LET ME LOVE YOU BABY

LET ME LOVE YOU BABY
169 berbaikan x resmi bersama


__ADS_3

Bayu merasa senang karena telah menyelesaikan kesalahpahaman antara dia dan Gabriel dan mereka kembali berteman. namun Bayu harus kembali ke Rusia lagi untuk menyelesaikan kuliahnya di sana.


malam harinya Gabriel sudah menyiapkan semuanya.ia akan membawa hubungan yg serius bersama flora.


Gabriel akan mengunakan kafe Ricard untuk penyataan cintanya hari ini dan di bantu oleh para teman nya dan juga teman nya flora.


...****************...


pukul setengah delapan flora datang ke kafe tersebut sesuai dengan pesan yg di kirimkan oleh hazel kepadanya.


hazel membohongi flora mengatakan bahwa mereka akan memberi kejutan buat Aron yg berulang tahun hari ini, karena flora tidak tau kapan ulang tahun Aron jadi dia percaya aja gitu dgn hazel kan hazel bucin dgn Aron pasti tau tentang pria pujaan nya itu.


flora sudah berada di depan pintu masuk namun di dalam kelihatan gelap karena Lampu di matiin hanya ada cahaya lilin yg menyala di dalam kafe.


flora masuk kedalam matanya menatap kagum dgn isi ruangan itu dan balon lepas dgn bebas di udara dan dinding kafe di hias dgn lampu berwarna putih dan kuning keemasan ia melihat sisi kiri dan kanannya sudah di taburi dengan kelopak bunga mawar merah bercampur mawar putih.


"gue harus jalan di mana? kiri kanan sudah di taburi bunga, tidak mungkin gue menginjaknya.tapi mereka semua ada di mana?kok sepi kyak ngak ada orang." flora bertanya kepada dirinya sendiri


karena tidak ada pilihan flora pun berjalan di tengah lilin yg emng di sengaja kan di buat jalan. flora menatap lilin tersusun rapi di sisi kiri dan kanannya sampai ke tengah kafe.


flora terus berjalan....


"kak udah siap belum? flora bentar lagi sampai di tengah nih." tanya keby sambil melihat ke arah sang kakak yg sudah rapi dgn kotak kecil segi empat di tangan nya.


"ada satu lagi yg lupa kakak ipar bawa, nih." Reyhan menyerahkan sepaket bunga mawar merah dan di terima oleh Gabriel dgn senyum manis di bibirnya dan tidak lupa ia berterima kasih kepada calon adik iparnya itu.


flora menghentikan langkahnya saat sampai di tengah lilin yg melingkar berbentuk hati dan di sana juga ada kelopak bunga mawar merah dan putih yg di susun berbentuk hati ❤️ di tengah-tengahnya.


[paham ngk sih? mksd nya itu]


"hazel begitu mencintai kak Aron sampai rela merencanakan ini semua,tapi aku tidak menyangka dia punya ide seperti ini."gumam flora dgn tersenyum. flora meraih ponselnya dari tas yg ia bawa ia akan menghubungi hazel dan menanyakan keberadaan nya.


flora mendengar suara langkah dari belakang menuju ke arah nya. ia yakin itu hazel yg datang menjemput nya, sebelum flora membalikkan tubuhnya Gabriel sudah lebih dulu berlutut dgn satu kaki yg menyentuh lantai.


flora dgn refleks menutup mulutnya karena terkejut melihat Gabriel yg sedang berlutut di depannya dgn menyodorkan sebuah cincin bermata biru di depannya.


" ini ada apaan sih? di mana yg lain dan ini apa maksudnya?." tanya flora. wajahnya sangat bingung. bukannya Aron yg berulang tahun dan memberikan kejutan kepadanya kenapa jadi Gabriel dan bahkan pake acara berlutut dan memberikan nya cincin.belum lagi bunga di sisi kakinya Gabriel.


"Jangan berlutut terus ayo berdiri,apa ngak sakit lututnya?."tanya flora. ia mencoba melihat sekeliling namun belum melihat orang lain selain dirinya dan gabriel.


Gabriel pun lansung berdiri. Gabriel meraih tangan nya flora membuat flora melihat kearah dirinya.


"gue mau ngomong sesuatu yg penting."


jantung flora berdebar tak menentu saat menatap wajah Gabriel yg serius.

__ADS_1


"ngomong aja,tapi ngk usah Pegang tangan gue juga."ucap flora gugup flora berusaha menenangkan hatinya.namun Gabriel tidak melepaskan tangannya tapi malah mengerat Kan nya ia tidak ingin melepas tangan itu dari genggaman tangannya saat ini.


Gabriel menghirup udara dalam dalam dan membuangnya kasar. ia semakin tidak bisa mengontrol perasaannya ia ingin cepat menyelesaikan ini semua.


puluhan kali Gabriel berdoa di dalam hatinya ia berharap perasaan nya di bales dan tidak berakhir dengan cinta bertepuk sebelah tangan.


"flora...."Gabriel menelan ludahnya kasar ia mengerutuk dirinya sendiri."sial ni jantung, biasanya tidak sampai segugup ini saat menyatakan cinta di masa lalu.kenapa sekarang sangat susah untuk di ucapkan,jgn memalukan diri sendiri oke." ucap batinnya Gabriel


Gabriel harus serius ia tidak boleh gugup di depan flora.


"gue Gabriel amanuel Winara hari ini menyatakan.flora gue cinta sama Lo dan gue ingin menjalani hubungan yg serius dgn lo.lo mau kan menerima cinta gue?." ucap Gabriel secepat kilat setelah itu ia melepas nafas lega ia berhasil mengutarakan apa yg ingin dia katakan.


flora menerjam matanya beberapa kali.apa ia bermimpi? pasti pendengaranya salah,mana mungkin Gabriel menyatakan cinta kepada nya. flora menampar kedua sisi wajah nya Pelan agar ia cepat bangun dari tidurnya.


Gabriel yg melihat flora hanya diam bahkan mengabaikan nya membuat ia berpikir yg tidak-tidak.


"apa gue di tolak? makanya Lo diam dgn pertanyaan gue barusan?."tanya Gabriel dgn raut wajah kecewa.ia gagal


Tim yg bersembunyi hanya diam di tempat tidak ada yg berani keluar saat ini.


"sahabat mu jadi sadboy Ron ."ucap Richard yg masih setia melihat kearah Gabriel dan flora


"diam dulu,ini belum berakhir."jawab Aron


Reyhan yg melihat flora masih asik menampar wajahnya langsung berkata.


"temanmu juga itu,flora itu masih kaget dgn perkataan kak Gabriel,dia masih asik dgn menyadarkan dirinya yg berpikir kalo itu cuma sebuah mimpi."


flora tidak merasakan apa-apa,ia menampar wajahnya cukup kuat. "ahhh sakit."ucap flora sambil mengelus pipinya yg terasa sakit oleh ulah nya sendiri


"flora kamu ngak papa? kenapa menampar wajahmu sendiri?kau bodohnya" tanya Gabriel dgn tatapan khawatir. Gabriel menyentuh pipi flora yg sakit itu.


"ini nyata dan gue ngak mimpi." gumamnya


dgn lancang nya butiran bening jatuh begitu saja tanpa permisi terlebih dahulu.


hatinya merasa sangat bahagia dgn ini semua ia selalu berpikir kalo perasaan nya untuk Gabriel itu tidak pantas dan layak, mereka itu di dunia yg berbeda sesuatu yg sulit flora gapai.


flora selalu menyadari dirinya sendiri agar tidak terlalu jauh menyukai Gabriel namun hati kecilnya tidak bisa menerima itu semua malah semakin menyukai pria yg berstatus pacar sementara nya, seharusnya itu tidak boleh terjadi.perasaan itu datang dgn sendirinya Tampa ia minta.


"kenapa kamu malah menangis?apa aku berbuat salah?jgn membuat aku cemas,kalo karena penyataan ku barusan membuat kamu seperti ini aku minta maaf,aku tidak akan memaksamu untuk menerima cintaku kok.kamu tenang aja aku akan menjaga jarak dgn mu mulai dari sekarang."Gabriel tak ingin melihat wanita yg ia cintai menangis,apalagi itu karena dirinya.


flora menggeleng dan ia lansung memeluk tubuh nya Gabriel cukup erat dan mengelam kan wajahnya di dada bidang nya Gabriel.


." bukan itu yg aku inginkan, aku juga mencintaimu aku tidak tau itu sejak kapan dan aku menyadari itu perasaan itu beberapa hari belakangan ini jadi tolong jgn pergi dan melupakan aku."

__ADS_1


senyuman terukir manis di bibirnya Gabriel. Gabriel mengusap kepala nya flora dgn penuh kasih sayang.


"jadi kamu menerima aku?."flora mengangguk kan kepala nya tanda ia setuju


"terima kasih flora.aku janji tidak akan pernah meninggalkan kamu kita akan selalu bersama.aku akan pergi bila kamu sendiri yg menyuruhku pergi. aku benar mencintai kamu flora."Gabriel memeluk tubuh flora ia sangat bahagia saat ini.


"kak Aron kita kapan menyusul mereka?" tanya hazel entah sejak kapan ia sudah berdiri di samping nya Aron


"mungkin tidak akan pernah."jawab Aron dgn wajah datarnya Tanpa sedikit pun menoleh kearah hazel yg sudah memasang wajah cemberut.


"kak Aron mah gitu, cinta aku itu besar tau buat kak Aron masa ngak merasakan sih."hazel kesal karena Aron tidak pernah melirik kearah dirinya apa dirinya terlalu jelek untuk dirinya?


"udah hazel, ahhh kamu ini ayo sini."Rey menarik tangan hazel menjauhkan sang teman dari senior nya.


"udah jgn cemberut gitu,hari bahagia flora sekarang."ucap Rey. "nanti terserah kamu mau gimana sama kak Aron. "Rey berbisik kepada hazel


dan mereka semua pun keluar dari tempat persembunyian dan mendekati Gabriel dan flora yg dimana Gabriel yg tengah memasang cincin di jari manisnya flora.sebelum itu mereka menyalakan lampu terlebih dahulu biar kelihatan jelas.


"kamu sekarang tunangan aku,paham?."


"iya paham."


"ini cincin jgn pernah di lepas, pake terus di manapun pokoknya ngk blh di lepasin meskipun sedang mandi."


flora hanya bisa mengiyakan perkataan Gabriel kalo tidak nanti makin panjang ngebacot nya.


" selamat yah flora sayang,semoga kamu bahagia terus bersama kak Gabriel.sekarang udah resmikan tunangan."ucap hazel dan memeluk flora


"selamat yah kakak, sekarang udah ada yg jagain dan tanggung jawab udah besar loh sama flora."


"iya adik ku....sekarang flora itu udah jadi tunangan kakak jadi kamu harus sopan memanggil nya mulai dari sekarang."


"tau kok,Rey aku dah lapar." rengek keby kepada pacarnya ia sudah menahannya dari tadi.


"minta ke Abang kamu by..jgn ke aku,


kan acara dia dan yg menyiapkan semuanya juga dua orang itu."Reyhan melirik kearah Aron dan Ricard


akhirnya keby meminta kepada sang kakak untuk makan malam yg seharusnya jam 7 tadi dan ini udah lewat dari jam makan.


mereka semua pun duduk di meja yg sudah di sediakan.mereka makan dgn tenang. Gabriel dan flora di suruh sama Ricard duduk di meja panjang depan dekat jendela.sedangkan keby bersama Reyhan karena hazel tak ingin menganggu teman nya yg juga butuh waktu berdua dgn pacarnya, jadi ia bergabung bersama Aron dan Ricard.


cuma bisa bikin gitu...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


[bersambung]


__ADS_2