Liontin Untuk Sang Queen

Liontin Untuk Sang Queen
61. Merangkai Ingatan


__ADS_3

Filling Allea tak salah, yang ia lihat memang mobil Sandy. Terparkir di lahan kosong penuh ilalang yang tinggi dan terbuka di salah satu pintunya. Jika tak jeli pasti orang yang melintas pun tak mengira ada mobil disana. Allea mendekat dengan ragu ke bagian pintu yang terbuka. Matanya makin membulat melihat Sandy memejam dengan posisi sandaran kursi yang begitu rendah.


'Kenapa bisa ada disini? Dan kenapa tak pulang seperti yang ia katakan di chat? Padahal tempat ini tak jauh dari apartemen..' batin Allea bingung.


Allea mengernyit mencium bau alkohol yang menyengat. Allea pikir, apa mungkin suaminya ini mabuk berat hingga tak bisa jalan pulang ke apartemen dan membelokkan mobilnya kesini? Ia pun membuka semua pintu mobil dan duduk di samping Sandy. Di tatapnya wajah Sandy yang terlihat kusut dan lelah. Ada sedikit hitam dibawah mata biarpun tak mengurangi ketampanannya.


"Udah tau kalo aku gak suka kamu minum alkohol, kenapa masih juga diulangi..sampai teler lagi!" gumam Allea sedikit kesal.


"Sayang...bangun! Sayang..?!" Allea menepuk-nepuk pipi Sandy sedikit keras. Tapi Sandy tak bereaksi.


Allea pun menegakkan sandaran kursi Sandy lalu menangkupi kepalanya dan menggoyangnya sedikit kencang.


"Sayang, bangun! Kak..kamu dengar aku gak? Sayang..!" Allea menurunkan tangannya saat Sandy terlihat melenguh pelan dan mendesis sambil memijit keningnya. Kepalanya masih terasa pusing, perutnya pun tiba-tiba seperti diaduk kencang.


"Semalam minum berapa botol sih? Sampai teler dan gak kuat pulang kaya gini! Aku tu khawat-"


Omelan Allea langsung terhenti saat Sandy tiba-tiba menjulurkan kepala keluar dan menunduk memuntahkan isi perutnya. Beberapa detik Allea diam mematung lalu sadar dan mendekat memijit tengkuk Sandy.


"Sayang...kamu gak papa?" Allea memberikan botol air mineral saat Sandy sudah menegakkan tubuhnya lagi sambil terbatuk-batuk.


Sandy meneguk air dibotol itu hingga setengahnya lalu menyiramkan sisanya ke wajah dan melemparnya sejauh mungkin ke depan.


"Aaghh!!" teriak Sandy dengan marah tapi entah ia ingin marah dengan siapa.


Allea pun sampai terperanjat kaget melihatnya, ia yakin ada sesuatu yang Sandy alami sebelum ini. Sedangkan Sandy mengumpulkan kembali ingatannya tentang apa yang terjadi dan bagaimana ia bisa sampai ditempat ini semalam. Ia mendongakkan kepala dengan posisi masih membelakangi Allea.


"Sayang.." Allea memegang pundak Sandy dan membalikkannya. "Kamu gimana bisa sampai disini?" tanya Allea melunak tak lagi bernada memarahi. Sandy menggeleng pelan sambil mengusap wajahnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi semalam?" tanya Allea lagi.

__ADS_1


Sandy tak menjawab hanya menatap Allea lalu memeluknya.


"Aku lagi gak pengen jawab apapun sayang..tolong kamu ngerti ya?" bisik Sandy.


Allea menghela nafas lalu mengangguk, ia makin yakin ada sesuatu yang terjadi. Tapi ia pun  tak punya gambaran apa yang telah dialami suaminya.


"Oh ya, tadi papa cari-cari kamu, ada file meeting yang kamu bawa katanya.." kata Allea melepas pelukannya.


"Aduh, iya! Pasti papa marah-marah ini, hhh...!" Sandy menghela nafas kasar lalu menepuk keningnya.


"Ya udah kamu telpon dulu aja!"


"Hp aku dimana ya? Duh...kacau!"


"Coba ingat-ingat..semalam dimana?" jelas Allea lalu mengambil ponselnya di tas menelpon Nayla memintanya mendekat ke mobil Sandy.


Sandy pun segera mengemail file yang dibutuhkan pada Ananta setelah menemukan ponselnya di tas yang berada di jok belakang.


Nayla tiba-tiba melongokkan kepala dari luar mobil membuat Allea dan Sandy menoleh bersamaan. Sandy hanya tersenyum lesu pada Nayla lalu fokus lagi pada gawainya.


"Eh, iya Nay. Gak tau nih, lupa belokan kali?" jawab Allea nyengir tanpa berniat menceritakan apa yang tadi terjadi. Tentu saja jawaban Allea membuat Nayla mengernyit bingung.


"Terus sekarang gimana Al?"


"Oiya Nay, kamu boleh duluan pulang. Nanti aku pulang bareng kak Sandy aja. Makasih ya udah ditemenin " kata Allea.


"Okey, santai aja. Kalian hati-hati ya" jawab Nayla melambai lalu berbalik akan menuju motornya.


Tapi sesuatu tak sengaja terinjak olehnya, Nayla mengernyit lalu dengan cepat ia memungut benda itu dan memasukkannya ke saku. Ia hafal betul milik siapa barang itu. Nayla kemudian pergi dengan sejuta tanya dikepalanya.

__ADS_1


🍃 🍃 🍃 🍃 🍃 🍃 🍃 🍃


Malam itu di apartemen. Sandy berusaha merangkai ingatannya kembali. Ia sedikit ingat, saat kejadian ia pingsan di cafe hotel waktu itu. Ia seperti merasa beberapa orang membawa tubuhnya dan menghempaskannya ke tempat tidur. Samar-samar ia mendengar suara wanita yang awalnya ia kira Allea. Wanita itu mendekat, membisikkan kata-kata yang ia sendiri sudah tak ingat. Lalu Sandy merasa di peluk dan dicumbui olehnya, saat itulah ia mencium bau parfum yang asing dan menyengat. Ia ingin sekali membuka mata tapi terasa ngantuk sekali. Ia tau, itu bukan parfum Allea..jadi wanita itu bukan Allea istrinya. Ia pun ingat, milik siapa bau parfum yang wangi tajam itu.


Amira! Sandy menghela nafas kasar. Ia benar-benar tak ingat, apa yang sudah terjadi saat Amira bersamanya. Apa mungkin mereka telah melakukan hubungan layaknya suami istri? Ah, rasanya tak mungkin, batin Sandy. Tapi ia sendiri pun tak yakin. Sandy mendongak frustasi sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Sesaat kemudian sebuah chat masuk.


📱: Terimakasih untuk malam yang indah. Amira.


Sandy mengumpat lalu buru-buru ia hapus chat itu. Tapi chat lain berupa foto lalu berjejal masuk dan membuat mata Sandy terbelalak. Fotonya tengah bersama Amira di ranjang kamar hotel dengan berbagai posisi. Dengan cepat Sandy pun menghapus satu persatu foto itu. Hingga saat satu foto terakhir ia kaget dan menjatuhkan ponselnya karena Allea melingkarkan tangan dipinggangnya.


"Sayang...maaf, aku bikin kamu kaget ya?" kata Allea lalu mengambil ponsel Sandy. Sekilas Allea melihat foto itu.


"Gak papa sayang.." dengan cepat Sandy mengambilnya dari tangan Allea.


"Itu foto siapa?" tanya Allea.


"Gak penting.." jawab Sandy lalu memagut bibir Allea agar teralihkan.


Allea membalas sekilas lalu melepasnya, ia sangat ingin tau foto yang ada di ponsel suaminya tadi.


"Tapi aku pengen lihat.." tawar Allea membuat tangan Sandy mendadak dingin.


"Aku mau kamu.." bisik Sandy masih mencoba mengalihkan perhatian istrinya.


Allea tersenyum lalu menyambut bibir Sandy yang membungkamnya dengan intens. Saat itulah jari Sandy bisa menghapus foto terakhir dari Amira tadi. Allea meminta paksa ponsel Sandy berniat akan ia letakkan di nakas. Sandy pun memberikannya karena ia rasa sudah aman. Tapi ia salah..saat Allea memegangnya, justru ada chat masuk lagi dari Amira. Sandy pun panik, ia belum siap jika Allea tau hal itu.


📱: Aku sangat ingin mengulangi malam itu denganmu Sandy..


Allea membulatkan matanya menatap layar ponsel Sandy.

__ADS_1


"Apa ini?!" teriak Allea dengan wajah menahan marah.


__ADS_2