
Andre pun melangkah balik kanan, turun dengan lift lalu menyusuri koridor dengan pandangan kosong..
Ia berjalan menuju kantin dan duduk setelah memesan kopi. Gerimis turun mulai sering membasahi sekitar kampus.
"Kamu disini to? Tau gitu tadi bareng.."
Tiba-tiba Allea sudah di depannya membawa minuman lalu duduk di depannya.
"Kenapa?" tanya Andre lesu.
"Gak apa-apa, makasih ya tadi udah nemenin ambil file" kata Allea sambil memainkan ponselnya. Andre tersenyum tipis lalu menghisap vapor vanilanya.
"File tadi tu punya Sandy?" tanya Andre. Allea mengangguk. "Sandy yang nyuruh kamu ambil?" lanjut Andre.
"Enggak...tadi memang aku yang mau, soalnya file itu penting banget buat sidang hari ini" jawab Allea.
"Yakin Sandy gak nyuruh?" selidik Andre.
"Yakin! Aku aja sebenernya gak dibolehin tadi kalo jujur ke dia" jawab Allea.
"Cuma aku gak mau aja sidang dia hari ini gagal, ini kan udah dia tunggu-tunggu banget..makanya tadi aku minta tolong kamu karena aku gak bawa motor hari ini" lanjut Allea.
"Tau gini ceritanya, tadi.." Andre tak melanjutkan perkataannya.
"Kenapa? Nyesel udah nolongin?" tembak Allea menyela. Andre tertawa hambar sambil memainkan kepulan asap rokok elektriknya.
Iya, nyesel! Batin Andre kesal. Kalo tadi ia tau itu file punya Sandy, gak bakalan sudi ikut ngambil. Biarin aja sidangnya hari ini gagal, sekalian biar Sandy jadi mahasiswa abadi! Rutuk Andre dalam hati.
"Kamu kayanya cinta banget ya sama Sandy?"
"Hmm...emang kenapa sih?"
"Yaa..gak papa, heran aja"
"Heran kenapa?"
"Ya heran lah, demi dia kamu sampai bela-belain bolos kuliah kaya gini?"
"Ini aku juga terpaksa Dre..kan tadi udah aku bilangin?"
"Ya tapi ini gak biasanya Al, dulu aja waktu kita deket gak pernah kan sampai bikin kamu bolos?"
"Lha koq kamu jadi balik kanan kemana-mana sih ngomongnya, aku gak suka!"
__ADS_1
"Ya aku juga gak suka kalo Sandy bawa pengaruh buruk ke kamu!" sahut Andre.
"Pengaruh buruk apa?" tanya Allea cepat. "Dre...dengerin ya, aku terimakasih banget sama kamu untuk hadiah tadi pagi dan bantuan kamu ambilin file kak Sandy..tapi tolong dong jangan ungkit-ungkit lagi soal kita dulu, itu kan udah selesai!" jelas Allea panjang. Andre diam.
"Anggap aja itu cerita cinta monyet dua ABG yang masih labil gitu ya..aku gak mau setiap ketemu ujungnya kita ribut" lanjut Allea. Andre masih terdiam kali ini menekuri kopinya.
"Dan soal aku bolos tadi, jangan khawatir...aku tetep bisa ngumpul tugas kuliah koq, tenang aja.." Andre manggut-manggut mendengarnya.
Ada benarnya juga kata Allea, kalo setiap kali ketemu ia mengajaknya ribut nanti Allea makin menjauh darinya. Bukannya malah makin dekat tapi justru Allea bisa males tiap ketemu dengannya. Tiba-tiba ponsel Allea berbunyi, ada chat masuk. Setelah Allea membaca terlihat ia tersenyum. Pasti Sandy, batin Andre.
"Aku duluan ya..nanti biar aku bilang kak Sandy kalo tadi kamu yang bantuin aku ambil filenya.."
"Gak usah, buat apa? Gak penting!" sahut Andre.
"Penting lah, kan kamu nyelamatin sidangnya hari ini secara gak langsung" jawab Allea tersenyum menepuk bahu Andre.
Andre balas tersenyum kecut. Allea pun berlalu, Andre memandanginya berlari kecil menerobos gerimis dengan hati yang entahlah.
Belum sampai tempat yang teduh Sandy sudah menyambutnya memayungi Allea dengan jas hitamnya.
"Aku lulus sayang!" bisik Sandy sembari berjalan.
"Oh ya?! Serius?!" tanya Allea dengan mata berbinar. Sandy mengangguk pasti diiringi pekikan bahagia Allea. Ia menurunkan jas Sandy.
"Jangan diturunin nanti kamu kehujanan!" kata Sandy.
"Mauuu...!!" sambut Sandy semerta-merta memeluk Allea lalu membawanya memutar beberapa kali. Allea yang tak siap memekik tertawa. Mereka terlihat menikmati gerimis siang itu, gerimis yang paling berkesan. Terlebih untuk Allea karena hari ini ia mendapat 2 hadiah, yaitu sepatu dari Andre dan kelulusan Sandy.
Sementara ditempat yang agak jauh, gerimis itu membawa perih dan tambah nyeri di hati Andre. Melihat Allea tertawa-tawa ditengah gerimis bersama Sandy, Allea terlihat bahagia banget. Wajahnya ceria, sama seperti dulu kalo mereka bisa ketemu dan pergi hangout bareng. Tapi sekarang wajah ceria itu bukan miliknya. Andre menatap sendu Allea sampai menghilang dari pandangannya. Hingga di rasa gerimis tak membasahi kepalanya. Andre menoleh ke atas, ada seseorang yang memayunginya.
"Kamu ngapain hujan-hujanan disini, kalo sakit gimana?" Nayla sudah berdiri disamping Andre.
"Gak papa, emang udah sakit!" jawab Andre lalu berjalan cepat meninggalkan Nayla yang bingung mendengar jawaban Andre.
🥀 🥀 🥀 🥀 🥀 🥀
Sandy mengantar Allea pulang lalu mampir kerumah Allea sambil menunggu hujan agak reda. Hujan turun makin deras saat mereka mampir membeli mie pangsit tadi. Sampai rumah Allea Sandy diberi baju ganti milik Arga lalu mereka menikmati teh hangat dan mie pangsit yang mereka beli take away. Selesai makan mereka ngobrol bertiga dengan mama Allea. Mama Allea ikut bahagia mendengar Sandy lulus dan akan ikut wisuda bulan depan. Sebentar kemudian mama Allea masuk, membiarkan mereka ngobrol berdua.
Allea memberitahu Sandy kalo tadi ia pergi mengambil file bersama Andre. Sandy pun kaget tak menyangka ternyata Andre ikut andil membuat sidangnya hari ini sukses.
"Kamu gak marah kan?" tanya Allea.
"Gak lah, aku malah hutang budi sama dia, kapan-kapan kalo ketemu aku mau bilang terima kasih secara langsung" jawab Sandy. Allea mengangguk tersenyum.
__ADS_1
"Dia hari ini kayanya lagi berbagi kebaikan deh kayanya.." kata Allea nyengir.
"Maksudnya gimana?" Sandy menaikkan alisnya.
"Iya..tadi pagi dia tu ngasih aku, Nayla sama Rania sepatu.."
"Hah? Lagi ultah dia?"
"Enggak..jadi pas kita mau survei tempat kegiatan mapala, dijalan tu dia cerita kalo dia dapat perpanjang kontrak iklan terus nawarin kita mau ditraktir apa, gitu.." cerita Allea.
"Oowh...terus pada minta sepatu, gitu?" tebak Sandy.
"Enggak sayang, aku sih waktu itu gak request. Nayla waktu itu yang ngasih ide terus dia kasih tau size aku juga, jadi..ya udah!" jawab Allea sambil angkat bahu.
"Terus? Kamu udah terima?"
"Iya..tadi aku terima, tapi aku taro di loker kampus, gak papa kan?" tanya Allea hati-hati. Sandy tersenyum tipis.
"Ya..gak papa sih, kalo gak kamu terima ntar dia malah tersinggung" jawab Sandy membuat Allea tersenyum kagum.
"Oo gitu, kalo kamu tersinggung gak?" goda Allea. Sandy tertawa pelan memalingkan wajahnya.
"Kalo ngikutin hati sih ya tersinggung, tapi ya masa iya mau diributin apa lagi tadi dia udah bantu aku juga. Gak papa sayang, terima aja" jawab Sandy tulus.
Allea tersenyum meletakkan wajah dipundak Sandy. Ia merasa beruntung memiliki kekasih sepertinya.
"Makasih ya sayang" ucap Allea.
"Makasih aja nih?"
"Lah terus maunya apa?"
"Masakin dong!" jawab Sandy.
"Lagi??" Sandy mengiyakan. Allea tertawa. "Suka banget sih masakan receh gitu" kata Allea merendah.
"Iya, receh tapi candu" bisik Sandy membuat Allea tersipu.
"Gombal!"
"Enggak...semua yang ada di kamu itu candu buat aku" jawab Sandy menatap Allea serius.
"Apaan sih.." sungut Allea memalingkan wajahnya yang memerah. Lalu Sandy menggenggam tangannya.
__ADS_1
"Jangan bosen ya kalo aku minta dimasakin lagi, next time kamu bakal tiap hari masakin buat kita.." kata Sandy pelan tapi membuat Allea meleleh..
Hari ini ia bahagia, banyak hal yang membuatnya senang. Padahal tanpa ia tau, ada seseorang yang justru hatinya makin patah melihatnya bahagia seperti hari ini.