Love After Parting

Love After Parting
LAP 17


__ADS_3

Seminggu sudah Eleanor disekap di tempat terpencil. Mereka bertiga tidak diijinkan untuk keluar dari gubuk itu. Para bodyguard berjaga-jaga di setiap sudut, agar Eleanor dan anaknya tidak melarikan diri.


Diam-diam Hanna sering mengirim kabar melalui pesan pada Merry. Dia juga selalu menanyakan kabar sang majikan. Hanna yang tahu bagaimana keadaan Leonard pun memberitahukan pada Eleanor.


Kecelakaan yang dialami oleh Leonard membuat laki-laki tampan itu harus dirawat di ICU selama dua hari. Keadaan Leonard kritis, kakinya patah dan harus dioperasi. Benturan keras di kepalanya mengakibatkan gegar otak ringan.


Leonard tidak sadarkan diri selama 10 jam lamanya. Begitu tersadar orang yang pertama kali dicari adalah istri dan anaknya. Hal itu membuat nyonya Elisabeth merasa sedih.


Bagaimana tidak sedih, di saat anaknya sangat membutuhkan perhatian dari sang istri. Istri dan anaknya ternyata dis*nd*ra.


Tuan William Gladston sudah berusaha menemui besannya, akan tetapi mereka bungkam. Tidak mau memberitahu dimana Eleanor dan baby Abraham disembunyikan.


Untuk itu, tuan William mengerahkan seluruh anak buahnya, untuk mencari keberadaan cucu dan menantunya. Tuan William tidak ingin melihat anaknya bersedih. Apalagi setelah tahu, jika Leonard tidak bisa berjalan untuk sementara waktu.


Setelah satu Minggu dirawat, Leonard dikunjungi oleh asisten rumah tangganya. Sang asisten rumah tangga menceritakan semua yang diketahuinya pada Leonard. Dia meminta Leonard untuk pura-pura tidak tahu agar anak dan istrinya tidak dipindahkan dari tempatnya yang sekarang.


Merry sering berkirim pesan pada Hanna di malam hari. Penjagaan yang ketat membuat komunikasi mereka terbatas. Walaupun begitu mereka tetap berkirim kabar.


"Nona Eleanor dan Tuan Muda dalam keadaan baik-baik saja, Tuan. Saya harap Tuan segera sembuh dan menjemput mereka di Adelaide," ucap Merry sebelum meninggalkan ruang rawat inap Leonard.

__ADS_1


"Terima kasih, Merry. Kamu memang dapat dihandalkan!" puji sang majikan, Leonard.


"Tidak perlu berterima kasih, Tuan. Saya menjalankan semua ini karena rasa tanggung jawab saya dengan sebagai pekerja. Bahkan jika harus berkorban darah sekali pun," ujar Merry.


Sementara itu di Adelaide, Eleanor menangis setelah mendengar kabar. Jika sang suami mengalami kecelakaan saat mencari dirinya.


"Sudah, Nona. Nanti mereka semakin curiga jika kita bisa berhubungan dengan dunia luar," bujuk Hanna pada sang majikan.


Hanna sungguh tidak tega melihat majikan perempuannya itu. Setiap hari menangis dan tidak mau makan.


"Nona jangan bersedih terus, kasihan Tuan muda. Dia masih konsumsi ASI sebagai makanan pokok. Walaupun sudah ada makanan pendamping ASI, tetapi dia lebih membutuhkan ASI. Kita tidak punya stok ASI di sini. Saya mohon Nona, demi Tuan Muda." Hanna tidak berhenti membujuk.


Hari pun berganti, satu bulan sudah Leonard berpisah dengan anak dan istrinya. Dan sekarang, sudah dua Minggu Leonard pulang dari rumah sakit. Dia dibawa pulang ke rumah kedua orang tuanya. Sedangkan Merry ikut bersama Leonard, tetapi dua hari sekali Merry membersihkan apartemen sang majikan.


Setiap hari dia selalu mengirimkan pesan pada Hanna, agar Eleanor bersabar dan tenang. Setelah Leonard bisa berjalan dia akan menjemput anak dan istrinya. Oleh karena itu, mereka semua harus tetap sehat.


"Hanna, kenapa aku terlambat datang bulan? Seharusnya dua Minggu yang lalu aku datang bulan. Kenapa sampai sekarang belum?" ucap Eleanor penuh kekhawatiran.


Dia tidak ingin menjalani kehamilannya seperti dulu lagi, tanpa didampingi oleh suami ataupun keluarganya. Kedua orang tuanya tidak sekalipun menjenguknya setelah membuangnya di desa terpencil itu.

__ADS_1


"Nona, mungkin sebentar lagi Tuan Muda akan memiliki adik," tebak Hanna tanpa sungkan.


Hanna melihat sendiri dengan mata kepalanya saat kedua majikannya menyatu sebelum menikah lagi.


"Jangan Hanna! Aku tidak mau lagi, hamil tanpa didampingi suami. Cukup saat hamil Abraham saja aku hamil tanpa suami dan keluarga yang mendampingi," ucap Eleanor panik.


"Tenang, Nona. Kita beli dulu alat tes kehamilan untuk memastikannya," hibur sang pengasuh.


*


*


*


Hai semuanya, aku mau rekomendasikan novel yang sangat menarik untuk dibaca, karya temenku Liana Kiezia.


Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya 🤗🤗


__ADS_1


__ADS_2