
Setelah beberapa hari beristirahat total Sandy akhirnya pulih dan sudah bisa beraktivitas lagi seperti biasa. Beruntung racun dalam jus kemarin baru sedikit masuk ke perutnya. Jadi efeknya pun tidak begitu parah ditambah daya tahan tubuhnya yang bagus hingga imunnya pun meminimalisir kerja racunnya.
Hasil lab dari jus itu juga sudah keluar, yang membuat Allea kaget jenis racun itu lumayan berbahaya seandainya jusnya kemarin diminum Sandy sampai habis. Bukan tidak mungkin akan berakibat fatal. Allea bergidik ngeri membayangkannya, ia tak siap kehilangan Sandy. Entah mengapa setelah kejadian itu membuat mereka saling protective. Terlebih mereka belum tau siapa pelakunya.
"Hati-hati ya.. Jangan makan sembarangan, perut kamu baru aja pulih" pesan Allea sambil merapikan jas Sandy.
"Iya sayang.."
"Oh ya, itu aku udah siapin bekalnya, dilihat dulu biar tau dibawain apa aja. Terus nanti gak usah beli minum yang macem-macem, obatnya juga ada di lunch box. Udah aku siapin yang gak bikin ngantuk, yg ada efek ngantuk diminum nanti aja pulang kerja. Kan cuma 1 kali sehari.."
"Iyaa...istriku yang bawel" jawab Sandy tersenyum lalu mengecup bibir Allea sekilas.
"Biarin bawel, aku gak mau kamu liat sakit koq. Mana pelakunya belum ketemu lagi.." sungut Allea lalu mendorong Sandy ke meja makan untuk sarapan.
"Tapi aku akan tetep selidiki sayang, cepat atau lambat pasti ketemu orangnya!" kata Sandy serius.
"Iya..cuma kemarin pas aku tanya ke pihak ojol juga gak dapat titik terang" jelas Allea sambil memberikan nasi goreng pada Sandy.
"Ya udah, kita pikirin pelan-pelan. Yang penting jangan sampai kamu yang kenapa-kenapa, kemarin kalo kamu yang dikasih jusnya gimana? Bisa patah-patah hati aku liat kamu kesakitan.." seloroh Sandy lalu menyuap nasi gorengnya.
Allea mencibir. "Emang kamu pikir aku bisa tenang liat kamu sakit kaya kemarin? Kamu gak tau gimana takutnya aku sih.." Allea meruncingkan bibirnya.
"Iyaa tau, makasih ya sayang udah khawatir...udah ngerawat aku sampai sembuh gini"
"Ya kan memang udah tugasnya" tukas Allea.
"Emang gak boleh bilang makasih?"
"Boleh..kalo sekalian mau nemenin belanja juga boleh" jawab Allea membuat Sandy terkekeh. Allea tau beberapa hari ke depan Sandy akan pulang agak malam. Karena Sandy sibuk mengejar pekerjaannya yang terlantar selama ia ijin sakit kemarin.
"Siap nyonya. Kamu atur aja kapan pengen belanja, aku pasti anterin"
"Aseeek...ya udah nanti aku list dulu apa aja yang habis baru kita belanja, ya?"
Sandy cuma mengangguk-angguk sambil menikmati sarapannya.
Hari ini Allea off kuliah dan ia gunakan untuk pergi menengok orang tuanya. Sekalian mengambil peralatan yang akan ia pakai untuk kegiatan mendaki minggu depan. Di rumahnya Allea mengambil carrier, sepatu mendaki dan teman-temannya yang saat pindah ke apartemen kemarin belum sempat ia bawa. Ia melongo saat mendapati kantong tidurnya sobek.
__ADS_1
"Aduh! Gak bisa dipake dong ini" keluh Allea menepuk keningnya. "Beli dulu aja kali ya?"
Allea pun menelpon Sandy untuk minta ijin pergi sebentar membeli sleeping bag.
"Gak usah beli sayang" kata Sandy saat Allea menelpon mengatakan maksudnya.
"Emang gak papa gak bawa?"
"Bukan gitu, tapi dirumah papa tu ada. Aku punya dua, yang satu masih baru, kamu pakai aja."
"Oo...ya ya, nanti aku ambil kalo gitu"
"Alat yang lain misal kamu butuh juga ambil aja. Kamu sekarang dimana?"
"Dirumah mama. Mungkin habis ini aku jalan kesana"
"Kalo udah disana kabari ya, hati-hati"
"Iya sayang"
Allea pun meluncur ke rumah Sandy dan di sambut bi Yanti yang tengah memasak. Mereka pun saling memeluk kangen.
"Belum bi kayanya" jawab Allea tertawa kecil. "Doain aja secepatnya ya bi" lanjut Allea.
"Iya, bibi doain. Sekarang dipuas-puasin dulu pacarannya sama mas Sandy" kata bi Yanti.
Allea nyengir. "Kalo gitu aku ke kamar dulu ya bi, mau ambil keperluan hiking"
"Silakan non. Oiya mau bibi bikinkan minum apa?"
"Gak usah bi, nanti aku ambil sendiri gak papa. Bibi lanjutin aja masaknya"
Bi Yanti pun mengangguk sambil tersenyum senang. Ia suka dengan Allea, biarpun istri majikan tapi nonanya ini gak mentang-mentang dan gak suka merepotkan orang.
Allea pun masuk ke kamar setelah mengabari Sandy kalo ia telah sampai. Sandy pun memberitahu di lemari sebelah mana sleeping bag yang ia maksud. Ternyata dipojok kamar ada lemari kecil yang khusus digunakan untuk menyimpan berbagai keperluan mapala.
Selama jadi istri Sandy, Allea bahkan belum pernah membuka lemari itu. Karena memang kemarin tidak ada yang ingin ia cari. Ia pun membuka perlahan pintunya, Allea tersenyum melihat isinya yang tersusun rapi. Biarpun seorang cowok tapi Sandy terbiasa rapi dalam semua hal. Jadi apa yang Allea cari dapat dengan mudah ia temukan.
__ADS_1
Ketika akan menutup sisi kiri lemari Allea mengernyit menangkap sebuah foto yang tertempel disana. Allea mengambilnya perlahan dan mengamatinya. Itu fotonya dan Sandy beberapa tahun lalu saat ada kegiatan hiking ke gunung Prau. Allea tersenyum melihat foto itu. Siapa dulu yang memotret candid mereka? Allea bahkan tak tau dan tak punya foto itu.
"Kenapa kak Sandy simpan foto ini tapi gak pernah cerita?" gumam Allea masih menyunggingkan senyum.
Lalu ia memotret foto itu dengan ponselnya dan menempelkan kembali ke tempatnya. Setelah itu ia mengirimkan fotonya ke Sandy. Sandy pun langsung melakukan video call. Saat Allea menjawabnya terpampang lah wajah tampan Sandy yang tersipu seolah ketauan melakukan sesuatu. Allea menatapnya dengan berkedip-kedip centil lalu Sandy menutup matanya dengan satu tangan.
"Duhh...jangan liatin gitu dong, gak kuat nih.."
"Idiih..." kata Allea meruncingkan bibirnya. "Ayo jelasin dulu!"
"Jelasin apa sayang? Bukannya udah jelas ya.."
"Belum. Aku belum jelas! Gimana bisa ada foto itu? Aku bahkan gak punya dan gak tau siapa yang motret?"
"Putra yang potret sayang"
"Lha emang buat apa di simpan? Kan dulu kamu gak ada perasaaan..."
"Siapa bilang?"
"Aku ini.."
Sandy mencebikkan bibirnya. "Hmm, kamu sih gak peka. Aku tuh sebenarnya udah ada rasa ke kamu dari pertama liat kamu di mapala.."
"Oh ya?" gantian Allea yang tersipu.
"Bener. Tapi kayanya kamu cuek gitu, aku jadi ragu-ragu mau maju. Ya udah aku simpan sendiri aja.."
Allea tertawa kecil. "Ternyata.."
"Apa?" kejar Sandy.
"Ya gak papa, aku baru tau aja. Kalo gak nemu foto tadi kan sampai sekarang gak tau.."
"Gak tau apa?"
__ADS_1
"Gak tau kalo udah ada fans dari dulu!" sahut Allea lalu mereka tertawa. Padahal dia sendiri pun memendam simpati pada Sandy sejak awal. Tapi ternyata dulu Sandy pun memiliki rasa yang sama hanya saja ia tak berani jujur. Karena dulu Allea memang sangat hati-hati setelah dikecewakan Andre. Sekarang saat mereka sudah menjadi suami istri semua baru terungkap.