
flora baru saja selesai mandi dan Menganti pakaian nya dgn piyama.flora duduk di sisi ranjang sambil mengeringkan rambutnya, matanya tak sengaja tertuju kearah Hoodie milik nya gabriel.
" astaghfirullah, gw lupa mengembalikan Hoodie nya Gabriel." gue langsung mengusap wajah gw dgn kasar, bisa-bisanya gue lupa,emang bodoh.
"besok aja gue kembalikan tu Hoodie." setelah mengeringkan rambutnya flora lansung mengambil laptop nya dan mengerjakan tugas sekolah nya.
baru 10 menit otak flora kembali kacau mengingat perjanjian nya bersama Gabriel saat di pantai tadi.
"apa gue udah melakukan yg bener?tapi kalo sampai ketahuan nanti gimana? kedua orang tuanya Gabriel pasti bakalan marah Banget sama gue yg udah berani bohongin mereka.
"kalo gue ngk bantuin Gabriel, kasihan juga dia.dia selalu baik sama gue dan selalu menghibur gue, apalagi di saat gue kehilangan papa,dia yg selalu ada di sisi gw. dan gue gak pernah bantuin dia sedikit pun.
"siapa suruh ngeselin, gangguin gw terus.bismillah semoga semua berjalan dgn baik sampai akhir, amin." setelah meyakinkan diri nya flora kembali mengerjakan tugas sekolah nya.
Di Gagnant cafe [kafe Ricardo]
"akhirnya gue mengikuti ide konyol Lo juga,ah gini amat hidup gue."ucap Gabriel kepada Richard kemudian ia memakan kue yg di hidangkan oleh Ricard untuk dirinya.
Aron yg baru saja selesai dgn tugasnya lansung menghampiri kedua sahabatnya dan ambil duduk di sebelah Gabriel.
"cuma itu tinggal nya cara, mau gimana lagi coba.ini tuh ya salah Lo sendiri kenapa gak mencari pacar selama ini?malah menghabiskan waktu mengganggu flora." Ricard lansung menyalahkan Gabriel. "makanya udah pake flora aja jadi pacar Lo untuk sementara."ujar Richard namun di abaikan oleh Gabriel.
selama ini Gabriel emang selalu menghabiskan waktu nya bersama flora, menganggu flora. bukan memanfaatkan waktu untuk mencari pacar untuk di kenalkan kepada kedua orang tuanya nanti.pada akhirnya malah menjadikan flora sebagai pacar bohongan nya.padahal dia tidak suka berbohong kepada kedua orang tuanya apalagi sama mommy nya.
" atau selama ini Lo nunggu mantan Lo balik dan Lo bisa bersama dia lagi?." ucapannya asal tebak saja. Ricard berhasil membuat Gabriel melirik kearah nya dgn tatap tajam.bisa-bisanya otak Ricard berpikir seperti itu.
__ADS_1
"kenapa jadi bawa mantan, mantan gue kgak ada hubungannya dgn ini semua.dan siapa juga yg menunggu mantan untuk Balikan! ." Gabriel menekan kata Balikan supaya Richard sadar kalo dirinya tidak mengharapkan akan balikan sama mantan nya apa lagi yg pernah menyakiti hati nya dulu.hampir semua sih.
" ya siapa tau kan Lo masih menyukai mantan pertama Lo waktu di sekolah menengah dulu.yg di rebut oleh cowok yg pernah berteman dengan kita selama setahun setelah itu udah kayak musuh aja."
"jgn mengungkitnya, membuat ***** makan gue hilang aja. "jawab gue kesal dan tidak suka.kenapa sih Ricard malah ngunggkit Masa lalu, sialan emang.
"haha...mengenang masa lalu itu kan indah,Aron kan tidak pernah mendengar kisah cinta masa lalu Lo. dia cuma tau mantan lu yg bernama Selly dan Monica selebih itu ngak tau lagi."ujar Richard sambari melirik kearah Aron yg hanya diam memperhatikan kedua sahabatnya yg tengah membahas masa lalu.
"Ricard ngak boleh gitu,gue ngak se'kepo itu juga ingin mengetahui masa lalu seorang.gabriel kan sudah melupakan nya jadi jgn di ungkit lagi."Jawab Aron mencoba untuk menghentikan Ricard untuk bercerita tentang masa lalu Gabriel.
entah mengapa Ricard sangat tertarik untuk mengungkit masa lalu temannya dan ingin membuat Gabriel kesal.teman sialan kan.
"dengerin noh yg di bilang Aron,hargain juga perasaan gue.masa lalu yg harus di ingat itu Masa lalu yg indah bukan yg menyakitkan. "jelas Gabriel kepada Richard Detik kemudian ia sadar akan sesuatu.
"tapi...yg nama nya masa lalu ngak perlu di ingat lagi,kita itu ngak boleh menoleh ke belakang,harus melihat ke depan. jadi lupain yg lalu pikirkan yg akan datang dan buat hidup ini berarti dan penuh warna jgn tengelam dalam satu warna[kegelapan masa lalu]."
" iya...iyaa...jadi mulai dari kapan kalian akan memulai hubungan?."kali ini Ricard serius nanya
"itu anak bahaya nanti bakalan terbongkar kalo sampai dia tau dan hidup gue bakalan mampus dalam sekejap gara ulah dia. " ucap Gabriel waspada kepada kedua sahabatnya, terkadang mereka suka berkhianat.gabriel kemudian menatap kearah Aron.
" Aron jgn sampai bocor yah,kalo pun Lo di paksa untuk jujur sama keby suatu saat nanti kalo dia udah mulai curiga, jgn mau yah ini tentang hidup dan mati gw.sayang gue kan? jadi tolong rahasia kan ini semua. "
" tenang aja,gak mungkin gue bocor kan dgn semudah itu dan gue mikir lu juga."
"eeeh Gabriel Lo ngmong udah kayak bakalan lama menjadikan flora pacar bohongan Lo aja,mau sampai berapa bulan sih?" tanya Richard dgn nada kepo nya
dgn mudahnya Gabriel menjawab pertanyaan nya Ricard dgn kata RAHASIA. Ricard lansung memasang wajah kesel sama Gabriel.
"serah lu dah!, meskipun begitu Lo harus tetap waspada sama gue.jgn sampe gue tau nanti Lo masuk kedalam permainan Lo sendiri "
__ADS_1
"urusan gue jgn ikut campur,yg jalani gw, Lo urus aja hubungan Lo sama Ranna jgn sampe gue ngetawain Lo karna gagal dapetin Ranna. semua pacar Lo udah Lo putus kan semua kan?. "
" iya udah kok kemaren. "jawab Richard
" jadi mulai sekarang lo fokus aja sama satu cewek jgn banyak-banyak lagi. si Ranna itu capek ngadepin cowok kaya Lo,makan janji Mulu."
" Gabriel bisa diam tidak! kamu itu ngak ada bedanya sama gue."
"kalian berdua berisik, sama buaya. gue mau beresin meja dulu, saatnya tutup."Aron lansung meninggalkan mereka berdua dan membantu karyawan yg lain. Ricard melirik jam di dinding teryata sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam.
Gabriel pun memutuskan untuk pulang lebih dulu, males menunggu teman nya sampai selesai.
" bos kita pulang dulu yah." ucap mereka berempat kepada Richard selaku bos mereka di kafe
" iya,kalian pulang nya hati-hati yah."jawab Richard kepada karyawannya
" Aron kita pulang dulu!. "teriak mereka barengan.aron yg lagi mengunci pintu kafe lansung menoleh kearah teman-temannya
" iya kalian pulang nya hati-hati,sampai ketemu besok."
Aron berjalan mendekati Ricard.
"ayo pulang. "Aron menepuk pundaknya Ricard kemudian ia lansung naik keatas motor nya. begitu pula dengan Ricard lansung masuk kedalam mobilnya dan pulang.
shift pagi
[Bagas] [Iyan] [Rini] [Elsa]
shift malam
__ADS_1
[Aron] [Evan] [Bella] [Lia]
{kalo nanti lupa nama karyawan kan bisa di lihat ulang.soal nya gw dh lupa,apa udh gw bhas apa blum tntang bawahannya Ricard,tentang status yg berkerja di situ. skip aja,tdk terlalu penting. maaf ngk bisa up tiap hari, bila wktu senggang aja gw nulis.}