Love After Parting

Love After Parting
LAP 38


__ADS_3

Tuan Robert melakukan perlawanan sehingga polisi pun melakukan tindakan. Baku hantam pun tak terelakkan lagi. Mereka saling pukul dan tendang. Tuan Robert berlari ke arah semak-semak di pinggir jalan.


Nyonya Theresa hanya bisa melihat dari kejauhan, suaminya lari dari kejaran polisi. Theresa hanya bisa berdo'a untuk keselamatan sang suami. Tak lama kemudian terdengar suara tembakan. Nyonya Theresa pun hanya bisa meneteskan air mata.


Nyonya Theresa sudah memprediksi ini, polisi pasti melepaskan tembakan untuk melumpuhkan buronan. Apalagi suaminya selalu melakukan perlawanan.


Para polisi itu menggotong tubuh tuan Robert yang berlumuran darah di bagian pinggang. Lalu meletakkan tuan Robert di jok belakang bersama seorang polisi. Sedangkan dua orang polisi lainnya mendatangi nyonya Theresa dan nelayan yang bernama James.


"Nyonya dan Tuan, silakan ikut kami sebagai saksi!" ucap salah seorang polisi.


Dengan pasrah, James dan nyonya Theresa mengikuti para polisi itu. Akhirnya mereka bertiga di gelandang ke kantor polisi.


Tuan Robert langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, sedangkan nyonya Theresa dan James dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.


Sesampainya di rumah sakit keadaan tuan Robert sangat buruk. Dia kehilangan banyak darah sehingga koma. Sementara itu James meminta bantuan pada George untuk membebaskan dirinya dan nyonya Theresa.


Tuan Robert akhirnya menghembuskan napas terakhir di salah satu rumah sakit di Maitland, tanpa didampingi oleh keluarga. Sedangkan nyonya Theresa dibebaskan dari tuduhan karena dia hanya ikut kemana suaminya pergi. Sedangkan James dijatuhi sanksi ditarik kepemilikan SIM-nya, karena melawan polisi.


Tidak ada bukti yang menunjukkan nyonya Theresa terlibat dengan rencana pembunuhan tuan Robert. Walaupun bebas dari jeratan hukum, tidak membuat nyonya Theresa bahagia.


Bagaimana akan bahagia jika belahan jiwanya telah meninggalkan dia untuk selamanya?


Jasad tuan Robert dibawa ke kediamannya di Melbourne dua jam setelah dinyatakan meninggal. Nyonya Theresa yang membawanya pulang. Dia ingin tuan Robert mendapatkan penghormatan yang terakhir dari keluarganya.

__ADS_1


*


*


"Ele, ayo bersiap-siap! Kita akan pergi ke rumah ayahmu. Aku dengar katanya orang tuamu pulang hari ini," ucap Leonard pada istrinya.


Dia sengaja tidak memberitahu jika tuan Robert sudah meninggal. Dia akan memberitahu nanti saat tiba di kediaman mertuanya itu.


"Kenapa kita harus ke sana sekarang? Tidak besok saja, mereka pasti lelah dan ingin istirahat. Kita ke sana besok saja, ya?" jawab Eleanor tetap duduk tanpa mau beranjak.


"Ayolah Ele! Kita sudah lama tidak bertemu mereka. Apa kamu tidak merindukan mereka?" bujuk Leonard, dalam hatinya dia bersedih tapi dia harus bersandiwara.


"Baiklah kalau kamu memaksa!" ujar Eleanor cemberut.


Akhirnya mereka pun berkemas. Kedua anak mereka sengaja tidak diajak ikut serta.


"Mereka sedang tidur. Kasihan kalau tidurnya terganggu. Kita di sana sebentar saja, hanya menanyakan kabar. Setelah itu kita pulang, bagaimana?" jawab Leonard beralasan.


Eleanor pun terdiam sejenak, kemudian mengangguk tanda setuju dengan usulan sang suami.


Mereka berdua berangkat menuju kediaman Robert Winston dengan seorang sopir. Hal ini ditujukan agar Leonard bisa menghibur sang istri agar tidak bersedih saat mengetahui ayahnya sudah meninggal.


Mereka tiba di kediaman Winston saat rumah itu sudah ramai oleh polisi dan beberapa keluarga besar Winston. Hal ini membuat Eleanor curiga.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi, Le? Kenapa banyak sekali polisi dan orang-orang di sini? Kamu mengetahui sesuatu!" cerca Eleanor begitu mobil berhenti di halaman.


Akhirnya dengan berat hati Leonard mengatakan kebenaran itu.


"Kamu yang sabar, ya. Ayahmu sudah meninggal. Orang-orangku baru saja mengabari. Mungkin setengah jam lagi akan tiba di rumah. Saat ini mereka dalam perjalanan pulang," ucap Leonard hati-hati, dia tidak ingin melihat air mata menetes di pipi sang istri.


"Nggak! Nggak mungkin Daddy meninggal! Kamu bohong 'kan?" teriak Eleanor histeris, dia menarik baju Leonard menuntut jawaban.


"Daddy!" Eleanor langsung keluar dari mobil dan menerobos masuk ke dalam rumah.


*


*


Mampir yuk, ke karya temenku! Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🤗


Judul : DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM


Napen: Anisyah S


Blurb:


Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya.

__ADS_1


Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya? Lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung?



__ADS_2