya iya kak?"


"Lo pacar gue sekarang."tlak, perkataan yg sepertinya tidak bisa di ganggu gugat lagi.


waktu seakan berhenti seiring dgn ucapan Aron barusan, semuanya terasa mimpi. hazel masih tidak percaya dengan pernyataan Aron barusan, apakah dia sedang bermimpi sekarang?.


hazel menepuk-nepuk pipinya berharap jika ini bukan mimpi.


"Lo gak mimpi."ucap Aron yg sudah memandang hazel


"kak ini bener kak Aron kan? kakak gak salah makan atau apa gitu?."


"enggak."


"kenapa kakak mau menjadi pacar aku? kakak nembak aku aja belum."ucap polos hazel


Aron terdiam, ia merutuki dirinya yg bodoh dgn seenaknya menyatakan bahwa hazel adalah pacarnya. tapi entah dorongan dari mana Aron bisa berkata seperti itu. ia tak ingin hazel dalam bahaya Karena Bianca.


"bukan itu yg Lo mau? mulai sekarang Lo miliki gue."


lagi-lagi hazel di buat terdiam oleh Aron, pipinya terasa panas. perkataan Aron barusan mampu mengobrak-abrik hatinya.


"i...iya kak"jawab hazel gugup, ingin sekali ia berteriak sekarang.


" gak usah salting."ucap Aron, hazel masih terdiam dan tersenyum.


"kak ini mobil siapa? kakak kan GK punya mobil?."


"Gabriel, tadi kakak pinjam." hazel hanya mengangguk mengerti.


...----------------...


"kok tadi kak Aron ngambil tas nya hazel ya"tanya Aurel


ya, memang tadi Aron sempat ke kelasnya hazel untuk mengambil dan mengizinkan hazel juga. teman temannya hazel banyak yg melontarkan perkataan tentang hazel, tentang mengapa Aron yg tiba-tiba ke kelas dan mengambil kan ras hazel.


"perasaan gw kok kgak enak ya?."kata Fera khawatir tentang hazel.


"hazel juga gk balik-balik, gw khawatir juga sama tu anak mana gak kasih kabar lagi di tambah lagi kak Aron mengambil tasnya."


" coba deh di telepon." Aurel pun mencoba menghubungi nomor nya hazel namun tidak aktif.


...****************...


"udah senyum-senyum nya?"tanya Aron yg sukses memecahkan lamunan hazel.


"eeeh kok_"


"dari tadi udah sampe."sengut Aron , sedari tadi hazel tak henti-hentinya senyum-senyum sampai ia tak sadar kalau mereka sudah di depan rumah.


"turun."


"iya-iya gak sabar banget deh pacar."Jawab hazel dgn cengiran bodoh. Aron hanya memutar bola matanya.


"yuk kak masuk." ucap hazel sambil membuka pintu rumahnya.


Aron melihat sekeliling rumah hazel, besar dan mewah. tapi rumah ini terlihat begitu sepi, apakah hazel tinggal sendirian? ah sepertinya tidak mungkin anak manja seperti hazel tinggal sendirian.


"biasa aja dong liatnya, rumah aku emang selalu sepi kaya gak ada kehidupan."


Aron hanya menaikkan alisnya sebelah menunggu hazel melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"mama sama papa jarang pulang, mereka sibuk banget sama perkejaan mereka, jadi cuma aku sama bibik yg di rumah. kalau pun mama papa pulang itupun udah tengah malam terus pagi buta mereka sudah pergi lagi, jadi jarang ketemu. sekali pun ketemu pasti yg ada cuma ribut."ucap hazel panjang lebar dgn raut wajah datar.


ternyata di balik keceriaannya selama ini Hanya untuk menutup rasa kesepian nya.


"udah ah aku mau bersihin badan aku dulu bau ne, kak Aron kebauan?"


"dari tadi gue nahan nafas."


"massa?"


"hmmm"


"duduk dulu kak, mau minum apa?"


"apa aja"


"air keran mau?"


"Lo aja yg minum."


hazel hanya terkekeh mendengar jawaban dari Aron. "katanya apa aja mau, gimana sih?"


hazel lansung menuju dapur menemui bik inem untuk meminta tolong membuat kan minum untuk Aron.


"bik."


"iya non."


"aku minta tolong buatin minum buat kak Aron."


"baik non akan bibik buatkan. " setelah itu hazel lansung menuju kamarnya di lantai atas.


"pacarnya non hazel ya den."tanya bik inem sambil membawa nampan berisi minuman dan cemilan untuk Aron.


Aron hanya tersenyum tipis untuk menjawab pertanyaan bik inem barusan. bik inem yg mengerti arti senyum Aron pun ikut bahagia juga, sudah lama sekali anak majikannya ini tak pernah membawa lelaki kerumahnya semenjak kejadian itu, kecuali Dev sahabatnya sedari kecil.


"di minum dulu den."


"iya bik makasih."


"sama-sama den. bibik kedapur dulu ya." pamit bik inem yg di balas anggukan oleh Aron.


15 menit sudah berlalu namun hazel tak kunjung turun kebawah. Aron sudah cukup merasa bosan sekarang, ia sangat tidak suka jika di suruh menunggu. akhirnya Aron mengambil handphone nya yg berada di dalam saku celananya, ia lansung membuka room chat dgn temannya.


Cogan mah bebas!!!!


Richard : bang Aron dimana kau berada?


Richard :kau menghilang begitu saja


Gabriel : jijik bangsat! jgn gitu chard gue adu'in Lo kepada Ranna biar di tinggalin tau rasa Lo


me : apaan sih


Gabriel :Lo di mana sekarang, kita tungguin gak balik-balik


(Aron tadi minjem mobilnya gabriel sebentar tapi gk bilang mau kemana dan Richard tidak tau itu)


Richard :kita dah nyariin dari tadi


me : kepo


Richard :dih jahat udah main rahasianya sekarang


me :Riel mobil Lo Nnti gue balikin yah


Gabriel :iya santai aja


Richard :Lo minjam mobil Gabriel kok gue gak tau?


Aron lansung menutup room chat bersama teman-temannya. hazel yg baru saja turun dari tangga dgn menggunakan baju santai lansung menghampiri Aron.


"di minum kak, kalo di liatin aja mah gak bakalan habis." seru hazel


"lama." dengus Aron


"maaf"


Aron memutar bola matanya Malas menangkapi perkataan hazel.


"gue pulang"pamit Aron.


"kok pulang sih?"


"serah gue "


"ihh udah jadi pacar masih aja ngeselin."gumam hazel yg masih bisa terdengar jelas oleh Aron.


"gue dengar."


hazel langsung menggaruk tengkuknya salah tingkah. "eeh dengar ya."

__ADS_1


"ya udah kalo mau pulang sana'. "


"ngusir?"tanya Aron


"eeh bukan gitu, tapi tadi katanya mau pulang yaudah."ucap hazel yg di balas anggukan oleh Aron.


Aron lansung keluar dari rumah besar itu dan di ikuti oleh hazel. "makasih ya kak kalau tadi gak ada kakak aku gak tau bakal jadi apa"


"kewajiban "


"kewajiban maksudnya?"tanya hazel tak mengerti


"gak."balas Aron yg lansung masuk ke dalam mobil, membuat hazel mendengus kesal. tak lama mobil Aron sudah keluar dari halaman rumah hazel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


flora masih di jam kuliahnya ia sangat fokus mendengar kan dosen muda di depan sana. Perry masuk kedalam kelas flora dgn diam-diam dan Perry lansung duduk tepat di belakang tempat flora duduk.


Perry menusuk punggungnya flora dgn pulpen di tangan nya.flora pun menoleh kebelakang siapa yg bersikap usil kepada nya.flora lansung memasang wajah kesel kepada Perry.


"mengapa kamu di sini? dan apa yg kamu lakukan?." tanya flora dgn kesal


"memberikan hatiku padamu."jawab Perry dgn tersenyum manis dan mengeluarkan kertas kecil yg sudah di lipat berbentuk hati.


flora memutar bola matanya malas mendengar jawaban Perry yg tak henti-hentinya mengganggu. flora pun meletakkan tas milik nya di atas meja yg Perry duduki.


"jangan menganggu jam pelajaran ku."ucap flora dan kembali fokus ke depan.


Perry mengintip melihat kearah flora karena terhalang oleh tas dan akhirnya Perry berhenti menganggu dan lebih Memilih diam dan menunggu jam kuliah flora selesai.


...----------------...


Jam kuliah flora baru saja selesai dan Perry masih saja mengikuti nya.flora akan pulang ke asrama namun Perry masih mengikuti nya di belakang. flora menghentikan langkahnya dan melihat kearah Perry.


"Perry, bisa kah jgn terus mengikuti gue?" tanya flora dgn kesal


"apa bagusnya guru itu?."tanya Perry tidak suka ."gue lihat mata Lo udah berbintik bintik lebih baik melihat gue."


"dosen Zidan itu tampan dan juga berbakat, dia juga baru balik dari Itali, dan kamu perry pandai dalam apa?."


"aku pandai dalam tampan dan kaya dan apa yg kamu sebut, aku ada!." ucap Perry dgn wajah bangga


"apa? oh iya,aku mau tanya, kamu suka aku dari sisi mana aku akan merubahnya."


Perry menunjuk jarinya ke arah flora."aku suka kamu karena..."perry menunjuk jarinya dari atas sampai bawah. "kamu jelek."ucap Perry menunjuk muka flora. flora menghela nafas panjang dan membuang muka kearah lain.


"kamu berbeda dari wanita cantik putih kaya lainnya "lanjut perry. Perry mencondongkan tubuhnya kearah flora dan flora reflek mundur kebelakang. "kamu luar biasa."lanjutnya


flora menyipitkan matanya. saat Perry menjauhkan tubuhnya flora lansung melayangkan pukulan nya kearah perry namun Perry lansung menghindar dan membuat flora terjauh karena tidak bisa mengimbangi tubuhnya.


"kamu masih perlu berlatih."ucap perry dgn nada mengejek. Perry mengulurkan tangannya tanpa melihat kearah flora. perry berharap flora menerima uluran tangannya tapi flora tidak memperdulikan uluran tangan Perry.


seorang datang dan menepis tangannya perry membuat Perry melihat kearah sang pelaku.


"singkirkan tangan busuk mu itu."ucap Gabriel kemudian ia lansung mengangkat tubuhnya flora, Gabriel memberi menatap tajam kearah perry kemudian melangkah pergi. Perry tidak bisa berkata ia hanya bisa diam melihat Gabriel membawa flora pergi.


Gabriel tidak mempedulikan tatapan siswa/siswi melihat kearah mereka. Gabriel mengendong flora sampai di depan asrama.


para cewek malah berkumpul karena melihat Gabriel mengendong flora. gabriel pun menurunkan flora.


"kenapa berpelukan di kampus? dan kalian bubar sana."ucap ibu pengurus asrama dgn galak dan semua orang pun bubar takut kena marah


flora melihat kearah Gabriel."pergilah,nanti malah di omelin."


"baiklah aku pergi dulu." setelah gabriel pergi flora langsung masuk ke dalam asrama.


...----------------...


malam harinya gabriel datang dgn membawa kotak yg sudah ia isi dgn bermacam obat-obatan di dalamnya. Gabriel terus mondar-mandir bagaimana cara nya dia memanggil flora tanpa pengetahuan ibu penjaga asrama,ia harus naik dan masuk ke kamarnya flora.


sedangkan flora di dalam sudah bersiap-siap untuk tidur. Gabriel mendapat tangga entah darimana ia menaiki tangga itu sampai ke lantai dua tempat flora berada.


flora yg mendengar sesuatu pun melangkah ke arah jendela.


"Gabriel... kamu kok-" Gabriel menyerahkan kotak segi empat kepada flora.


"ambil ini, aku datang cuma mengantar ini kok."


"hmm Terima kasih."ucap flora sambil menerima kotak tersebut


"kamu harus tau untuk menjadi istri ku kamu tidak di izinkan terluka harus pandai menjaga diri, jgn seperti tadi. apa tadi ada yg terluka?."


flora menggelengkan kepalanya."tidak ada kok, kamu kenapa pake acara manjat ke sini?kan bisa menelpon dan menyuruh ku turun kebawah." tanya flora saat melihat tangga di bawah sana


"kalo aku menelpon aku cuma bisa melihat kamu sebentar sayang, ibu asrama terlalu galak terlalu waspada terhadap anak laki-laki yg datang. mendekat pun susah ahh sungguh menyebalkan."ucap Gabriel mengerucutkan bibirnya gemes


flora mengusap kepala sang kekasih dgn gemes."jgn cemberut gitu mukanya, besok kan bisa ketemu lagi sekarang pulang yah, udah jam tidur sekarang."ucap flora sambil menunjuk jam Beker di atas mejanya dekat ranjang nya sudah menunjuki jam 11 malam.


"baiklah aku akan pulang sekarang tapi beri aku ciuman di pipi dulu, janji." flora mendekat dan lansung mencium pipi Gabriel dgn wajah merah karena malu.


Gabriel tersenyum senang karena mendapatkan ciuman meskipun di pipi." aku pulang dulu sayang bye-bye -cup." setelah mencuri kecupan di pipi flora gabriel lansung turun ke bawah sebelum ia ketahuan nanti sama ibu penjaga asrama.

__ADS_1


"dasar." flora pun menutup kembali pintu jendela dan bergegas menuju ranjang untuk beristirahat karena hari ini ia cukup melelahkan bagi dirinya.


__ADS_2