Liontin Untuk Sang Queen

Liontin Untuk Sang Queen
47. Kepikiran Soal Semalam


__ADS_3

#Flashback on


"Sayang, aku lapar nih.." kata Allea setelah mereka selesai membersihkan diri dari serangan dadakan malam itu. Sandy meraih Allea dan mendudukkan di pangkuannya.


"Ya ayo kita makan sekalian sebelum pulang" jawab Sandy sambil membereskan mejanya dan mematikan laptop. "Kasian...habis dihajar terus lapar ya?" bisik Sandy menggodai Allea yang lalu meruncingkan bibirnya.


"Kamu sih...aneh-aneh aja!"


"Tapi enak kan?" Allea langsung mencubit perut Sandy. "Kapan-kapan lagi ya, disitu kan belum?" goda Sandy lagi sambil menunjuk sofa.


"Awas ya..kalo sering minta ditempat kaya gini, lama-lama aku aduin ke papa Roby!" ancam Allea.


Sandy terkekeh lalu mencubit pipi Allea gemes.


"Jangan dong, kan ini usaha juga biar cepet dapat junior.." jawab Sandy tersenyum menaik turunkan alisnya. Allea memajukan bibir bawahnya tersipu.


"Kita makan di cafe seberang kantor yuk, enak lho makanannya. Mau gak?" ajak Sandy.


"Mau deh, dari pada nyari jauh-jauh"


"Oh ya, nanti kita pulang boncengan motor kamu aja ya, mobil aku biar disini" usul Sandy.


"Tumben pengen naik motor?"


"Iya, kangen..udah lama kita gak boncengan motor berdua kan? Pengen naik motor sambil dipeluk kamu dari belakang. Pokoknya rasanya pengen peluk terus gak mau dilepas" bisik Sandy melingkarkan tangan ke pinggang dan menyandarkan kepala di punggung Allea. Allea mencibir.


"Kaya gini koq pengen junior, nanti gimana jadinya kalo ada dua bayi yang manja gini?" seloroh Allea membuat Sandy tertawa.


"Ya kalo udah ada, aku manjanya kalo juniornya bobo aja. Dia pasti gak keberatan berbagi manja sama papanya, iya kan?" jawab Sandy masih tak melepas pelukannya.


"Hmm..dasar suami bucin!"


"Biarin, kan bucin sama istri sendiri bukan sama pelakor"


"Pelakor?! Siapa pelakornya?" tanya Allea melotot.


Sandy tertawa lalu mengecup bibir Allea. "Bercanda. Gak ada pelakor yang bisa godain aku, karena kamu selalu bikin aku jatuh cinta setiap hari" kata Sandy memegang wajah Allea.


"Gombal ah! Ayo makan dulu yuuk...laper ini. Di gombalin gak bikin kenyang" rengek Allea membuat Sandy terkekeh.


"Ya udah sayang, ayo ayo.."


Mereka pun naik motor berdua menuju cafe seberang jalan. Sampai di cafe mereka bergegas masuk dan duduk memilih menu sambil sesekali bercanda. Hingga mereka tak sadar sepasang mata Andre melihat mereka melotot antara kaget dan tak menyangka. Rahang Andre pun mengeras  begitu menyadari rencananya gagal lagi kali ini. Sandy berhasil lolos dari niat buruknya karena ternyata tanpa ia sangka Allea menyusul Sandy ke kantor. Jadi sudah pasti mereka melakukan hal yang Amira inginkan. Terlebih melihat rambut Allea yang terurai setengah basah makin membuat hati Andre teriris-iris membayangkannya. Andre pun perlahan pergi dari cafe menuju mobilnya sembari menelpon Amira berniat memberitahukan hal itu.


#Flashback Off

__ADS_1


Sampai di apartemen mereka tak langsung tidur, Sandy kembali membuka laptopnya setelah meletakkan ponsel. Sedangkan Allea menonton tivi sambil rebahan di sofa begitu ia kembali dari kamar mandi. Entah kenapa ia rasakan sering sekali buang air kecil. Apa mungkin karena seharian ini ia banyak minum air dingin ditambah malam ini juga cuaca lumayan dingin , pikirnya. Sebentar kemudian tangannya meraih ponsel di meja sebelahnya, membuka-buka aplikasi jajan online. Padahal tadi ia sudah makan tapi mulutnya masih ingin ngemil.


"Sayang..kamu mau ngemil gak? Aku mau pesan online ini"


"Aku udah pesen barusan"


"Yee..koq gak bilang sih? Pesan apa?"


"Ramen pedas kesukaan kamu, kamu mau kan?"


"Iih...aku gak suka!"


"Lah...tumben. Lha terus kamu pengen apa?" tanya Sandy sambil terus melihat ke laptop tanpa mempermasalahkan penolakan Allea.


"Aku lagi pengen yang manis-manis, aku mau...martabak redvelved aja ah.." jawab Allea sambil jarinya berselancar dilayar ponsel. Sebentar kemudian ia sudah memesan apa yang diinginkannya.


"Iya...terserah kamu asal di makan. Pesan yang dekat aja biar gak lama nunggu" jawab Sandy yang diiyakan Allea. Mereka pun kembali asik masing-masing.


"Aduh...nih sayang, tolong pegang hp aku siapa tau ojolnya nyampe. Aku mau ke kamar mandi dulu" kata Allea berlari kecil sambil menyerahkan ponsel ke suaminya.


"Mau apa lagi sayang?" kejar Sandy


"Pipis" jawab Allea berteriak Allea dari belakang. Sandy geleng-geleng kepala heran.


"Gak tau, seharian ini aku banyak minum dingin soalnya, hehe.." jawab Allea nyengir. Sandy berdecak.


"Udah ya, habis ini jangan minum dingin lagi! Cuaca juga lagi dingin ini" Allea mengiyakan sambil mengangguk patuh.


Beberapa menit kemudian terdengar bel pintu berbunyi. Sandy bangkit lalu membuka pintunya yang ternyata pesanan makanan mereka datang bersamaan.


"Ini martabak kamu udah sampai" kata Sandy mengulurkan bungkusan martabak ke Allea. Allea pun menyambut senang dan segera melahapnya setelah menyiapkan ramen Sandy.


"Gak mau nyicip ramen aku?" tawar Sandy.


"Enggak ah sayang, lagi gak suka. Bosen"


"Ya udah, aku mau nyicip martabak ya nanti, sisain" kata Sandy.


Allea menutup mulutnya. "Tinggal 4 potong nih, hihi...maaf khilaf" kata Allea nyengir karena tak sadar sebungkus martabak manis akan ia habiskan sendiri tanpa ingat suaminya.


Sandy pura-pura kecewa menepuk keningnya membuat Allea mengulum senyum.


"Maaf...ya udah ini kamu habisin aja" kata Allea melingkarkan tangannya ke leher Sandy.


"Gak papa, kamu aja yang habisin...aku cuma bercanda tadi" jawab Sandy mencubit hidung Allea.

__ADS_1


"Huu...jago akting ya sekarang!" Allea balas mencubit pinggang Sandy sambil berlalu ke dapur mengambil minum. Tangannya pun masih sempat menyambar sepotong martabak lagi. Sandy hanya tersenyum melihat kelakuan Allea yang ia pikir sedang doyan ngemil.


"Kamu masih lama?" tanya Allea melihat Sandy tak kunjung menyudahi pekerjaannya.


"Hmm...yaa lumayan. Kamu bobo duluan aja, nanti aku nyusul"


"Gak ah! Ntar kalo gak ditungguin bisa sampai pagi!" jawab Allea sedikit sewot.


"Ya kan ini aku cicil sekarang biar besok pulangnya lebih awal, gitu. Sejam lagi aku stop koq"


Allea manggut-manggut. "Kalo gitu aku ke kamar ya, ngantuk nih"


"Iyaa...kamu duluan aja"


"Nite.." Cup. Allea mendaratkan kecupan di kening Sandy.


"Nice dream sayang" jawab Sandy lalu membalas kecupan Allea.


Paginya, Sandy bangun lebih dulu tapi tak melakukan apapun dan hanya duduk bersandar di ranjang. Kedua tangannya menyatu dibelakang kepala. Semalam matanya pun susah memejam karena memikirkan kejadian malam itu. Ya, ia masih tak habis pikir kenapa malam kemarin tiba-tiba ia merasakan gairah yang berlebihan hingga harus memaksa Allea datang. Entah apa jadinya jika malam itu Allea tak bisa datang? Apa mungkin ia akan melakukannya dengan orang lain yang ia temui karena keinginannya yang tak tertahankan? Gimana dengan perasaan Allea kalo hal itu sampai benar terjadi? Sandy menggeleng kuat lalu memijit keningnya. Semua yang pertanyaan itu benar-benar mengganggu pikirannya. Ia menoleh ke Allea disampingnya yang masih memejam. Tangannya terulur mengusap pipi Allea.


'Kamu memang selalu datang di saat yang tepat, my queen', batinnya.


Mengingat entah sudah berapa kali Allea memberinya keberuntungan. Merasakan ada sentuhan di wajahnya Allea membuka mata lalu menggeliat kecil. Matahari belum terlihat tapi ia sudah melihat suaminya terjaga.


"Kamu koq udah bangun sayang?" tanya Allea dengan suara serak khas bangun tidur. Sandy tersenyum mengusap rambut Allea.


"Gak tau kenapa semalam aku susah tidur.."


"Kenapa?" Sandy angkat bahu.


Allea membangunkan tubuhnya lalu ikut duduk di sebelah Sandy. Menyandarkan wajahnya ke pundak Sandy dengan manja.


"Kepikiran aja, koq aku ngerasa semalam ada yang berniat isengin aku ya?"


"Hmm?" Allea mengernyit.


"Kamu heran gak sih sayang? Gak biasanya kan aku kaya semalam?" tanya Sandy dengan mimik serius.


"Iya sih, kaya bukan kamu. Tapi..menurut kamu kira-kira siapa?"


Sandy diam, perihal siapa yang meracuninya pun belum terungkap tapi malah ada persoalan baru. Sandy pikir, Andre sudah tak mengganggu mereka lagi. Apa mungkin..?? Sedetik kemudian Sandy menepuk keningnya sendiri hingga Allea terperanjat.


"Kenapa gak kepikiran sih?!"


"Apa?!"

__ADS_1


__ADS_2