Love After Parting

Love After Parting
LAP 49


__ADS_3

Nyonya Theresa kembali ke rumah sakit besok paginya. Dia mulai menyadari kesalahannya. Tak seharusnya dia menyalahkan Eleanor atas kematian suaminya. Seharusnya juga dia merestui anaknya rujuk kembali dengan Leonard.


Nyonya Theresa melihat sendiri ketulusan cinta Leonard pada anaknya itu. Bahkan WGC saat ini sudah maju dengan pesat berkat Leonard, melebihi dulu. Saat perusahaan itu belum terpuruk.


Nyonya Theresa mengusap lembut punggung tangan sang anak. Kemudian tangannya beralih ke wajah tirus Eleanor yang pucat bagai kapas.


"Maafkan Mommy, Ele. Semua ini terjadi karena salah Mommy. Seandainya Mommy mau berlapang dada menerima suratan takdir, mungkin kita masih bisa bercanda."


Hhhh...


"Ele, bangunlah! Mommy tidak ingin sendiri lagi. Mommy ingin kamu temani di hari tua Mommy. Bangunlah, Nak!" ucap nyonya Theresa sembari menciumi wajah Eleanor.


Air mata nyonya Theresa membasahi wajahnya juga wajah Eleanor. Air mata itu terus mengalir ke pipi nyonya Theresa.


Tiba-tiba pintu terbuka, Leonard berdiri mematung melihat ibu mertuanya menangis sambil memeluk dan mencium sang istri. Hatinya berdenyut nyeri, melihat pemandangan di depan mata. Tak terasa air mata menetes di pipi.


"Nyonya Theresa, sebaiknya anda menenangkan diri. Jangan menangis lagi di dekat Eleanor! Ajak dia bicara yang membuat dia bahagia. Jangan ingatkan masa sedihnya!" ucap Leonard lirih, dia tidak bisa berkata-kata jika di dekat sang istri. Hatinya pilu melihat tidak ada perubahan sama sekali pada kondisi istrinya itu.

__ADS_1


"Maafkan aku Leonard, semua ini karena aku yang salah sehingga dia tidak mau membuka mata. Rasa trauma menjalani hidup membuat Eleanor enggan membuka mata..."


"Aku telah memberi dia rasa trauma itu. Aku datang karena ingin meminta maaf pada Eleanor. Semoga dalam tidur panjangnya dia mau memaafkan orang tua yang penuh salah dan dosa ini," ucap nyonya Theresa seraya meninggalkan ruangan itu.


Leonard hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dia melangkahkan kakinya mendekati sang istri. Lalu dia mengambil tisu basah untuk menyeka wajah ayu istrinya yang basah oleh air mata.


"Bangun, Honey. Semua menunggumu membuka mata. Aku pastikan akan ada kebahagiaan setelah ini," ucap Leonard sambil membersihkan wajah istrinya.


Setelah selesai dan dirasa bersih, Leonard mengecup kening Eleanor dalam dan lama. Menyalurkan rasa sayang dan kerinduan yang mendalam.


"Cepat bangun biar kita bisa bermain bersama anak-anak. Alexi sudah mulai belajar berjalan. Apa kamu tidak ingin melihatnya berlari?"


"Kamu tahu? Alexi tadi terjatuh saat baru dua langkah berjalan. Hahaha... lucu sekali, Ele! Apa kamu tidak penasaran melihat mereka, hmm? Ayo bangunlah jika kamu ingin melihat anak-anak kita membuat ulah, ulah yang membuat kita tertawa karena tingkah lucu mereka!"


Akhirnya Leonard merasa lelah, mencoba mengajak Ele berbicara dan bercerita. Dia pun berteriak frustasi karena tidak tahu harus melakukan apa agar istrinya bangun lagi.


"Ele, bangun! Kalau kamu tidak mau bangun juga, jangan salahkan aku. Jika aku mencari penggantimu itu berarti aku sudah tidak mau lagi bersamamu. Sebelum aku mencari wanita lain, sebaiknya kamu buka mata kamu. Bangun Ele!" teriak Leonard frustasi. Dia menjambak rambutnya sendiri dengan kuat, untuk menyalurkan rasa sesak di dadanya.

__ADS_1


Sementara itu di luar ruangan, nyonya Elisabeth menutup mulut dengan punggung tangan. Seakan tak percaya dengan pendengarannya. Anak yang dia percaya mencintai sang istri begitu dalam, akhirnya menyerah juga.


"Kamu kenapa, Elisabeth?" tanya tuan William saat melihat wajah syok istrinya.


"Leonard mengamuk! Dia mengancam akan mencari wanita lain jika Eleanor tidak kunjung bangun," jawab nyonya Elisabeth sambil meneteskan air mata.


*


*


*


Maafkan diriku yang baru bisa up, kesibukan RL sangat menyita waktu dan tenaga. Akhirnya aku pun tumbang. Semoga kalian semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa diberikan kesehatan. Aamiin 🀲🀲🀲


Semoga para readers sekalian masih setia menanti kisah Eleanor dan Leonard.


Sambil menunggu Eleanor dan Leonard up, silahkan mampir juga ke karya recehku yang lain πŸ€—

__ADS_1


Terima kasih, I LOVE U All😘😘😘


__ADS_2