
Diam-diam ia menatap suaminya yang sedang duduk di ranjang dengan wajah kusut sembari melipat tangan. Allea geleng-geleng kepala sambil mengulum senyum lalu mendekat...
"Kenapa sayang? Kamu koq diam aja dari tadi?" tanya Allea ikut duduk bersandar di ranjang.
"Gak apa" kata Sandy lesu lalu menguap sambil memijit pelipisnya.
Allea mengernyit. "Kenapa kak? Pusing? Mau dipijitin?" tawar Allea.
Sandy menggeleng singkat lalu Allea memeluknya meletakkan kepalanya di dada Sandy.
"Ya terus kenapa?" Allea mendongakkan kepalanya.
"Aku cuma pusing gak habis pikir aja. Dimana pun koq selalu ada cowok yang kenal kamu, bilang kangen bilang cantik...ini bahkan kita udah jauh dari negeri sendiri lho?" Sandy meluapkan isi hatinya. Allea tertawa.
"Kamu cemburu?" Goda Allea mengulum senyum.
"Ya iyalah, cowok mana yang gak cemburu coba?! Istrinya dipuji sama lali-laki lain!" sembur Sandy.
Ternyata Sandy mendengar ucapan David tadi dan mencemburui perkataannya.
"Tapi dia cuma sekedar excited bertemu sama teman lama kak, orang bule kan biasa ngomong gitu. Lagian dia liburan kesini tu sama pacar dan keluarganya" jelas Allea menenangkan.
"Excited ketemu teman lama tapi ngeliatinnya sampai gitu banget ya..? " tanya Sandy. "Yakin tu dia beneran bawa pacarnya?" lanjut Sandy menyelidik.
"Iya bener, tadi aku dikasih tau. Ada diseberang lagi beli es krim. Kita ini cuma teman SMP yang kebetulan ketemu lagi disini. Udah dong, jangan ngambek cemburu gak jelas gini ah..." bujuk Allea lalu mencium pipi suaminya.
"Gak ngambek cuma heran aja, dimana kita jalan koq sering banget ada cowok yang nyapa kamu. Dulu Anthony sekarang David, belum lagi Andre. Jangan-jangan nanti kita udah pindah ke planet Mars pun juga masih ada yang gombalin kamu.." kata Sandy membuat Allea terkekeh.
"Posesif banget sih suami aku" goda Allea mengeratkan pelukannya. "Mau berapa pun orang lain yang gombalin, aku cuma meleleh digombalin kamu aja koq" kata Allea membuat Sandy tersenyum hambar.
"Eh, tapi kalo aku banyak yang muji berarti kan memang aku menarik di mata mereka kali ya?" seloroh Allea menggodai Sandy sambil berekspresi centil.
"Berani-beraninya ya" Sandy langsung dengan cepat menindih tubuh Allea hingga Allea memekik kaget lalu terkikik. "Aku gak suka ada orang lain yang gombalin apalagi muji kamu, maaf kalo aku kaya gini sayang. Aku cuma khawatir..aku takut..kamu koq gak paham sih?!" lanjut Sandy lalu menghabisi bibir Allea hingga Allea susah bernafas.
"Ih...dasar bucin!" Allea menepuk gemas pipi Sandy setelah melepaskan bibirnya. "Udah yuk, kita tidur. Besok bisa gagal naik balon udara kalo kita begadang"
"Iya, tapi sebelum tidur bolehkan aku menuntaskan kebucinanku dulu?" jawab Sandy dengan tatapan nakal lalu menutup diri mereka dengan selimut.
Allea tersenyum dalam hati melihat kelakuan suaminya. Sudah jadi istri pun masih khawatir ia diambil orang. Tapi bagi Sandy yang kini telah tau Allea luar dalam entah kenapa muncul rasa takut kalo Allea didekati cowok lain. Ia makin tak rela bahkan untuk sekedar di puji orang. Benar kata Allea, ia makin bucin setelah menikahi Allea.
🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺
Paginya mereka telah sampai tempat dimana balon udara akan naik sebelum matahari terbit. Sebelum naik balon udara mereka menikmati sajian sarapan pagi yang di sediakan oleh tour balon udara. Sarapan pagi berupa teh dan kopi, croissant juga beberapa jenis roti ringan lain.
"Nanti kita naik yang mana?" tanya Allea.
"Yang itu sayang" Sandy menunjuk exclusive balon udara yang tengah disiapkan di seberang mereka.
Allea menutup mulutnya yang ternga-nga. Karena ia tau betul berapa tarif exclusive air ballon.
"Kenapa gak yang standart atau comfort aja sih? Tarif yang exclusive kan mahal"
"Ya gak papa, kan gak tiap hari juga. Aku pengen honeymoon kita ini special. Air ballon yang exclusive kan gak diisi banyak orang, cuma empat orang, nanti tiap kompartemen cuma diisi dua orang. Kan enak kalo privat?" jawab Sandy sambil menyesap kopinya.
"Emang kalo privat kenapa?"
"Yaa...kan bisa.." Sandy tak melanjutkan kalimatnya tapi malah menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Jangan macem-macem ya!" tunjuk Allea melotot membuat Sandy tertawa.
"Enggak sayaang, bercanda. Aku pengen aja naik yg exclusive sama kamu karena kan waktu terbang lebih lama, tempatnya juga nyaman. Vibes honeymoonnya dapat" jelas Sandy. Allea mengulum senyum sambil manggut-manggut mendengar jawaban Sandy.
"Emang berapa lama terbangnya kalo yang exclusive?"
"Kira-kira 90 menitan gitu"
"Lumayan juga ya, bisa puas liat pemandangan Turki dari atas" kata Allea.
"Iya makanya.."
Allea tak membantah lagi, biarpun sebenarnya ia kurang setuju dan sama saja membuang-buang uang.
Tak berapa lama kemudian mereka dipersilakan naik air ballon dengan dibekali peraturan dan tips selama di udara.
Setelah semua siap, perlahan balon udara pun naik, semua yang ada di dalamnya dengan otomatis menyiapkan peralatan foto terbaik mereka. Ada yang menggunakan kamera digital atau ponsel dengan kualitas tak kalah bagus. Seperti halnya Sandy, ia pun tak lupa mengabadikan moment itu dengan kamera digitalnya. Allea pun tak ketinggalan stand by kan kamera ponselnya. Mereka menikmati pemandangan Land of Fairy Chimney atau dikenal dengan Daratan Cerobong Peri dari atas. Disini lah pemandangan favorit dan paling di cari oleh wisatawan untuk memanjakan mata. Melihat bebatuan yang mirip cerobong asap yang menjadi tempat tinggal bagi masyarakat sekitar.
Setelah turun dari wisata balon udara mereka berjalan melenggang menikmati suasana pagi di Turki hari itu sambil memikirkan akan kemana lagi setelah ini.
"Sayang, aku lapar lagi nih" kata Allea.
"Ya ayo kita cari makan, tadi juga makan cuma roti satu kan?"
"Iya. Tapi aku pengen makan nasi padang deh, ada gak sih disini?"
Sandy nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu nih ada-ada aja" kata Sandy mencubit hidung Allea.
"Tapi perasaan baru berapa kali nanam saham koq udah ngidam aja sayang?" seloroh Sandy merangkul Allea.
"Iih...ngidam apa sih! Aku cuma kangen aja sama masakan negeri sendiri.." jawab Allea tersipu.
Sandy tertawa. "Ngidam juga gak papa koq. Nanti coba kita cari ya, ada gak restoran Indonesia disini"
Allea pun mengangguk dengan semangat.
"Terus kita mau kemana lagi ini?"
"Nanti aku kasih tau, pokoknya kamu pasti suka. Sekarang kita cari makan dulu aja" jawab Sandy yakin.
"Kemana sih?" Allea penasaran.
"Udah, ayo ikut aja. Kita makan dulu baru lanjut bolang"
Mereka pun meninggalkan tempat itu sambil membuka-buka ponselnya mencari restoran masakan Indonesia.
"Ada nih sayang, restoran Indonesia...tapi harus naik tram dulu" kata Sandy sambil menunjukkan layar ponselnya.
"Ya udah gak papa, yuk..." jawab Allea antusias.
Mereka pun naik tram ke tempat restoran yang di inginkan. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 30 menit. Restoran pun tak begitu jauh dan tak sulit ditemukan setelah mereka turun dari tram. Suasana restoran tidak terlalu ramai, karena mungkin masih pagi. Dan nasi bukanlah makanan pokok bagi orang Turki. Sebagian besar pengunjung resto adalah orang Indonesia yang kangen masakan tanah air.
Setelah nasi rendang pesanan mereka datang tak menunggu lama lagi untuk menyantapnya. Rasanya pun tak kalah enak dengan aslinya. Mereka makan dengan lahap dan saling mencicip seperti kebiasaan Sandy dan Allea selama ini ketika makan bareng.
__ADS_1
"Udah kenyang?" tanya Sandy saat mereka meninggalkan restoran.
"Hmm...kenyang dan puasss!" jawab Allea senang.
"Kalo gitu kita lanjut ngebolang!"
"Ayuuukk..." sambut Allea.
Mereka pun naik tram lagi, perjalanan kali ini cukup lama hingga membuat Allea tertidur di pundak Sandy, tangan mereka pun saling menggenggam. Sandy mengusap rambut Allea lalu menciumnya sekilas. Ia teringat waktu mereka pulang dari kegiatan camping dulu. Allea juga tertidur di pundaknya seperti ini tapi mereka belum ada ikatan hanya saling menunjukkan perhatian. Sekarang saat hal itu terulang lagi mereka sudah menjadi suami istri yang sudah saling tau luar dalam. Sandy tersenyum tipis mengingatnya.
'Time flies' batinnya.
"Sayang...Allea bangun, kita udah mau sampai" bisik Sandy mengusap tangan Allea lembut.
Allea perlahan membuka matanya dan mengangkat kepalanya dari pundak Sandy.
"Sampai mana? Aku lama banget ya tidurnya?"
"Gak papa. Turun dulu yuk.." ajak Sandy. Lalu mereka pun turun dari tram. Allea masih belum sadar sepenuhnya di daerah mana ia sekarang. Ia hanya menurut saat Sandy menggandeng tangannya berjalan sambil meletakkan kepalanya di bahu suaminya.
"Emang masih ngantuk?"
"Dikit sih" jawab Allea nyengir.
"Kalo liat kesana ngantuknya hilang gak?" tanya Sandy menunjuk ke samping kirinya yang sudah sampai ke pintu masuk.
"Waaahh....cantik bangeeet. Bagus banget ini sayang.." pekik Allea senang lalu berlari masuk melewati hamparan bunga yang berwarna-warni di hadapannya. Sandy pun berlari menyusul Allea dengan senyum puas karena melihat wajah Allea yang penuh senyum ceria.
"Gimana? Suka gak?"
"Suka, suka bangeeett! Makasih ya sayang, kamu selalu tau apa yang aku suka" kata Allea lalu menghambur memeluk Sandy erat, ia bahagia.
"Iya sayang, sama-sama. Love you..." Kata Sandy mendekatkan bibirnya ke bibir Allea.
"Eit..." Allea meletakkan telunjuknya di bibir Sandy. "Not here, so many people" jawab Allea lalu berlari menjauh. Sandy mendesah tersenyum lalu mengejar Allea.
"Alleaaa...awas ya kamu!"
Aura pengantin baru membuatnya kadang tak bisa menahan diri di dekat Allea yang makin hari makin terlihat cantik mempesona.
"Besok pagi kita udah pulang ya?" tanya Allea yang kini sudah berjalan sambil mendekap Sandy.
"Iya. Makanya hari ini kita puasin jalan-jalannya"
"Pesawat kita jam berapa?"
"Agak siang sayang" jawab Sandy lalu Allea manggut- manggut.
Mereka pun duduk di kursi taman lalu membuka ponsel untuk berfoto dan mengecek sosmednya. Allea mengernyit sambil ternga-nga melihat puluhan pesan masuk dari Andre di instagramnya.
"Sayang...lihat deh ini!" Allea menyodorkan ponselnya ke Sandy.
Sandy pun membaca satu per satu pesan dari Andre yang perlahan membuat rahangnya mengeras.
__ADS_1
"Kurang ajar Andre.." Sandy mengumpat pelan mengepalkan tangannya.