Love And Medicine

Love And Medicine
Pesta Dansa


__ADS_3

Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh keluarga besar Fakultas Kedokteran, karena tepat pada malam ini akan diadakan Acara Ulang Tahun Fakultas di salah satu hotel berbintang di Jakarta.


Gale yang sepertinya sudah pergi dari tadi sore, sudah mempersiapkan diri betul untuk hadir ke acara pesta dansa malam ini. Ia bahkan tidak sempat menyapa dan berpamitan sama sekali pada Naava, dan malah pergi tanpa suara. Sementara Naava yang sama sekali tidak bersemangat, penuh dengan kebimbangan, apakah tetap datang ke acara malam ini atau duduk diam saja dirumah karena tidak tahu bakal pergi dengan siapa. Sungguh Ia tidak bisa membayangkan, melihat Gale yang tampan dan gagah dengan jas biru dongker, tuksedo, dan dasi kupu-kupunya, harus bersanding dengan wanita lain dan bukan dengan dirinya. Terasa teriris-iris dihati melihat Gale bisa berbahagia malam ini tanpa dirinya disampingnya.


Tiba-tiba ponsel Naava berdering, panggilan dari Danang.


“Halo?,” kata Danang dari sudut telfon


“ Iya, Nang. Ada apa?” tanya Naava pelan


“Kamu sedang apa?,”


“Aku? Sedang.. Tidak sedang apa-apa,sih. Ada apa Nang?,”


“ Aku.. Ehmm. . Aku ingin sekali mengajak kamu untuk pergi ke acara nanti malam,” kata Danang ragu. Dibalas dengan diam oleh Naava.


“Tapi kalau kamu sudah punya teman kesana, It’s okey, gapapa..,” kata Danang dengan suara pelan


“Eh, engga kok, engga. Aku mau,” jawab Naava


"Eh ini serius? Aku jemput kamu jam 7 ya?," kata Danang, dari suaranya sepertinya dia sangat girang.


"Okey," jawab Naava. Ia betul-betul kehabisan akal akan pergi dengan siapa nanti malam. Untung ada Danang yang mengajaknya.


***


Ballroom hotel berbintang itu sudah dipenuhi oleh orang-orang yang berpakaian mewah malam ini. Gale yang tampil dengan jas mewahnya itu, terlihat sangat rupawan malam hari ini. Rambutnya yang Ia tata dengan rapi, badannya yang putih tinggi dibalut jas dan dasi kupu-kupu, ditambah lagi paras rupanya yang putih dan bersegi menambah sempurna penampilannya malam itu. Banyak mahasiswi-mahasiswi yang mencoba mendekatinya, mengajaknya mengobrol, dan salah tingkah untuk mencari perhatiannya. Namun, hanya satu yang ada dipikirannya, 'Dimana Naava? Apa Naava benar-benar tidak hadir malam ini?'


"Eh, siapa perempuan itu? Artis ya?," kata seorang mahasiswi yang sedang mengobrol dekat dengan Gale.

__ADS_1


"Iya dia cantik banget ya!! Mirip artis luar negri! Eh, tunggu dulu!! Itu si Naava bukan sih?," jawab temannya membuat Gale yang mendengar, sontak melihat ke arah pintu masuk Ballroom.


Terlihat disana seorang wanita sedang berjalan memasuki ballroom, rambutnya yang panjang dan pirang bergelombang terurai dengan rapi dan indah. Badannya yang langsing memakai gaun malam berwarna hitam panjang, disertai kilauan-kilauan swarovski di dada dan pinggang. Gaun itu membentuk, dan mengikuti seluruh lekuk-lekuk tubuhnya. Belum lagi, wajahnya yang putih bersinar, dengan pipi yang kemerah-merahan, disertai bibirnya yang tipis menggunakam lipstik merah, menambah aura sexynya terpancar pada malam itu. Ya, dia adalah Naava.


"Hai," kata Naava pada Gale


"Hai, Naa. Kamu kesini dengan siapa?," tanya Gale langsung tanpa basa basi pada Naava. Ia sungguh penasaran.


"Aku? Dengan Danang. Sekarang dia sedang berkumpul bersama teman-temannya, itu, di depan," jawab Naava pelan


"Kenapa dengan dia lagi?? Apa kamu tidak punya teman pria lagi didunia ini selain dia?," kata Gale dengan suara agak tinggi, sepertinya Ia sudah sedikit naik darah


"Ya, karena ada seseorang yang pergi duluan kesini diam-diam, tanpa basa basi meninggalkanku!" jawab Naava yang sudah mulai bete


"Kamu telat malam ini! Seperti biasa!," jawab Gale dingin. Mereka diam-diaman untuk beberapa lama.


"Kalau kamu? Kesini dengan siapa?," tanya Naava memecah keheningan


"Oma?!! Oma ngepain malam-malam disini??," kata Naava terkejut dengan kehadiran Oma


"Loh, Gale meminta Oma untuk menjadi pasangannya dipesta dansa malam ini. Jadi, Oma mau saja. Mumpung mengenang masa-masa muda dulu, hahaha," kata Oma sambil tertawa.


"Kamu? Dasar ya! Kalian berdua sudah mengerjai Naa," kata Naava kesal pada Gale sambil memukul dada Gale. Ternyata wanita yang membuatnya penasaran beberapa hari ini adalah Omanya sendiri!


"Haha, Eh, itu musik pesta dansanya sudah mau dimulai, ayo Gale, ajak Naava berdansa," kata Oma mendorong tubuh Naava kedepan.


Gale yang mendengar ucapan Oma, langsung menyodorkan tangannya dan meminta tangan Naava. Sekarang mereka berdua akan berdansa ditengah ballroom, ditemani beberapa pasangan lainnya.


"Aku tidak pandai berdansa, Gal," bisil Naava pelan

__ADS_1


"Ikuti saja aku pelan-pelan ya," kata Gale. Ia mulai memegang pinggang Naava, dan mereka mulai berdansa, diiringi lantunan musik nan romantis. Tangan dan pinggang Naava digenggam erat oleh Gale, seluruh pandangan di ballroom itu seperti mengarah pada mereka berdua saja. Sangat serasi mereka berdua malam itu. Bak pangeran dengan putri di negeri dongeng.


"By the way, Kamu cantik sekali malam ini," kata Gale sambil mulai berdansa.


"Terimakasih," kata Naava malu dan tertunduk, namun tetap mengikuti irama dansa.


"Beruntung sekali aku, punya calon istri secantik kamu. Pasti sekarang banyak mata pria yang iri melihatku berdansa dengan kamu, ya?," kata Gale lagi, sambil berdansa dan tersenyum. Ia menatap mata Naava dengan dalam. Senyuman Gale yang manis dan memikat itu membuat jantung Naava berdetak sangat cepat.


"Ha? Jangan gombal! Aku tidak secantik itu..," jawab Naava lagi, Ia berputar mengikuti iringan musik.


"Tidak ada yang secantik kamu disini. Aku terpesona dengan penampilanmu malam ini," kata Gale pelan. Naava kaget dengan apa yang disampaikan Gale saat itu. Ia terdiam, dan saat musik dansa akan habis, Gale perlahan mendekatkan wajahnya pada Naava


"I love you, Naa," kata Gale sambil memberikan ciuman manis dibibir Naava.


Naava yang terkejut dengan apa yang disampaikan dan dilakukan Gale padanya, terlihat menikmati momen malam itu. Mereka berciuman cukup lama. Sungguh malam yang tidak akan bisa dilupakan bagi seorang Naava.


"Terima kasih sudah mau berdansa denganku, putri.." kata Gale sambil mencium tangan Naava.


"Iya, sekarang siapkan kudaku, pangeran! Cinderella akan pulang," kata Naava sambil tersenyum.


"Siap, laksanakan tuan putri!," kata Gale lagi.


***


Malam itu Naava pulang bersama Gale dan Oma. Sebenarnya, Danang lah yang ingin mengantar Naava pulang, hanya Oma meminta Danang untuk langsung pulang saja. Karena Naava akan ikut bersama mereka.


Hati Naava berbunga-bunga pada malam itu. Malam ini Ia mendengar langsung perasaan Gale dari mulut Gale sendiri.


'Pria yang dingin itu berubah jadi pangeran tampan dan manis, malam ini'

__ADS_1


'Entah apa yang terjadi besok, apa dia bakal berubah lagi menjadi serigala pemakan segalanya? Terserah, intinya aku sangat bahagia malam ini'


Ucap Naava dalam hati. Ia terus tersenyum sampai tertidur, jangan-jangan ciuman ini juga akan masuk ke dalam mimpinya.


__ADS_2