Love After Parting

Love After Parting
LAP 18


__ADS_3

"Tidak! Ini tidak mungkin... huhuhu..." Eleanor menangis tergugu bersandar pada dinding kamar mandi dengan tangan memegang alat tes kehamilan.


Alat itu menunjukkan tanda dua garis merah, yang artinya Eleanor positif hamil. Hamil di saat jauh dari ayah anak dalam kandungannya. Sama seperti saat dia hamil baby Abraham.


"Nona! Anda sudah terlalu lama di dalam, sebaiknya segera keluar agar tidak masuk angin," teriak Hanna seraya mengetuk pintu kamar mandi.


Eleanor langsung menghapus air mata di pipinya saat mendengar suara Hanna mengetuk pintu. Dia langsung bangkit berdiri kemudian berjalan mendekati pintu dan membukanya.


"Nona, apa yang terjadi?" tanya Hanna panik melihat mata sang majikan yang sembab, karena habis menangis.


Eleanor berjalan dengan gontai menuju ranjang. Duduk mengusap lembut kepala baby Abraham. Air matanya kembali mengucur dengan derasnya.


"Kenapa adikmu juga harus merasakan hal yang sama dengan kamu, Abra?" ucap Eleanor dengan air mata yang terus mengalir.


"Nona hamil?" tanya Hanna seakan tak percaya mendengar kabar bahagia tersebut.


Ya, kabar bahagia jika itu sampai di telinga Leonard dan keluarganya. Namun, tidak bagi kedua orang tua Eleanor.


"Lihatlah!" Eleanor mengulurkan tangannya yang menggenggam alat tes kehamilan.


Hanna pun cepat-cepat melihat hasil alat tes kehamilan tersebut.


"Waahhhh... selamat ya Nona! Abraham akan segera memiliki adik. Tuan Gladston pasti akan sangat bahagia bila mendengar kabar ini. Mulai sekarang, Nona harus banyak makan. Kasihan sama dedek bayinya," ucap Hanna bahagia.

__ADS_1


*


Orang tua Eleanor segera datang begitu mendengar kabar bahwa Eleanor sedang berbadan dua.


"Gugurkan kandungan kamu! Kami akan mengurus berkas perceraianmu dengan Leonard segera. Kami akan mencarikan pengganti yang lebih baik dari dia," perintah tuan Robert Winston.


Tuan Robert Winston dan istrinya, Theresa Winston baru saja tiba di rumah itu. Tujuan kedatangan mereka adalah melenyapkan bayi dalam kandungan anak perempuannya itu. Mereka terlalu membenci Leonard, sehingga semua yang berhubungan dengannya akan membangkitkan amarahnya.


"Tidak! Ele tidak akan pernah lakukan itu. Ele tidak mau sepanjang sisa umur Ele penuh dengan penyesalan," sahut Ele sembari menggelengkan kepalanya melihat tatapan amarah dari kedua orang tuanya.


"Jangan bodoh Ele! Leonard tidak akan mau menerima anak dalam kandunganmu itu," teriak nyonya Theresa murka.


"Ele mohon, Daddy dan Mommy tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga Ele. Ijinkan kami kembali ke Melbourne. Ijinkan kami bersatu!" pinta Ele sambil bersujud di kaki sang ayah.


"Heh! Dasar bo doh! Kamu masih mengharapkan laki-laki tidak berguna itu. Dia tidak menginginkan kehadiran kalian. Kalau dia menginginkan kalian, sudah pasti dia akan menjemput kalian. Tapi lihatlah, sudah satu bulan kalian di sini. Apa dia datang umrik menjemput? Tidak bukan?" hasut tuan Robert Winston.


Nyonya Theresa pun tak mau kalah. Dia menceritakan apa yang tidak dilakukan oleh Leonard. Mereka berdua berusaha mencuci o74k Eleanor. Dengan menceritakan kebohongan demi kebohongan tentang Leonard dan keluarganya.


"Dari pada kamu menyesal nanti, lebih baik gugurkan kandungan kamu sekarang juga. Mumpung usia kandungannya masih muda, janinnya belum terbentuk. Setelah itu kamu menikah dengan laki-laki pilihan kami."


"Percayalah, semua itu kami lakukan demi kebahagiaanmu. Kebahagiaan putri kesayangan Mommy dan Daddy satu-satunya." Nyonya Theresa tidak menyerah membujuk Eleanor agar mau menggugurkan kandungannya.


Berbeda dengan Leonard dan keluarganya, mereka menyambut dengan gembira kehamilan Eleanor. Semangat sembuh Leonard seperti api yang disiram dengan bensin.

__ADS_1


"Mom, aku harus cepat sembuh agar bisa menjemput mereka. Aku sudah tidak sabar lagi bertemu mereka," ucap Leonard saat mendengar kabar dari Merry.


Hanna memberitahu Merry jika mereka akan memiliki majikan baru. Merry pun langsung menyampaikan kabar tersebut pada tuannya.


Leonard pun mengikuti terapi agar bisa cepat berjalan. Dia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu anak dan istrinya. Apalagi kabar gembira yang baru didengarnya, menjadi cambuk untuk dia segera sembuh.


*


*


Hai para kezeyengankuuhh, aku bawa rekomendasi karya temenku aku nih. Jangan lupa mampir dan baca ya, tinggalkan jejak juga!


Napen: CovieVy


Judul: Ternyata Suamiku Gigolo


FB : Sofie Amelia


Blurb :


Seperti biasanya, Bang Alan pulang kerja ketika Azan Subuh mulai menggema. Saat itu pula aku mulai bekerja mengais rezeki sebagai buruh cuci, pakaian para tetangga.


Sebelum mencuci pakaian orang lain, aku memprioritaskan mencuci pakaian keluargaku sendiri. Namun, aku sungguh dikejutkan oleh benda keramat dari kantong celana yang digunakan suamiku tadi malam.

__ADS_1


Benda itu merupakan sebuah bekas bungkus ****** yang dulu sering aku lihat di televisi. Ini milik siapa? Kenapa ada di kantong celana milik suamiku?



__ADS_2