
"Kamu memang tidak pernah meninggalkanku. Bahkan kamu selalu berdiri paling depan membelaku. Mungkin kamu sudah bosan berdiri terlalu lama bersamaku, sehingga hanya keluhan dan keluhan yang keluar dari mulutmu setiap hari," sahut tuan Robert datar.
"Bagaimana aku tidak mengeluh? Kehidupan saat ini berbanding terbalik dengan beberapa bulan yang lalu. Seandainya saja kita tidak menjadi buronan, mungkin saat ini kita masih bisa menikmati harta kita. Ini salahmu, kenapa ingin melenyapkan dia! Cukup menjauhkan Eleanor dengannya saja 'kan bisa?" ucap nyonya Theresa dengan air mata berlinang.
"Sudah buron, harus terpisah dengan Eleanor lagi! Bagaimana perasaanmu saat ini, hmm? Apa kamu juga memikirkan perasaanku? Cukup sekali aku kehilangan anak, Robert! Huhuhu..."
Tangis nyonya Theresa yangs sejak tadi ditahan, akhirnya pecah juga.
Nyonya Theresa teringat akan anak laki-lakinya yang seumuran dengan menantunya, Leonard. Anak laki-laki itu harus meregang nyawa di usianya yang masih sangat muda.
Alexandre Winston harus menghembuskan napasnya karena terlambat ditangani oleh dokter. Keadaan ekonomi mereka saat itu belum mapan seperti saat ini.
Flash back on
Tampak seorang ibu dengan seorang bayi dalam gendongannya, tengah panik mendapati anaknya yang lain kejang-kejang. Dia pun berteriak meminta bantuan pada siapapun yang dia lihat. Akan tetapi mereka tidak ada yang menolong. Keadaan ekonomi yang serba pas-pasan membuat mereka enggan menolong.
Jika membawa ke rumah sakit pun akan bernasib sama, karena pihak rumah sakit sudah pasti tidak mau menangani sebelum melakukan pembayaran. Oleh karena itu, mereka hanya melihat saja tanpa melakukan apapun untuk membantu.
Di saat yang bersamaan, suami si wanita tadi sedang menyelamatkan seorang bocah laki-laki yang seumuran dengan anaknya yang besar. Bocah laki-laki yang ditolong itu adalah Leonard Gladston, ahli waris tunggal sebuah rumah sakit dan perusahaan makanan kesehatan (healthy food).
Leonard hampir saja tertabrak mobil yang melaju kencang. Laki-laki yang menolong Leonard adalah tuan Robert Winston, seorang pedagang kerajinan tangan hasil kreasi sendiri dan istrinya.
__ADS_1
Usai ditolong, orang tua Leonard datang menghampiri tuan Robert. Mengucapkan terima kasih. Di saat itulah, terdengar seseorang memanggil Robert. Memberitahu jika anaknya dalam keadaan sekarat.
Leonard dan orang tuanya beserta tuan Robert, langsung bergegas menuju bangunan yang tak jauh dari tempat itu. Flat yang ditempati oleh tuan Robert beserta anak istrinya sangatlah kecil.
William meminta pada Robert untuk menggendong bocah laki-laki berusia enam tahun itu. Mereka bergegas menuju rumah sakit terdekat. Namun sepertinya Tuhan berkehendak lain. Anak laki-laki yang bertubuh sangat kurus itu akhirnya menghembuskan napas terakhir di pangkuan sang ayah.
Leonard selamat dari maut berkat pertolongan Tuhan melalui tangan tuan Robert. Sedangkan anak tuan Robert sendiri tidak bisa tertolong karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Bocah laki-laki bernama Alexander Winston yang itu menghembuskan napasnya begitu sampai di rumah sakit.
Sejak saat itu, tuan William Gladston dan tuan Robert Winston menjadi akrab. Tuan William memberikan sejumlah uang untuk modal usaha tuan Robert. Oleh karena itulah, kenapa Eleanor dan Leonard dijodohkan.
Kegagalan rumah tangga Eleanor dan Leonard, membuat tuan Robert sakit hati. Dia begitu tulus menyelamatkan nyawa Leonard, tapi kenapa Leonard tega menyakiti anak kesayangannya.
Tuan Robert menjadi gelap mata dan menaruh dendam pada Leonard, dan ingin menghabisi nyawa sang menantu.
Flash back off
"Robert, tak adakah teman atau karyawanmu yang bisa dimintai tolong?" tanya nyonya Theresa pada suaminya.
"Untuk apa?"
"Untuk apa katamu? Jelas untuk meminjamkan sejumlah uang, agar kita buka usaha di sini!" jawab nyonya Theresa ketus.
__ADS_1
*
*
Hai semuanya, othor bawa rekomendasi karya yang bagus banget nih. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya 🤗
Judul: GORESAN LUKA
Napen: SyaSyi
Pernikahan adalah sebuah impian setiap orang, tetapi bagaimana rasanya kalau kita menikah dengan orang yang salah? Perkenalan yang begitu singkat membuat Anindya tak mengenal jelas sosok Argantara suaminya. Niat hati ingin mendapatkan kebahagiaan, dia justru mendapatkan goresan luka yang dibuat oleh sang suami. Lantas, siapakah yang disalahkan dalam hal ini? Mungkinkah takdir tak berpihak kepadanya?
Anindya Saputri, wanita berusia 24 tahun yang harus merasakan luka dan penderitaan yang mendalam dalam pernikahannya. Pernikahan tak seperti dalam bayangannya. Dia telah salah dalam memilih suami. Argantara bukanlah suami yang baik untuknya. Banyak rahasia yang belum terungkap.
"Aku capek, harus terus terlihat bahagia di depan semua orang. Menutupi kelakuan kamu!"
-Anindya Saputri-
"Aku yakin kamu akan selalu mempertahankan aku dan tak akan pernah pergi meninggalkan aku."
-Argantara Wijaksono-
__ADS_1
Rahasia apa yang dimiliki Argantara? Akankah Anindya tetap mempertahankan pernikahannya?