
"Robert sudah tewas! Apa kamu tahu itu?" ucap Anna Grace sembari mengusap dada bidang Mike, tangannya bermain di dada dan rahang laki-laki yang mempunyai kumis tipis itu.
"Aku sudah mendengarnya. Sekarang target selanjutnya. Kamu harus bisa membuat Leonard bertekuk lutut padamu. Dengan begitu, aku bisa dengan mudah menghancurkannya!"
Tatapan mata Mike begitu tajam bagai pedang yang siap menghunus. Tampak sekali kebencian dan dendam di sorot matanya. Hal itu membuat Anna sedikit takut.
"Leonard susah untuk ditaklukkan, membuatku semakin tertantang untuk membuatnya bertekuk lutut di kakiku," ucap Anna yang langsung mendapat tatapan lebih tajam dari sebelumnya.
"Apa kamu lebih tertarik padanya?" tanya Mike dengan memicingkan sebelah matanya.
"Ti-tidak! T-tentu k-kamu yang paling menarik dan menantang, Baby," sahut Anna dengan senyum dibuat semanis mungkin.
"Oh, ya? Bagaimana kalau kita buktikan, apakah aku yang lebih menantang atau dia?" Amarah Mike semakin tersulut karena pujian untuk orang lain.
Mike pun langsung menyambar bibir Anna, kemudian m3lum4tnya dengan ra kus. Tanpa ada kelembutan sama sekali. Hanya ada naf su dan amarah yang menguasai.
"Aahhh..." jerit Anna ketika tiba-tiba saja Mike memasukinya dengan kasar.
Ada rasa sakit dan nikmat yang dirasakan oleh Anna. Dia sudah terbiasa melayani naf si dan ga*irah Mike yang tidak ada aturannya.
*
*
Leonard tetap berada di sisi sang istri. Rasanya tidak tega membiarkan Eleanor sendirian larut dalam kesedihannya.
Leonard mendampingi sang istri untuk mengantarkan sang ayah ke peristirahatan yang terakhir. Leonard mencoba menghibur sang istri berulang kali, namun sepertinya Eleanor larut dalam kesedihan karena rasa kehilangan orang terdekatnya
__ADS_1
Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut Eleanor. Dia tampak syok melihat ayahnya terbujur kaku dengan bersimbah darah.
Semua orang yang mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir, ikut membantu memberi dukungan dan menghibur pihak keluarga yang ditinggalkan.
Semua telah pergi meninggalkan makam itu, tinggalah Eleanor dan Leonard di sana.
"Daddy! Bangun jangan tinggalin Ele sendiri di sini!"
Eleanor menangis dan meraung meratapi kepergian ayahnya. Dia merebahkan diri atas pusara sang ayah, memeluk nisan dengan air mata bercucuran.
Melihat hal itu, Leonard pun menarik Eleanor ke pelukannya. Mencoba menghibur sang istri. Dia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh wanita bertubuh mungil, yang telah menemaninya di saat susah maupun senang.
"Daddy, pergi Le! Dia ninggalin aku. Huhuhu..." adu Eleanor dengan tangan menggenggam erat lengan baju Leonard.
Eleanor benar-benar membutuhkan tempat bersandar dan tempat itu telah ada, yaitu di dada bidang sang suami. Leonard tetap memeluk sang istri sampai tangis Eleanor reda.
*
*
Nyonya Theresa sangat marah pada Eleanor, dia menyalahkan Eleanor atas kematian suaminya. Dia berpikir seandainya Eleanor memilih patuh untuk tidak rujuk dengan Leonard, mungkin Robert masih hidup saat ini.
"Mom..."
"Pergi kamu dari sini! Pergiiii!" usir nyonya Theresa sembari mendorong badan Eleanor.
"Mommy..." ucap Eleanor lirih, seolah tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh orang yang sangat disayanginya itu. Wanita yang melahirkan dan membesarkan dirinya itu begitu murka.
__ADS_1
Leonard menggenggam tangan sang istri kemudian menuntunnya keluar dari rumah besar itu. Rumah yang menjadi saksi tumbuh kembang Eleanor sejak dia berusia dua tahun.
"Jangan kamu masukkan ke dalam hati ucapan ibumu tadi. Saat ini suasana hatinya sedang kacau. Besok kita ke sini lagi," bujuk Leonard.
"Apa aku salah? Kalau aku memilih melihat kebahagiaan anak-anakku dari pada orang tuaku..."
"Setiap ibu pasti ingin melihat anak-anaknya bahagia. Walaupun harus mengorbankan kebahagiaannya."
*
*
*
Pagi semuanya, para readers tersayang... Othor Gabut hari ini bawa rekomendasi novel lagi lho. Mampir yuk!
Judul : JANGAN HINA KEKURANGANKU
Napen : Ocybasoaci
Cyra adalah gadis yang terlahir dengan kelainan genetik, kebotakan sejak lahir. Dia dipaksa menggunakan hijab untuk menutupi kekuranganya. Keluarganya menganggap bahwa Cyra adalah pembuat malu. Dia juga sering mendapatkan kekerasan dari orang tuanya.
Karena bisnis keluarga terancam bangkrut, Cyra dijodohkan dengan Naqi (cucu pengusaha kaya) dengan perjanjian keluarga Naqi akan mengucurkan dana untuk bisnis orang tua Cyra.
Di malam pertama, Naqi terkejut dengan kebotakan Cyra. Naqi marah karena merasa dibohongi. Bagaimana nasib Cyra? Akankah ia kembali mengalami kekerasan seperti yang dulu pernah dialami?
__ADS_1