
Eleanor tidak mau lagi bertandang ke rumah ibunya. Seperti itulah seseorang jika sudah benci, selalu saja mencari kesalahan orang yang dibencinya. Bahkan hal yang tidak pernah dilakukan pun tuduhan akan tetap dilayangkan.
Eleanor sebelumnya sudah diberitahu oleh Goerge. Sekretaris yang dikiranya sangat baik ternyata menikung dari belakang. Sekretarisnya itu telah menghancurkan WGC secara perlahan. Namun bersikap sok menjadi pahlawan.
"Le, kenapa kamu diam saja melihat sepak terjang Anna? Kenapa tidak langsung kamu pecat saja dia?" protes Eleanor begitu pulang dari rumah ibunya.
Eleanor sangat kesal dengan sikap nyonya Theresa, yang masih bersikukuh tidak mau menerima Leonard. Padahal karena Leonard 'lah WGC bisa bangkit dan menopang kehidupan sang ibu.
Ditambah lagi, sang ibu lebih percaya pada sekretaris murahan itu dibanding dengan menantunya sendiri. Padahal sudah jelas jika wanita ular itu yang membuat WGC kacau.
"Kalau Anna Grace aku pecat sekarang, kita tidak tahu tujuan utamanya menghancurkan WGC dan rumah tangga kita. Selain itu aku juga gak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Lebih baik mengawasi dia, kemudian kita atur strategi untuk membuatnya tak berkutik. Kamu harus sabar jika suatu waktu dia menjebakku," sahut Leonard.
"Tinggal selangkah lagi, maka Tuan Michael akan keluar dari persembunyiannya. Maka booom! Saat itulah boom kita ledakan," potong George menimpali.
George lebih sering mendampingi Leonard sejak kejadian yang menyulut api cemburu Eleanor.
Ya, Eleanor sempat marah pada Leonard, saat melihat beberapa foto yang diberikan oleh nyonya Theresa. Leonard sudah menjelaskan semuanya, namun Eleanor lebih percaya dengan foto yang direkayasa oleh Anna Grace.
Kemarahan dan kekecewaan Eleanor tidak berlangsung lama. Semua itu dikarenakan George dengan sigap memasang badan untuk membela tuannya.
George menjelaskan bagaimana cara Leonard menghadapi wanita ular itu. Untuk memancing Mike keluar tentu saja dengan mendekati Anna Grace. Namun, Leonard tahu batasan yang boleh dilakukan dan tidak sebagai seorang laki-laki beristri.
*
*
__ADS_1
Siang ini, Leonard disibukkan dengan beberapa berkas kerja sama yang telah mencapai kesepakatan bersama.
"Siang, Tuan. Satu jam lagi anda ada janji bertemu dengan pimpinan perusahaan "Oxy corporate". Tuan sudah membuat janji dengan Tuan Oxy satu bulan yang lalu. Kemarin saya juga sudah mengingatkan Tuan, jika Tuan lupa," ucap Anna panjang dan lebar.
Anna mengetahui jadwal pertemuan itu, karena bulan lalu masih dia yang menghandle semua tugas sekretaris.
"Baiklah. Dimana kita bisa menemui Tuan Oxy?" sahut Leonard dengan pandangan mata pada berkas di mejanya.
"Di restoran hotel Royal, Tuan," jawab Anna Grace.
"Kenapa harus di restoran hotel? Tidak di restoran lainnya?" gumam Leonard tanpa menanyakan alasan Anna membuat pertemuan di restoran hotel bintang lima. Padahal selama ini tidak pernah mengadakan rapat di sebuah restoran hotel bintang lima. Kecuali Leonard sedang berkunjung ke tempat rekan bisnisnya.
"Saya memesan tempat di restoran hotel "Royal" karena saat ini Tuan Oxy menginap di hotel tersebut, Tuan," jawab Anna dengan lancar.
"Ok! Kamu bisa keluar, sebentar lagi kita berangkat," ucap Leonard sembari melambaikan tangan menyuruh Anna keluar dari ruangannya.
Satu jam kemudian...
Leonard pergi menuju hotel Royal ditemani oleh sekretaris dan asisten pribadinya. Dia sengaja membawa keduanya agar tidak kesusahan saat presentasi barang yang ditawarkan.
Sesampainya di restoran tersebut, tuan Oxy sudah menunggu di ruang VIP yang telah dipesan oleh Anna.
"Siang, Tuan Oxy. Maaf membuat anda menunggu lama. Tadi ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa saya tunda. Sekali lagi, maaf," ucap Leonard sambil tangannya menyalami rekan bisnisnya itu.
"Tak masalah. Saya baru lima menit duduk di sini. Jadi tak masalah, masih bisa ditoleransi. Kalau setengah jam, mungkin saya akan membatalkan kerja sama kita. Hahaha..." jawab tuan Oxy dengan ramah.
__ADS_1
*
*
*
Sambil menunggu Eleanor dan Leonard up, mampir juga ke karya temenku ya.
Judul : DADDY LUCAS
Napen: Tyatul
Blurb:
Menjadi seorang duda saat anaknya baru terlahir ke dunia membuat seorang Lucas Abraham harus menjadi single parents untuk putrinya diusia baru menginjak 23 tahun.
Istri tercintanya meninggal saat melahirkan putri cantiknya ke dunia. Diketahui sang istri terkena racun yang sudah menyebar ditubuhnya selams ini.
Bayi bermata biru itu Lucas namai, Laura Abrahan agar nama istrinya selalu melekat dalam diri Laura.
"Daddy janji akan selalu menyayangimu sayang."
Hingga saat dimana Laura kecil selalu menanyakan dimana Mommynya? Apa Mommy akan pulang?
Dengan kedatangan seorang wanita yang mirip dengan mendiang istrinya membuat Lucas goyah akan pendiriannya untuk terus mencintai sang istri.
__ADS_1
Apalagi Laura selalu memanggil wanita itu Mommy.