Love And Medicine

Love And Medicine
Keadaan Membaik


__ADS_3

Gale begitu bersemangat, Ia bangun pagi-pagi buta, mandi dan bersiap-siap. Dia sudah tidak sabar untuk menyambut kedatangan Naava sepulang dari rumah sakit. Ia ingin membuat sesuatu kejutan yang special untuk Naava kali ini.


Gale masuk ke kamar Naava, Ia hidupkan lampu kamar yang ada disebelah pintu masuk. Kemudian perlahan-lahan Gale mulai membersihkan kamar Naava yang didalamnya berserakan buku-buku dan tumpukan makalah, Ia susun rapi selimut dan bantal-bantal kembali ke tempatnya, serta Gale juga menambahkan aroma therapy-Lavender disudut kamar, agar Naava bisa lebih relaks nanti, saat belajar dikamar untuk ujian semester yang harus Ia hadapi.


Sebagai pemanis, Gale menaruh sebuket bunga diatas meja belajar Naava, ada tulisan disana ‘ Welcome back home Naava, ayo semangat lagi untuk Ujian selanjutnya. Kamu pasti bisa!’. Gale meletakkan bunga itu dengan senyuman, Ia berharap semangat Naava akan kembali lagi dengan adanya bunga itu, seperti senyuman ceria Naava yang dulu.


Siang ini adalah jadwal Naava pulang kerumah, Ia dijemput oleh Gale dan Oma yang sudah sampai dari tadi pagi dirumah sakit. Oma menyarankan Danang untuk pulang dan tidak perlu ikut mengantar kerumah, karena sudah terlalu letih beberapa hari ini mengurus Naava. Danang yang sempat menolak untuk pulang, terpaksa harus ikut dengan instruksi Oma, ia tak bisa membantah jika Oma sudah angkat bicara. Selama diperjalanan, Oma dan Naava asik mengobrol tentang kondisi rumah, selama beberapa hari ditinggal oleh Naava.


Sesekali Gale ikut menyambung pembicaraan mereka, perjalanan yang macet menjadi terasa singkat karena asiknya obrolan mereka dimobil siang itu. Sepertinya hanya dalam sekejab, mereka sudah tiba saja dirumah.


“Selamat datang dirumah, sayang. Kamu pasti rindu dengan kamarmu,” kata Oma sambil mengelus kepala Naava.


“Iya, Oma,” jawab Naava sambil tersenyum sambil memperhatikan Gale yang sedang berjalan membuka pintu gerbang rumah.


“Dia galak, ya? ,” Tanya Oma tiba-tiba sambil tersenyum melihat Naava yang terus memperhatikan pergerakan Gale


“Ha? Dia? Iya..,” kata Naava terbangun dari lamunannya


“Tapi dia sangat khawatir dengan keadaanmu..,” sambung Oma lagi dibalas senyum simpul oleh Naava.


“Kalau Oma jadi kamu, pasti Oma langsung mau jadi pacarnya,” kata Oma sambil tertawa kecil, terlihat wajah Naava yang malu-malu mendengar Oma tiba-tiba berkata seperti itu


“Pacar siapa, Oma?,” kata Gale yang tiba-tiba masuk kedalam mobil


“ENGGA! Itu.. Pacar… pacar siapa tadi Oma? HAA! Itu.., pacar tukang sayur langganan Oma. Galak katanya.. Yakan, Oma?,” jawab Naava buru-buru, takut Oma menceritakan pembahasan mereka tadi.

__ADS_1


“Iya, Galak tapi cakep,” kata Oma yang langsung di senggol oleh Naava kakinya. Wajah Naava pucat, takut Gale mengetahui pembicaraan mereka.


Naava dibantu berjalan perlahan oleh Gale memasuki rumah, sementara Oma langsung sibuk beberes menyusun baju-baju Naava, dan perlengkapan yang mereka bawa dari rumah sakit ke dalam rumah. Beliau juga langsung pergi ke dapur untuk segera menyiapkan makan malam mereka.


“Selamat datang dikamarmu,” kata Gale sambil menuntut langkah Naava pelan pelan ke arah kamar.


“Iya. Terima kasih,” kata Naava perlahan masuk ke dalam kamarnya. Ia langkahkan kakinya selangkah demi selangkah dan sejenak Ia terpukau dengan kondisi kamarnya yang bersih, rapi dan tercium wewangian yang menenangkan.


“Kamarku bersih sekali, dan…. wangi. Aku suka, Gale. Ini kamu yang bersihkan?,” Tanya Naava merasa senang dengan kejutan yang diberikan Gale. Ia menghirup dalam-dalam wangi aroma therapy Lavender yang tersibak dari kamarnya.


“Iya. Kamu suka?,” Tanya Gale sambil tersenyum


“Suka, suka sekali, terimakasih ya,” jawab Naava sambil menatap mata Gale. Secara kebetulan, mata mereka bertatapan dengan sangat dekat. DEG!


‘Kenapa jantung ini berdegup kencang?’ Pikir Naava dalam hati. Ia dengan segera memanglingkan wajahnya, suasana diantara mereka berdua menjadi canggung dan mereka juga salah tingkah.


“Hmm,” jawab Gale sambil menganggukkan kepala.


“Terima kasih ya. Aku suka semuanya. Kamu pasti cape menyiapkan ini semua,” kata Naava pada Gale


“Dengan senang hati. Silahkan beristirahat ya," kata Gale membantu Naava untuk merebahkan badannya ke tempat tidur. Gale segera beranjak kepintu keluar kamar Naava untuk membiarkannya istirahat sejenak.


"Dan.. Tolong, untuk lain kali, apapun yang terjadi dengan kamu, aku lah orang pertama yang harus tahu,” kata Gale berjalan perlahan menutup pintu dan mematikan lampu kamar Naava


“Ya, aku janji,” kata Naava sambil tersenyum. Gale menutup pintunya dengan rapat, membiarkan Naava beristirahat.

__ADS_1


***


Semakin hari, kondisi Naava semakin membaik. Ia juga sudah mulai untuk kembali beraktivitas, masuk kuliah, belajar siang malam dan mengikuti ujian-ujian susulan.


Ada yang berbeda dengan persiapannya kali ini. Setiap sore, Gale datang ke kamarnya untuk sekedar mengajarinya tentang beberapa mata kuliah, bahkan Gale tidak segan-segan untuk membantu Naava mengerjakan makalahnya. Ia juga tidak lupa menjadi Alarm bagi Naava yang terkadang lupa akan jam makan malamnya, karena keasyikan belajar.


Setelah musim-musim ujian selesai, akhirnya tiba masa pengumuman. Ya, pengumuman hasil ujian akan ditayangkan hari ini melalui portal online. Gale menemani Naava untuk melihat pengumuman hasil ujian tengah semesternya melalui lapotop miliknya.


“Atas Nama Naava Kencana, Spesialis Anestesi, Nomor mahasiswa 001922987 dinyatakan…………..,” kata Naava sambil membaca dengan perlahan dan seksama.


“LU…LUS..!! YEEEYYYY!,”kata Naava melompat kegirangan refleks memeluk Gale. Gale hanya diam dan pasrah dirinya dipeluk kegirangan oleh Naava. Ia turut senang Naava bisa lulus disemua mata kuliahnya, pada UTS kali ini


“Galeeee! Makasih yaa! Kita harus rayain ini!!,” kata Naava kegirangan sambil melompat-lompat


“Iya,” jawab Gale sambil tersenyum.


“Eh, Gimana kalau malam ini kita makan malam untuk merayakan kelulusanku? Kita makan di Belmondo, yuk! Itu loh, tempat steak kesukaanku. Kemarin kan kita batal makan disana, nah malam ini kamu harus coba deh! Aku yang traktir!,” kata Naava girang


“Ayo, siapa takut,” kata Gale tersenyum melihat tingkah Gadis periang yang satu ini.


Senang rasanya hubungan diantara mereka berdua yang semakin baik hari demi hari.


Gale yang juga sedang ikut bereuforia atas kelulusan Naava berencana untuk pergi keluar, Ia ingin mencari hadiah kecil sebagai ucapan selamat pada Naava. Ia berniat untuk memberikan hadiah itu nanti malam, sembari makan malam mereka berdua. Namun tiba-tiba handphone di kantongnya kembali berdering,


'*Panggilan masuk dari : Ajeng'

__ADS_1


Ada apa dengan Ajeng, tiba-tiba Ia menelfon*?


__ADS_2