
Eleanor sudah melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Alexi. Diberi nama itu karena saat masih dalam kandungan, orang tuanya sedang berjuang untuk mendapatkan restu agar bisa bersatu kembali.
Setelah kelahiran anak keduanya, Leonard mulai memegang tampuk kepemimpinan di WGC, dengan Anna Grace sebagai sekertarisnya. Anna Grace adalah sekretaris Eleanor sewaktu masih membantu sang ayah mengurus WGC.
Semakin hari keduanya semakin dekat. Mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama hingga malam hari di kantor. Tak jarang juga mereka menghadiri undangan dari rekan bisnis Leonard.
Kesibukan Leonard memulihkan kondisi perusahaan, membuat hubungannya dengan Eleanor mulai renggang. Hal ini dikarenakan, Leonard pergi pagi-pagi sekali dan pulang saat malam sudah larut.
Eleanor yang seharian lelah mengurus dua balita, memilih memejamkan matanya dari pada menunggu kepulangan sang suami yang belum pasti jamnya.
Sampai suatu hari, saat Alexi berusia lima bulan, dia mendapatkan foto sang suami sedang bermesraan dengan mantan sekretarisnya.
Sementara itu, Leonard yang berada di kantor tidak mengetahui jika ada yang mengirimkan fotonya bersama sang sekretaris pada Eleanor, istrinya.
"Leon, sebaiknya kita makan siang dulu. Nanti kita lanjutkan lagi pekerjaan ini," ucap Anna dengan manja.
Anna tidak lagi memanggil tuan pada Leonard sejak mereka semakin akrab. Anna sering membawakan makanan untuk sarapan Leonard. Sehingga Leonard tidak pernah lagi menikmati sarapannya di rumah bersama anak dan istrinya.
"Baiklah, kita makan siang! Mau keluar atau layanan antar saja, hmm?" sahut Leonard dengan senyumannya.
Leonard yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Dulu dia sangat mahal tersenyum, tapi sekarang dia mudah memberikan senyumnya pada sang sekretaris.
"Bagaimana kalau kita makan di luar saja? Aku punya rekomendasi tempat yang sangat menarik dan tentunya sangat enak masakannya. Mau coba?" tawar Anna sambil memainkan matanya dengan genit.
__ADS_1
"Ok! Siapa takut?" jawab Leonard dengan antusias.
Akhirnya mereka berdua pergi ke restoran yang telah direkomendasikan oleh Anna, sang sekretaris centil.
Anna terpesona saat pertama kali melihat Leonard. Saat itu, Leonard menggendong baby Abraham mengikuti Eleanor rapat dengan supplier bahan baku.
Melihat hot daddy dengan wajah tampan dan postur tubuh yang sangat proporsional, jiwa petualang Anna bangkit seketika. Oleh karena itu dia selalu mencari cara untuk dekat dengan Leonard. Kini usahanya untuk mendekati Leonard telah berhasil. Tinggal menaklukkan hatinya agar bisa dimiliki.
*
Eleanor menyempatkan diri untuk menunggu suaminya pulang. Walau badan lelah ingin istirahat dan malam telah larut, Eleanor tetap berusaha terjaga.
Jam satu dini hari, Leonard baru saja memasuki rumahnya. Tampak lampu masih menyala di ruang keluarga. Dia pun mendekat dan menelisik ruangan itu.
Betapa terkejutnya Leonard, dilihatnya sang istri duduk dengan wajah lesu. Tampak kantung mata menghitam menghiasi wajahnya.
"Ele? Kenapa tidak tidur di kamar saja, hmm?" tegur Leonard sembari mendekati istrinya.
"Aku kira kamu sudah lupa dengan rumah ini. Rupanya masih mengingat kami walaupun sudah ada yang baru," ucap Eleanor sinis, menutupi perasaannya yang hancur.
Walaupun hatinya menangis, Eleanor tidak menunjukkannya. Pandangan matanya datar dan terkesan sinis. Rasa sakit yang dirasakan, membuat dia rapuh. Namun dia tidak ingin suaminya mengetahui itu.
"Mana mungkin aku melupakan orang yang selalu mendampingi dalam duka. Tetap kamu dan anak-anak yang memenuhi hati dan pikiranku. Kenapa kamu berpikir seperti itu, hmm?"
__ADS_1
"Apa kamu tidak merindukanku? Sudah lama kita melepas rindu," ucap Leonard seraya mengecup wajah kemudian merembet ke leher Eleanor.
*
*
*
Mampir yuk ke karya temenku, jangan lupa tinggalkan jejak ya 🤗
Judul: TAWANAN CINTA PLAYBOY
Napen: Thatya0316
Blurb
Thalia Rafika Azhari mencintai sahabatnya sendiri dalam diam. Meskipun dia tahu kalau sahabatnya itu merupakan seorang playboy. Namun, kedekatannya dengan Sandiaga Lancanter membuat Thalia tidak bisa berpaling dari rasa cintanya.
Hingga pada saat orang tuanya menjodohkan dia pada seorang lelaki pilihan keluarganya, Sandiaga merasa sangat terpukul sehingga dia mencari cara agar menggagalkan perjodohan itu.
Mungkinkah pernikahan Thalia berjalan sesuai rencana? Atau dia kembali bersama Sandiaga meskipun hanya sebagai sahabat? Ataukah keduanya sama-sama menyadari kalau memiliki cinta yang tersimpan rapi di hati untuk sahabatnya?
__ADS_1