
Naava terus terpikir dan sedih karena Gale yang diam dan marah kepadanya. Ia tidak bisa tidur, dan memutuskan untuk membuka handphonenya. Ia lihat kontak Gale yang bertuliskan Online di aplikasi pesan Whatsapp, ini berarti Gale tidak tidur dan sedang memegang handphonenya.
Naava mencoba untuk mengirimkan pesan whatsapp untuk Gale.
💌 Naava :
Hai Gale, kamu sudah tidur ya?
Pesan sudah bertanda dua centang berwarna biru, yang artinya pesan itu sudah sampai dan sudah dibaca, namun tidak ada balasan apapun dari Gale.
💌Naava :
Aku minta maaf ya, Gale. Aku salah tidak menjaga sikapku pada Andri didepan kamu. Please, kamu jangan marah lagi dong, Gale. Aku sedih kalau kamu diemin aku terus :(
Lagi-lagi pesan sudah dibaca, namun sampai sekarang tidak ada balasan apapun dari Gale.
💌Naava :
Aku tahu kamu marah padaku Gale. Aku betul-betul sedih kamu diemin aku seperti ini. Aku minta maaf ya, Gale.. I miss you :(
Pesan sudah dibaca, dan tetap tidak ada balasan apapun dari Gale. Naava melihat handphonenya, dan memandangi poto profil Gale.
'Aku nyesel banget Gale, memperlakukan kamu seperti ini. Sekarang, aku kangen banget sama kamu' ucap Naava dalam hati. Ia mencoba membaringkan badannya kembali diatas tempat tidur, namun tiba-tiba pintu kamar Naava diketuk oleh seseorang.
TOK! TOK! TOK!
Naava langsung meletakkan handphonenya ke atas meja, lalu buru-buru membuka pintu kamarnya.
Ia melihat Gale berdiri disana menatapnya. Naava yang melihat Gale berdiri didepan pintu kamarnya, kaget, dan langsung ia peluk Gale dengan erat. Rasanya Naava sangat menyesal, atas sikapnya tadi pada Gale.
Gale yang kaget, tubuhnya dipeluk erat oleh Naava, hanya diam dan tidak merespon apa-apa.
"Gale, aku minta maaf," kata Naava sambil memeluk erat tubuh Gale yang tegap dan tinggi itu.
"Iya, aku kesal sama kamu," jawab Gale dingin
"Aku tau Gale, aku minta maaf ya. Please kamu jangan marah lagi," kata Naava memelas, dan menyandarkan kepalanya ke tubuh Gale.
"Iya.. Tapi awas, jangan sampai aku lihat si mata keranjang itu gangguin kamu lagi ya!, Aku ngga akan segan-segan mematahkan lehernya!!" kata Gale pada Naava
__ADS_1
"Hahaha.. Siap! Aku lebih suka kamu yang marah-marah begini daripada kamu yang diemin aku kaya tadi, " kata Naava sambil tertawa dalam pelukan Gale.
Gale ikut memeluk Naava dengan kedua tangannya, dan membelai rambut Naava yang pirang dan panjang itu.
"Eh, Naa, kamu coba tutup mata deh. Aku mau memberikan sesuatu buat kamu," kata Gale membalikan tubuh Naava
"Hah? Kamu mau kasih apa sih? Kok pake tutup mata segala?," kata Naava penasaran
"Udah, ikutin aja! Bawel banget sih!!," kata Gale marah.
"Ihh! Mau ngasih barang, kok kayak mau ngerampok sih, marah-marah!," kata Naava mulai kesal
Gale membuka kotak perhiasan yang ia beli kemarin. Ia mengeluarkan kalung berbentuk bunga itu, dan mengalungkannya ke leher Naava. Lalu, ia giring Naava ke depan meja di kamarnya.
"Sekarang coba buka mata kamu," kata Gale pada Naava.
Naava membuka matanya, dan melihat sebuah kalung berbentuk bunga krisan, dengan kilauan berlian yang sudah menggantung indah di lehernya.
"Gale.. Ini cantik sekali..," kata Naava speeschless melihat kalung pemberian Gale itu.
"Seperti bayanganku, kalung ini memang terlihat sangat cantik berada dileher indahmu," kata Gale memuji Naava
"Aku ngga tahu harus berkata apa, Gale. Ini indah sekali..," kata Naava yang takjub dengan keindahan kalung pemberian Gale itu.
"Tapi ini pasti mahal sekali, Gale, aku ngga bisa menerimanya..," kata Naava sambil memegang kalung itu.
"Asal kamu tahu, bagiku, kamu lebih berharga dari apapun, Naa. Apalagi dibandingkan dengan kalung itu..," kata Gale sambil tersenyum.
"Aku ngga tahu, kamu bisa se-romantis ini, Gale! Terima kasih ya Gale," kata Naava sambil memberikan kecupan manis dipipi kiri Gale.
Gale yang kaku, dicium oleh seorang Naava hanya terdiam. Wajahnya merah padam setelah dicium pipinya. Namun tiba-tiba terdengar bunyi perut Gale yang keroncongan, ditengah keheningan itu.
KRRRUUUKK KRUUUKKK
"Hahaha.. Kamu lapar ya??? Oiya, Oma sedang pergi, tadi katanya ngga sempat masak. Aku masakin sesuatu buat kamu ya?," kata Naava menawarkan
"Emang kamu bisa masak?," tanya Gale ragu pada kemampuan Naava.
"Jiaaah.. kamu sepele banget sih! Tunggu disini, biar aku masak dulu," kata Naava segera turun ke dapur untuk memasak.
__ADS_1
"Aduh, perasaanku kok ngga enak ya?," ucap Gale pelan.
Setengah jam berlalu, akhirnya Naava selesai dengan memasaknya. Naava segera memanggil Gale untul turun dari lantai dua. Di meja makan sudah tersedia ayam, dengan cah kangkung dan nasi putih lengkap dengan jus jeruk.
"Gale, sini, ayo kita makan dulu," kata Naava mengambilkan nasi ke piring untuk Gale.
"Wah, saya pikir kamu bisanya cuman dandan doang," kata Gale tersenyum sambil duduk di meja makan
"Ini, kamu coba masakan aku ya ," kata Naava bersemangat. Gale mulai memakan ayam semur masakan Naava. Mukanya yang sebelumnya sumringah, berubah seperti orang yang keracunan, pucat pasi.
'Ya Tuhan, ini semur atau air garam sih? Asin beneeer, ayamnya sepertinya belum mateng, dagingnya masih merah, aku mau muntaaaah' ucap Gale dalam hati
"Enak, ngga?," tanya Naava sambil tersenyum
"Uhuk.. uhuk.. hoeek.. Ini enak banget kok, Naa..kamu emang jago masak," kata Gale hampir muntah.
"Ah.. syukurlah, ini kamu juga harus cobain kangkung buatanku. Buka mulutnya.. Aaa.." kata Naava menyuapkan sayur ke mulut Gale.
"Ngg.. ngga usah Naa.. aku bisa sendiri," kata Gale mencoba menolak, tapi Naava sudah terlanjur memasukkan sayur ke mulut Gale
'Astaga, sayur ini rasanya seperti sayur basi, manis asin, baunya kenapa aneh seperti ini? Apasih yang dia masukin ke sayur ini? Hoeeeek!' ucap Gale lagi dalam hati berusaha menelan sayur di mulutnya
"Haaa! Ternyata masakanku sudah mulai enakan, ya Gale? Soalnya dulu, aku pernah masakin Gina dan Alia, eh, besoknya mereka demam. Katanya gara-gara masakan aku! Huh!," kata Naava pada Gale
Gale yang mendengar itu, langsung pucat pasi.
'Matilah aku, sepertinya, habis ini aku juga akan masuk rumah sakit karena keracunan makanan ' ucap Gale dalam hati
"Aku juga mau nyobain masakan aku sendiri, dong!," ucap Naava yang baru mulai makan
"JANGAAAAANN!!!," teriak Gale pada Naava.
"Loh, kenapa, Gale?," tanya Naava menghentikan sendok yang ada ditangannya.
"Kita.. pesen pizza aja yuk?," kata Gale sambil tersenyum kaku
"Kenapa, sih, ini kan enaaaak! Hoeeeeekkkk!!," kata Naava yang memuntahkan makanan yang dimasaknya itu.
"Gale, iya, yuk, pesen pizza..," kata Naava sambil tersenyum juga.
__ADS_1
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, dan akhirnya memutuskan untuk delivery pizza, ketimbang harus menghabiskan masakan Naava. HAHA!
Bersambung..