Love After Parting

Love After Parting
LAP 46


__ADS_3

"Eelleeaannooorrrrrr!" teriak Leonard sekuat mungkin, saat melihat mobil yang ditumpangi Eleanor mulai kehilangan kendali.


Mobil yang ditumpangi oleh Eleanor pun oleng dan menabrak pembatas jalan, berakhir dengan posisi terbalik sebelum akhirnya terseret beberapa meter. Dalam waktu yang sama, pasukan kiriman dari George pun tiba di tempat kejadian.


Anak buah Mike pun gagal membawa Eleanor pada tuannya. Hal ini dikarenakan anak buah Leonard berjumlah lebih banyak, selain itu juga Leonard sudah siap siaga hendak menghabisi orang bayaran Michael tersebut. Maka orang itu langsung melarikan diri menghadap pada tuannya.


Orang suruhan Mike telah sampai di kediaman sekaligus tempat persembunyiannya selama ini.


"Mana perempuan itu? Di mana Eleanorku?" teriak Mike begitu orang yang diperintahkan menangkap Eleanor datang menemui.


"Maaf, Tuan. Mobil yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan dan terbalik. Saya tidak bisa membawa dia karena banyak bodyguard yang menjaganya," jawab orang itu ketakutan karena telah gagal menjalankan tugas.


"Apa katamu? Sudah aku bilang bukan? Jangan sakiti Eleanor! Kenapa kamu menakutinya hingga terjadi kecelakaan? Dasar tidak becus!" Amarah Mike meledak mendengar wanita yang dia cintai itu mengalami kecelakaan karena ulah orang bayarannya.


Michael mengambil pistolnya kemudian menembak mati orang bayaran itu. Dia tidak mau mendengar berita kegagalan.


Kembali di tempat kejadian perkara, di mana mobil yang ditumpangi Eleanor terbalik.

__ADS_1


Para anak buah Leonard mencoba mengeluarkan Eleanor dan sopir dari dalam mobil. Tidak mudah mengeluarkan penumpang dengan keadaan mobil terbalik.


Sebagian dari mereka langsung mengeluarkan Eleanor dari dalam mobil tersebut. Sebagian mengejar anak buah Mike. Sisanya mengeluarkan sang sopir.


Mereka harus gerak cepat atau Eleanor dan sopirnya menjadi daging panggang. Asap sudah mulai mengepul dari arah kap mobil, saat Eleanor dan sang sopir sudah berhasil dikeluarkan. Tak lama kemudian mobil mulai dilahap si jago merah dan meledak.


Eleanor dan sopirnya segera dilarikan ke rumah sakit. Dalam perjalanan ke rumah sakit sang sopir menghembuskan napas terakhirnya. Sedangkan Eleanor dalam keadaan kritis.


Begitu tiba di rumah sakit, Eleanor sudah ditunggu oleh beberapa tenaga medis pilihan. Mereka bertindak cepat untuk kesembuhan istri pemilik rumah sakit tersebut. Mereka bekerja dengan maksimal untuk kesembuhan Eleanor.


Eleanor mengeluarkan banyak darah dari kepala dan hidungnya. Sehingga harus segera dilakukan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.


Satu jam... dua jam... Kini sudah enam jam Leonard menunggu di depan ruang operasi, namun dokter belum juga keluar dari ruangan itu.


Beberapa menit kemudian saat Leonard ingin meninggalkan ruangan itu, dokter pun keluar.


"Maaf, Tuan. Saya sudah berusaha dengan maksimal. Namun, Tuhan juga yang menentukan," ucap sang dokter.

__ADS_1


Leonard langsung berlari ke dalam ruangan operasi. Tampak olehnya sang istri sudah tertutup kain putih. Dia pun melangkah mendekat pada tubuh yang sudah terbujur kaku itu.


Kepala Eleanor dibebat perban secara menyeluruh, karena usai dioperasi. Wajah Eleanor tampak pucat seperti kapas. Tidak hanya di kepalanya, kaki dan tangan Eleanor pun dibungkus perban. Tangan kanan Eleanor mengalami patah tulang, sedangkan kakinya hanya lecet karena gesekan dengan pintu saat dikeluarkan dari mobil.


"Ele... bangun, Sayang! Jangan tinggalkan kami. Kami sangat membutuhkanmu, tanpamu kami tidak akan bisa berdiri. Aku mohon, bangunlah! Bangunlah demi Abraham dan Alexi, mereka masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayangmu. Bangun, Honey!" ucap Leonard sambil memeluk kekasih hatinya yang terbujur kaku.


"Eleanor, bangun kataku! Kamu tidak boleh pergi! Aku melarangmu pergi! Eleeeee..."


*


*


*


Sambil menunggu Leonard dan Eleanor up, mampir juga ya ke karya recehku yang baru "Tuhan, Izinkan Aku Bahagia"


Jangan lupa tinggalkan jejaknya di sana 🤗

__ADS_1



__ADS_2