
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengikuti anak buah Mike. Saat ini mereka mengepung kediaman Mike.
Setelah dua jam baku hantam dan baku tembak, akhirnya pihak kepolisian berhasil melumpuhkan pertahanan Mike dan anak buahnya.
Banyak nyawa terbang percuma dalam pertarungan kali ini. Anak buah Mike hanya tinggal beberapa orang saja, sedangkan pihak kepolisian ada beberapa diantaranya yang terluka tapi tidak sampai tewas.
Mike terkena tembakan pada kaki dan tangannya, sehingga langsung digelandang ke hotel prodeo. Para polisi menyisir tempat tersebut takut masih ada anak buah Mike yang berkeliaran bebas.
Polisi menemukan Anna Grace yang disekap di kamar kecil seperti gudang. Keadaan Anna sangat mengenaskan. Ada beberapa luka memar di wajahnya. Tidak hanya itu saja, tangan Anna juga terlihat memar dan lecet akibat diikat kuat oleh anak buah Mike.
Anna Grace pun dilarikan ke rumah sakit karena dia dalam keadaan tidak sadarkan diri. Setibanya di rumah sakit dia langsung ditangani oleh tenaga medis. Polisi pun telah menghubungi George, memberitahu adanya penangkapan orang yang mencelakai nyonya majikannya.
*
*
"Tuan, Tuan!" panggil George pada sang majikan.
Leonard yang sedang melamun itu akhirnya tersadar. Ya, dalam keadaan panik dan kecemasan yang mendalam, membuat seorang Leonard membayangkan sesuatu yang belum tentu terjadi.
"Ternyata hanya halusinasi saja, syukurlah!" ucap Leonard sambil meraup wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
"Ada George?" tanya dokter spesialis kandungan itu.
Sebelum George menjawab pertanyaan sang Tuan, dokter yang menangani Eleanor keluar dari ruang operasi. Leonard dan George menoleh secara bersamaan.
"Tuan Leonard!" panggil dokter tersebut.
Merasa namanya dipanggil, Leonard pun mendekati sang dokter.
"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Leonard tidak sabar.
"Kondisi Nyonya saat ini sedang kritis, kita tunggu sampai dua jam ke depan semoga dia bisa melewati masa kritisnya," jelas dokter itu.
Leonard terduduk lemas mendengar keadaan sang istri, belahan jiwanya itu diantara hidup dan mati. Leonard benar-benar takut kehilangan wanita yang telah mendampinginya dalam suka dan duka beberapa tahun terakhir.
Rasanya tidak sanggup hidup tanpa wanita yang telah berjuang untuknya itu. Terlalu banyak kebaikan yang Eleanor beri untuknya. Sedangkan dirinya hanya bisa memberi luka dan membuat wanita itu meneteskan air mata karena dia.
Eleanor sudah dipindahkan ke ruang ICU, dengan peralatan medis menempel di sekujur tubuhnya. Denyut jantung pun terdengar lemah, seolah tak berdetak.
Leonard duduk di samping brankar, memegang tangan Eleanor. Kemudian membawa tangan tersebut ke mulutnya. Dia ke cup berulang kali agar wanita cantik bertubuh mungil itu terbangun.
"Wake up, Honey!" bisik Leonard di telinga Eleanor.
__ADS_1
Pertahanan Leonard runtuh sudah, air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya pun menetes juga.
Dua jam kemudian, Eleanor dinyatakan sudah melewati masa kritisnya. Namun, dia belum sadarkan diri hingga beberapa hari.
Sementara itu, George menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan kabar tentang Mike pada Leonard. Sehari setelah kejadian itu, akhirnya George memberitahu pada Leonard jika Mike sudah tertangkap. Namun, tidak ada tanggapan sama sekali dari bibir sang Tuan. George masih betah menunggu perintah selanjutnya.
"Buat dia membusuk di penjara!"
Akhirnya keluar juga perintah yang ditunggu oleh George sejak tadi.
George pun segera melaksanakan perintah dari sang Tuan. Semua dilakukan karena rasa loyalitasnya yang tinggi.
Kini satu Minggu telah berlalu, Eleanor masih betah tidur. Tidak ada perubahan sama sekali.
Leonard setiap hari mengunjungi istrinya di ruang ICU disela jam kerjanya. Do'a dan harapan selalu dia panjatkan demi kesembuhan sang istri. Tetapi sepertinya dia harus lebih bersabar. Hari ini dia kembali melihat keadaan sang istri untuk kesekian kalinya.
"Bangun, Sayang. Cepet pulih kembali, agar kita bisa keliling dunia seperti yang kamu inginkan. Aku akan antarkan kamu ke kota-kota pariwisata yang terkenal. Kita berlibur berdua, bukankah kita belum pernah honeymoon? Kita akan honeymoon ke tempat yang kamu suka, kita beri adik perempuan untuk Abraham dan Alexi," ucap Leonard dengan tangan sesekali menyentuh pipi sang istri.
"Abraham dan Alexi sudah menunggu kepulanganmu. Mereka masih membutuhkan kasih sayangmu... Tidak, tidak hanya mereka saja yang membutuhkanmu. Aku lebih membutuhkanmu untuk memberiku semangat menjalani hidup."
"Bangun, Sayang!"
__ADS_1