Liontin Untuk Sang Queen

Liontin Untuk Sang Queen
23. Pengorbanan Penuh Drama


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba, dimana Sandy udah bersiap menjalani sidang akhir skripsi. Ia sengaja berangkat lebih pagi karena menjemput Allea dulu. Kebetulan Allea juga kuliah pagi dan selesai kelas kuliah Allea akan menunggu Sandy sampai selesai. Allea gak sabar ingin jadi yang pertama tau hasilnya. Ia pun berjalan ke lokernya untuk mengambil buku sebelum menuju kelas. Setelah dapat buku yang ia butuhkan ia menutup pintu loker dan terkaget sudah ada muka Andre dibaliknya.


"Waa...!!"


"Andree...ih, ngagetin aj sih!" gerutu Allea. Andre cengengesan.


"Sorry...nih buat kamu" kata Andre menyodorkan plastik berisi dus panjang.


"Apa nih?"


"Yang aq janjiin kapan itu.." jawab Andre. Allea mengernyit lalu buru-buru membukanya. Ternyata sneakers cantik warna pink kombinasi navy. Allea tersenyum menghela nafas.


"Dipake ya, semoga muat di kamu..soalnya kemarin cuma pake patokan dari Nayla aja, katanya size kamu 37 kan?" lanjut Andre tersenyum memperlihatkan lesung pipi kirinya.


"Kamu koq seriusan sih, kemarin aku cuma bercanda...gak perlu repot-repot lah.."


"Tapi aku gak bercanda, udah gak papa ,Nayla sama Rania juga udah aku beliin koq"


"Harusnya kan uangnya bisa kamu tabung daripada kaya gini..?" nasehat Allea.


"No, no...yang disimpan udah ada sendiri koq, kamu gak perlu khawatir Al" jawab Andre. Allea membulatkan bibirnya sambil memandangi sepatu ditangannya.


"Ya udah kalo gitu, tengkyu ya..biar aku simpan disini dulu deh" kata Allea membuka lagi lokernya lalu menyimpan sneakers itu. Andre mengangguk-angguk tersenyum.


"Kamu ada kelas pagi?" tanya Andre. Allea mengiyakan lalu Andre menyilakannya menuju kelas. Andre memandangi Allea yang berjalan menjauh dengan senyum puas. Allea tak menolak pemberiannya.


'Perlahan aja nanti pasti Allea akan luluh,' batin Andre.


Allea baru mengijakkan selangkah kakinya di kelas, ada chat masuk dari Sandy.


     📱[Duh sayang, file aku yang satunya lupa ambil di rental! Gimana ya??]


Allea ternga-nga lalu buru-buru menelpon Sandy. Belum habis nada panggilan pertama Sandy langsung menjawab.


"Gimana sih koq bisa ada yang ketinggalan?! Biasanya bukannya ngeprint dirumah ya?" cecar Allea to the point.

__ADS_1


     📱'Kemarin kan printer tintanya habis terus aku bawa ke rental..namanya juga lupa sayang, mana aku udah diruangan ini gak mungkin keluar ambil kesana, duhh..alamat gagal nih hari ini' keluh Sandy frustasi biarpun suaranya setengah berbisik. Pasti diruangan sudah ada dosen dan semua mahasiswa yang akan sidang.


"Rentalnya dimana?" Sandy lalu menyebutkan nama rentalnya. "Ya udah tunggu sebentar, paling lama 10 menit ya.."


     📱'Kamu mau ngapain sayang?!'


Allea tak menjawab malah mematikan telponnya. Ia langsung berlari keluar kelas berniat menuju parkiran. Tapi ia lupa kalo hari ini gak bawa motor karena tadi dijemput Sandy. Allea gak mau sidang Sandy hari ini kacau.


'Jangan panik...jangan panik, cari cara Allea...ayo, ayo...' gumam Allea menenangkan diri sambil menarik nafas.


"Ayo dong Alleaaa..mikirrrr..!" ucapnya pelan sambil memegangi kepala dengan kedua tangannya.


"Mikir apa?" sahut Andre tiba-tiba sudah dibelakangnya. Allea terperanjat. "Kamu kenapa Al? Katanya ada kelas, koq malah disini?" tanya Andre heran.


"Dre...kamu ke kampus naik apa hari tadi?" Allea malah tanya balik.


"Motor, kenapa?"


"Tolong anterin aku sebentar yuk! Tapi aku maunya cepet!" Allea langsung menarik tangan Andre.


"Ayo ikut dulu aja, nanti aku ceritain sambil jalan!"


"Ya udah, ya udah...ayo" Andre pun menurut mengikuti kemana Allea mau.


Andre tersenyum melihat Allea memegang kuat tangannya, hatinya bahagia. Mereka pun berlari menuju parkiran motor dan mulai melaju. Rental yang mereka tuju sekitar 5 km dari kampus.


"Aku maunya cepet ya Dre, kalo bisa jangan sampai 10 menit!" kata Allea persis dosen ngasih waktu tugas ke mahasiswanya.


"Busyett! Yakin nih?"


"Yakin, ayo buruan dong! Tambah kecepatan!"


"Kalo gitu pegangan yang kenceng dong.." pinta Andre.


"Tapi jangan modus, awas aja ya..!"

__ADS_1


"Enggak...enggaaak...!" jawab Andre menarik tangan Allea ke pinggangnya. "Ready? Go!!"


Andre langsung menambah kecepatan motornya. Allea pun berpegangan kuat di jaket Andre tapi Andre menarik tangan Allea agar menyatukan tangan memeluknya. Mau tak mau Allea menurut biarpun pikirannya teringat Sandy. Gimana kalo Sandy tau ia berboncengan dengan memeluk Andre seperti ini? Kemudian ia menggeleng kuat. Tidak! Semua ini juga demi Sandy, ia tak ada niat lain kecuali agar sidang Sandy hari ini sukses.


Lamunan Allea mendadak buyar ketika Andre hendak lurus di sebuah perempatan.


"Andre, kiri!!" teriak Allea.


Seketika Andre mengerem lalu membelok dadakan ke kiri membuat pengendara dibelakang mereka mengklakson panjang. Andre membalas dengan bleyeran gas dan memacu motornya lebih cepat lagi. Allea tak berani menoleh, ini posisi mereka yang salah karena belok mendadak. Jantung Allea seperti akan melompat ketika Andre melewati tengah-tengah antara dua bus pariwisata.


Jalan yang Andre ambil sempit dan press hanya muat motor mereka. Salah satu kaca spion Andre sempat tergesek oleh badan bis karena motor Andre sedikit tak stabil. Allea memekik takut sampai menyembunyikan wajahnya di punggung Andre. Andre tersenyum melihat Allea dari spionnya lalu ia menggenggam tangan Allea.


"Koq takut, katanya mau cepet?" sindir Andre. Allea menepis tangan Andre, ia tak menjawab hanya merengut menepuk pundak Andre.


Sesampainya di rental buru-buru Allea ambil file Sandy yang ada disana lalu mengajak Andre kembali lagi ke kampus dengan kecepatan yang sama seperti saat mereka berangkat. Tentu saja Andre dengan senang hati menurutinya. Tapi perjalanan pulang ia lebih berhati-hati agar Allea tak ketakutan.


Cuaca menjadi mendung, dihati Allea berdoa agar sampai kampus sebelum hujan turun. Mereka pun akhirnya sampai di kampus dengan waktu pulang pergi hanya 8 menit. Dan beruntung gerimis baru turun setelah mereka sampai.


Allea buru-buru turun dan berlari setelah menepuk pundak Andre sambil berkata terima kasih.


"Eh Allea...tunggu dulu dong! Al..!!" kejar Andre bingung melihat Allea langsung meninggalkannya. Apa karena Allea sudah telat ikut mata kuliahnya? batin Andre. Ia terus mengikuti kemana Allea berlari dan semakin bingung ketika melihat Allea tak menuju kelasnya. Sambil berlari Allea terlihat menelpon lalu berhenti di depan ruang sidang. Andre menghentikan langkahnya, seketika perasaanya tak enak. Terlebih saat melihat Sandy keluar dari ruang itu.


Allea segera berlari mendekati Sandy lalu menyerahkan filenya. Nafasnya masih memburu karena mengejar waktu.


"Ya ampuuun, kamu bandel banget sih sayang! Sama siapa kamu ambil file nya?"


"Nanti aja aku ceritain yang penting file ini udah di sini" jawab Allea mengatur nafas.


"Kamu bolos kuliah ni jadinya?!" selidik Sandy.


"Udah gak apa-apa, aku kan juga baru hari ini bolos. Sekarang masuk ya.." jawab Allea. Sandy menghela nafas menyesal jadi membuat Allea harus mengorbankan mata kuliahnya begini.


"Ya udah kamu istirahat dulu, tunggu aku selesai jangan lupa doain ya, aq masuk dulu.." kata Sandy diikuti anggukan Allea dengan senyumnya. Lalu Sandy meraih belakang kepala Allea dan mencium keningnya. Sontak mahasiswa lain yang ada disekitar mereka bercie-cie melihat mereka. Allea tersipu tapi Sandy tetap cool aja sambil berjalan masuk ruang sidang.


Sementara dari kejauhan Andre masih memandang mereka. Ia tak mengira ternyata itu semua Allea lakukan demi Sandy. Demi Sandy ia rela bolos kuliah dan mengambilkan file yang tertinggal. Apa Sandy yang menyuruhnya? Tega banget! Dan Allea.. Sedalam itu kah cinta Allea pada Sandy? Andre menghela nafas kecewa, pikirannya dipenuhi pertanyaan ,entah mengapa juga ada yang nyeri di dadanya melihat Sandy mencium kening Allea.

__ADS_1


Padahal dulu 3 tahun selama mereka dekat tak sekali pun ia bisa melakukan hal itu pada Allea. Tentu saja, karena mereka gak pernah ada status. Dalam hati Andre mengutuki kebodohan dirinya yang dulu begitu pengecut. Hingga tak berani mengutarakan isi hatinya pada Allea dan hanya menggantungkan Allea saja. Andre pun melangkah balik kanan, turun dengan lift lalu menyusuri koridor dengan pandangan kosong..


__ADS_2