
"Dasar bo*doh! Kerja begitu saja tidak becus. Bisamu apa, hah? Kamu hanya bisa bekerja di ranjang saja, selain itu apa? Aku membayar kamu mahal bukan hanya untuk aku tiduri, melainkan untuk menghancurkan orang-orang yang telah membuat hidupku menderita. Mengerti kamu, Bo*doh?" teriak Michael murka.
Emosi Michael sudah tidak terbendung lagi. Usahanya untuk menghancurkan Leonard sia-sia. Semua dikenakan Anna yang tidak berhasil mengambil hati Leonard. Akan tetapi malah jatuh cinta pada laki-laki yang menjadi musuhnya itu.
"Aku tidak tahu kalau akan ketahuan. Aku sudah membayar mahal waiters itu. Ternyata dia lebih takut pada asisten kepa rat itu. Malah obat itu dicampur ke minumanku dan minuman Tuan Oxy. Aku minta maaf, Mike!"
"Kalau saja kamu tidak jatuh cinta pada laki-laki brengs*k itu, ini tidak akan terjadi! Karena kamu bo*** makanya tidak bisa membedakan mereka sudah tahu rencana atau belum! Lain kali jangan pakai hatimu untuk bekerja! Cukup pakai otakmu!" teriak Mike semakin murka.
"Maaf, Mike... aku pun sebenarnya tidak ingin jatuh cinta padanya. Mencintainya membuat aku lemah, aku mengikuti saja apa yang diminta olehnya. Selain karena aku hanya bawahan, rasa cintaku membuat aku tidak bisa berpikir jernih. Aku kira kebaikannya itu tulus ternyata..."
"Jangan banyak alasan! Kalau aku tidak bisa membuatnya hancur Leonard dengan cara halus, maka aku akan menghancurkannya melalui istri dan anaknya!" ancam Michael dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.
*
*
Sementara itu, Eleanor dan Leonard masih berjuang mendapatkan restu dari nyonya Theresa.
Hari ini mereka kembali mendatangi kediaman keluarga Winston dengan membawa anak-anak mereka. Kali ini Leonard sengaja membawa makanan untuk makan siang bersama sang mertua.
"Kita sudah sampai, turun yuk!" ajak Leonard pada anak dan istrinya, tidak lupa dengan dua pengasuh anaknya.
Mereka berenam turun sambil menenteng paper bag yang berisi menu makan siang mereka. Kedatangan mereka disambut oleh pekerja senior yang telah lama mengenal Eleanor.
__ADS_1
"Mommy ada di rumah 'kan?" tanya Eleanor begitu masuk ke dalam rumah.
"Nyonya sedang berada di ruang baca, Nona," jawab asisten rumah tangga yang bernama Green. Wanita paruh baya itu sudah bekerja di sana sejak 25 tahun yang lalu.
Eleanor pun berjalan menuju ruang baca. Dia sengaja sendirian ke ruangan itu agar ibunya tidak marah.
"Mom... Mommy!" panggil Eleanor sembari membuka pintu ruangan itu.
Nyonya Theresa mengangkat kepalanya ketika ada suara yang memanggil namanya.
"Mau apalagi kamu ke sini? Kamu bukan anakku lagi! Aku tidak memiliki anak durhaka seperti kamu," ujar nyonya Theresa begitu melihat siapa yang datang mencarinya.
"Aku tidak butuh kamu! Pergi kamu dari rumahku!" usir nyonya Theresa tanpa perasaan.
"Mommy..." Eleanor menggelengkan kepala seolah menyangkal pendengarannya sendiri.
Ternyata sang ibu masih menyimpan dendam padanya, terlebih pada suaminya. Tidak adanya bukti jika Leonard tidak bersalah, membuat nyonya Theresa tetap tidak mau merestui dan menerima Leonard sebagai menantu.
Eleanor pun segera meninggalkan ruangan itu, berlari ke lantai bawah. Dengan tangan sesekali menghapus air matanya yang mengalir tiada henti.
Leonard kaget mendengar suara langkah seseorang yang tergesa-gesa menuruni tangga. Dia pun segera berlari mendekati tangga, dia khawatir jika itu istrinya yang turun sambil berlari.
"Ele..." ucap Leonard dengan suara tercekat.
__ADS_1
"Kenapa menangis, Honey?" tanya Leonard khawatir.
"Sebaiknya kita memang tidak usah ke sini lagi, Le! Biar kita tahu seberapa besar arti kita baginya. Ini terakhir kali kita ke sini! Jangan paksa aku lagi untuk datang ke rumah ini!" jerit Eleanor di sela isak tangisnya.
*
*
*
Mampir yuk ke karya temenku, tak kalah seru lho.
Judul : LELAKIKU
Napen : Tika Permata
Perempuan mana yang tak menginginkan sosok lelaki yg bertanggung jawab dihidupnya. Yah, sebuah perjalanan kisah cinta yg panjang untuk Annara.
Cinta pertamanya gagal karena Tomy memilih tuk berselingkuh dari Annara. Begitu banyak lelaki mencoba mendekati dirinya saat ia memilih untuk sendiri. Tanpa ia sadari dirinya telah menaklukkan begitu banyak hati lelaki.
Akankah dia mendapatkan seorang lelaki yang diinginkannya?
__ADS_1