
tak lama kemudian kiara pun sadar kiara melihat sekeliling kamar nya
"non kiara..." ucap surti yg menjaga kiara dari tadi kiara pun menoleh kearah surti
"apa yg terjadi sama aku bik kok aku bisa ada di kamar. "surti pun menceritakan kejadian siang tadi sama kiara
"bik aku pengen minum bisa kah bibi ambil kan aku air. "ucap kiara sembari duduk kiara pun menyandar kan tubuh nya di sisi ranjang bik surti pun turun kebawah untuk mengambil air minum untuk kiara setelah mengambil air surti hendak kembali kekamar nya kiara.
"apa kiara sudah sadar bik." tanya angga kepada pembantu nya itu
"udah tuan non kiara baru sadar barusan, dan ini saya mau mengantar air minum untuk non kiara."
"baiklah..tolong sampai kan sama kiara suruh dia menemui saya di ruang baca."
"baik tuan ."surti pun pergi kekamar nya kiara sesampai di kamar surti memberi air itu sama kiara surti pun duduk di samping nya kiara.
"non tuan menyuruh non menemui nya di ruang baca."
"papa udah pulang?kapan? kok papa ngak kesini aja kenapa menyuruh aku menemui nya di ruang baca, apa papa mengata kan sesuatu sama bibi." tanya kiara dgn bingung ngk biasa nya papa nya menyuruh diri nya keruang baca kalo tidak ada hal yg penting di omongin.
"tuan pulang tadi siang waktu non pingsan,tuan tidak mengata kan apa2 sama bibik, cuma menyuruh non menemui nya di ruang baca. "jelas surti kpd kiara
"baiklah aku akan menemui papa ."kiara pun turun dari ranjang nya kiara pun pergi ke ruang baca untuk menemui papa nya sesampai di depan pintu kiara pun mengetuk pintu terlebih dulu tok...tok..
"pa...ini aku." ucap kiara dari luar.
"masuk aja ." kreek kiara pun masuk keruangan itu dan melihat mama dan adik tiri nya juga ada di dalam ruang tersebut. kiara pun berjalan kearah papa nya
"kenapa papa menatap ku seperti itu seperti ingin membunuh ku saja, wajah papa seperti orang lagi menahan amarah tapi papa marah sama siapa?dan knp mama dan raisa di sini juga, ada hal penting apa sampai2 semua nya ada di sini." batin nya kiara.
__ADS_1
ia merasa heran dgn ttpan papa nya kali ini kepada diri nya.kiara pun duduk berhadapan sama papa dan mama nya.
"ada apa pah...menyuruh kiara datang kesini?." tanya kiara kpd angga,angga membuang nafas panjang dan menatap kearah kiara angga pun meletakan kertas hasil pemeriksaan kiara siang tadi.
"jelas kan sama papa. "kiara pun mengambil kertas tersebut dan melihat isi dalam kertas itu mata kiara pun melotot saat melihat hasil tersebut.
"i..ini tidak mungkin." ucap kiara tdk percaya dgn gugup dan menatap kearah sang papa dgn mata sudah berkaca-kaca
"apa nya yg tidak mungkin dan itu hasil dari pemeriksaan kamu siang tadi KATA KAN SAMA PAPA SIAPA AYAH DARI ANAK KAMU....!" bentak angga kpd kiara,kiara pun terkejut saat angga membentak diri nya ini pertama kali nya kiara melihat papa nya marah dan juga membentak diri nya.
"aku...aku tidak tau pa..." ucap kiara dgn air mata udah bergelimang. kiara benar2 bingung dgn situasi saat ini
"apa kamu tau...kamu sudah mengecewakan papa,papa sangat kecewa sama kamu! dan kamu juga membuat malu keluarga kita kalo sampai orang lain tau mau di tarok di mana muka papa hah!...apa lagi teman2 papa mereka akan memandang rendah kepada keluarga kita..papa sungguh tidak menyangka sama kamu. apa uang yg papa kasih sama kamu tidak cukup sampai kamu melaku kan hal yg hina seperti itu (menjual diri)." ucap angga dgn emosi
"maaf kan kiara pa...kiara benar tidak tau kiara bahkan tidak ingat apa2 kiara sangat bingung dgn ini semua dan kiara tidak pernah melaku kan hal yg hina seperti itu. papa harus percaya sama kiara2 tidak pernah berbohong sama papa kiara tidak melaku kan itu pa." ucap kiara mencoba membela diri nya.
"papa akan memaaf kan kamu tapi....kamu harus mengugur kan kandungan kamu. "
"ngak bisa sayang ini akan membuat keluarga kita malu nanti nya apa kamu ngk ingat apa kata dokter tentang ingatan kiara, kita harus mengugur kan bayi nya sebelum tersebar keluar apa kamu sanggup menahan rasa malu ini semua." tanya angga kepada istri nya
"kiara kamu harus mengugur kan kandungan kamu titik!.." ucap angga tegas dgn pendirian nya.
"ngak!...kiara ngak mau anak ini ngak bersalah pa ."tolak kiara kpd angga
"walau pun aku tidak ingat apa yg terjadi sebelum nya dan walau pun aku tidak tau siapa ayah dari bayi ku, tapi ttp saja dia tidak bersalah aku tidak akan mengugur kan nya bagai mana pun juga dia adalah anak ku darah daging ku aku akan melindungi nya bagai mana pun cara nya maaf kan aku pa..bukan aku bermaksud membantah perkataan mu." batin nya kiara
"kamu berani membantah kata papa sekarang hah!. " sembari memukul meja di depan nya dgn kuat membuat kiara kaget.
"maaf pa bukan kiara mau membantah perkataan papa tapi kiara tidak ingin membunuh anak dalam kandungan kiara, itu sama saja kiara menjadi orang pembunuh pa." ucap kiara ttp tdk ingin mengugurkan bayi dalam kandungan nya.
__ADS_1
"dasar bodoh dgn kamu membela anak yg tidak tau asal usul nya kamu akan di keluar kan dari rumah ini dan di hapus dari keluarga. kamu bahkan tidak ingat wajah laki2 yg tidur bersama kamu sungguh kasihan, ini yg selama ini aku tunggu aku akan menjadi satu2 nya putri di keluarga adipati." batin nya raisa, raisa tersenyum bahagia melihat kiara tersiksa seperti sekarang apa lagi di marahi sama papa tersayang nya,angga mengusap wajah nya dgn kasar menahan rasa amarah supaya tidak memukul putri nya angga menatap geram kepada kiara yg tidak mau mengugur kandungan nya.
"hwuuuuu...baiklah kalo kamu tidak mau mengugur kan kandungan kamu papa kasih kamu dua pilihan." ucap angga karna tdk ada jalan lagi selain dua pilihan itu.
"mas...jgn seperti ini. " ujar maya menghentikan niat suami nya itu. dan maya pun melihat kearah kiara." sayang kamu turuti keinginan papa kamu yaaaa jgn membuat dia marah lagi yaaa." ucap maya dgn lembut penuh dgn sandiwara.
"maaf ma...untuk mengugur kan bayi ini aku benar2 tidak bisa karna bayi ini tidak bersalah walau pun aku tidak ingat kejadian itu walau pun aku tidak ingat wajah pria yg bersama ku, aku ttp tidak akan mengugur kan bayi ini aku pasti akan mengingat semua nya suatu saat nanti jadi aku mohon pa jgn mengugur kan kandungan ku." ucap nya memohon agar papa nya memberi nya harapan.
"apa kamu tidak malu hah mengandung di luar nikah! bahkan kamu tidak bisa mengingat wajah laki2 yg itu!,terlebih lagi papa tidak mengingin kan bayi ini menjadi cucu papa!, kalo kamu tidak mau mengugur kan nya pilih dua pilihan ini papa tidak mau tau lagi. pertama gugur kan bayi itu,ke dua pergi dari rumah ini dan nama kamu papa hapus dari keluarga adipati dan kamu bukan putri papa lagi." kiara benar2 tidak menyangka papa nya akan membuat pilihan seperti itu kepada diri nya kedua nya sangat sulit untuk di pilih tapi kiara menyakin kan diri nya yg ttp melindungi bayi di dalam kandungan nya itu.
"sayang gugur kan saja bayi itu dan kamu akan ttp tinggal di rumah ini dan papa kamu akan memaaf kan kesalahan kamu lagian kamu tidak ingat wajah pria itu jgn membuat keluarga kita malu sayang." ucap maya dgn lembut
"benar kak gugur kan saja, pria itu juga tidak mau bertangung jawab buat apa juga kakak mempertahan kan bayi ini lebih baik gugur kan saja jgn membuat malu keluarga kak jgn membuat masalah lebih banyak lagi kak, papa juga sudah tau sikap kakak di belakang seperti apa. "kiara pun menatap kearah raisa dgn bingung apa maksud dari perkataan nya raisa.
"apa maksud mu berkata seperti itu, apa yg aku lalukan di belakang papa, kamu jgn memfitnah ku raisa." ucap kiara dgn kesal
"siapa yg mempitnah kakak emang kenyataan nya seperti itu kakak selalu bersama laki2 pergi ke club malam saat papa pergi keluar kota dan kakak juga sering memaksa aku mengerja kan tugas kakak di kampus dan kakak sering mempermalu kan aku di depan teman2 kakak." ucap Raisa dgn sedih
"cukup...!aku tidak pernah melaku kan itu semua.kamu yg selalu memaksa aku mengerja kan tugas kampus kamu dan kamu selalu memerintah aku saat papa tidak ada di rumah...! "ucap kiara dgn amarah menatap tajam kepada raisa
"cukup kiara....jgn melibat kan kesalahan kamu sama orang lain." ucap angga
"pah...yg aku kata kan emang benar aku tidak bersalah aku berani bersumpah kalo aku tidak melaku kan itu semua kenapa papa tidak mau percaya sama aku.aku anak mu pa...bukan dia, dia cuma anak tiri dan papa lebih tau semua tentang ku, bukan membela nya aku yg jadi korban di sini pah."
"CUKUP KIARA...!sudah ketahuan bersalah masih tidak mau mengaku cepat kata kan pilihan kamu jgn membuat papa menunggu lama...."
"baiklah....karna papa tidak mempercayain ku lagi aku lebih memilih pergi dari rumah ini dari pada membunuh bayi ku sendiri lagian papa juga tidak mempercayai ku apa guna nya aku ttp tinggal. aku pasti akan mendapat kan ingatan ku dan aku pasti akan menemukan siapa ayah bayi ini dan aku akan meminta dia bertangung jawab kepada ku dan untuk papa terima kasih sudah menjadi papa yg hebat untuk aku dan maaf juga aku sudah membuat papa kecewa aku harap papa sehat selalu jaga diri papa baik2 aku pergi dulu." kiara pun bangkit dari duduk nya dan melangkah kearah pintu, ia benar2 kecewa dgn papa nya yg lebih memilih percaya dgn orang luar daripada diri nya putri kandungan nya sendiri.
"apa kamu sudah yakin dgn keputusan kamu ini? cuma ingin melindungi bayi itu kamu rela meninggal kan keluarga kamu, dgn kamu pergi dari rumah ini kamu pikir kamu bisa menghidupi nya dgn baik apa lagi tampa seorang suami, papa tidak yakin kamu bisa hidup tampa keluarga adipati." ucap angga kpd kiara,kiara pun menoleh kebelakang kemudian tersenyum.
__ADS_1
"aku sudah yakin pa, aku pasti bisa menghidupi diri ku dan juga calon anak ku, akan aku bukti kan sama papa aku akan hidup bahagia tampa keluarga adipati dan aku tidak akan menyesali keputusan ku ini selamat tinggal pa ."kiara pun kekuar dari ruangan tersebut dan lansung pergi kekamar nya untuk mengemasi semua barang2 yg akan ia bawa nanti."
maaf ya aku kurang bisa bikin orang marah harap di maklumin