
"Kita mau kemana, sih?," tanya Naava penasaran
"Saya mau mengajakmu kesuatu tempat, yang spesial," jawab Gale
"Aku belum ganti baju, loh! Masa jelek begini," kata Naava
"Siapa yang bilang kamu jelek?," jawab Gale membuat Naava terdiam
"Kamu mah, jelek banget haha," lanjut Gale sambil tertawa.
"Apa sih!!," Naava memukul kuat pundak Gale, kesal.
"Oiya, tunggu sebentar! Mata kamu ditutup dulu ya, biar surprise!," kata Gale sambil menutup mata Naava.
"Dasar, bikin jadi tambah penasaran, tau!!," kata Naava risih karena matanya ditutup.
"Udah, tunggu aja. Jangan berisik!," kata Gale singkat.
Mobil Gale melaju dengan kecepatan sedang. Naava yang hanya diam didalam mobil, bertanya tanya dalam hati, mau kemana Ia dibawa oleh Gale.
***
"Oke, ayo turun," kata Gale
"Kita dimana Gal?," jawab Naava. Naava melihat dirinya berada di tengah-tengah pusara. Disana banyak batu-batu nisan yang tersusun rapi.
Naava melihat dihadapannya, nisan kedua orangtuanya. Disana tertulis dr. Galih Kencana dan dr. Rachma Suseno. Tanpa sadar, air mata jatuh membahasi wajahnya yang putih.
"Di hari ulang tahunmu, pasti kamu sangat rindu mereka, kan?," ucap Gale sambil tersenyum.
Naava hanya mengangguk sambil terisak, Ia tak kuasa berbicara sepatah katapun. Air matanya terus mengalir membasahi wajahnya. Sungguh Ia rindu kepada almarhum kedua orangtuanya ini.
"Aku rindu banget sama mereka, Gal," kata Naava sambil sesegukan
"Ini hari spesialmu, pasti senang rasanya melepas rindu pada orang yang sangat kamu cintai," kata Gale sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih sudah mengajakku kesini. Aku senang sekali, Gal..," kata Naava sambil menghapus air mata dari pipinya
"Pasti ayah dan ibumu bahagia, putrinya tumbuh jadi dokter yang cantik," kata Gale memeluk pundak Naava
"Mudah-mudahan aku bisa mengikuti jejak mereka, ya, Gal," kata Naava menatap wajah Gale
"Pasti bisa, kita juga bakal mengikuti jejak mereka berdua. Sepasang suami istri yang berbakti untuk kesehatan warga," kata Gale lagi
"Hah? Kita? Suami Istri? Hahaha," kata Naava pada Gale
"Iya," kata Gale serius
"Iya, tapi nanti, sepuluh tahun yang akan datang. Tunggu aku sukses dulu menjadi dokter spesialis, dan punya rumah sakit sendiri," kata Naava menolak
"Minggu depan orangtuaku akan datang menjumpai Oma untuk melamarmu," kata Gale mengejutkan Naava. Naava terdiam kaku memandang Gale
"Gausah becanda, deh! Gak lucu!," kata Naava kaku.
"Lagian, Oma juga sudah tahu tentang ini. Aku ingin melanjutkan kuliah, Naa. Tapi bukan disini, jadi orangtuaku memutuskan agar kita menikah, jadi kamu bisa ikut denganku,"
"Saya mau melanjutkan kuliah S2 lagi, Naa.. Tapi di Belanda. Saya ga mau meninggalkan kamu sendiri disini,"
"Kenapa sih kamu harus kuliah sejauh itu? Emangnya disini aja ngga bisa? Di Indonesia kan juga banyak Universitas yang bagus, Gal,"
"Saya mendapat beasiswa dari pemerintah. Sayang rasanya kalau dilewatkan begitu saja. Ini kesempatan baik buat saya,"
"Aku ngga mau kamu tinggalkan sendiri, Gal," kata Naava meringis
"Iya, saya tahu. Karena itu, minggu depan orangtua saya akan datang untuk membicarakan acara lamaran kita. Kamu mau kan ikut dengan saya?," kata Gale menatap mata Naava
"Ya," kata Naava mengangguk
"Ayah, Ibu, ijinkan saya Gale melamar putri kalian. Saya janji akan membahagiakan dia semampu saya," kata Gale berbicara pada pusara Ayah dan Ibu Naava
"Gale, ga usah mengada-ada..,"
__ADS_1
"Kata mereka, setuju Naa. Putrinya menikah dengan saya..,"
"Iya, tapi ngga sekarang. Aku ingin mengejar cita-citaku dulu, baru menikah. Kita hanya lamaran saja dulu,"
"Kalau begitu, nanti Danang bisa-bisa menduluaniku untuk mendapatkan kamu,"
"Ya engga lah, Gale. Mana berani dia bermain main dengan serigala pemakan segalanya seperti kamu, haha," kata Naava tersenyum
"Apa? Serigala apa?," kata Gale membelalakkan matanya
"Ha? Engga, hahahha,"
"Dasar! Eh, Naa, ayo kita berdoa dulu untuk arwah Ayah dan Ibu,"
"Iya, Gale,"
***
Mereka meninggalkan pusara orangtua Naava pada sore hari. Naava merasa kebahagiaan yang tak terkira, rasa rindunya akan ayah dan ibunya terbayar sudah.
"Oiya, malam ini saya sudah reservasi tempat di Belmondo, restauran favorit kamu, segera siap-siap agar kita tidak pergi terlalu malam," kata Gale didalam mobil
"Ah, kamu serius?," kata Naava kegirangan
"Iya, dan Tolong jangan berdandan terlalu lama! Kita mau makan, bukan ke pesta!!," kata Gale pada Naava.
"Duh, kamu mau ngajak makan atau ngajak berantem sih?," kata Naava kesal
"Pokoknya, kalau jam 7 belum selesai, kamu saya tinggal!,"
"Siap boss," kata Naava lagi
Ulang tahun Naava kali ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hari ini sangat spesial karena Ia ditemani oleh seseorang yang spesial untuknya, yaitu Gale.
Ditambah lagi, hari ini Ia bisa meluapkan rasa rindunya selama bertahun-tahun pada Ayah dan Ibunya. 'Sungguh Aku adalah orang paling bahagia hari ini' ucap Naava dalam hati.
__ADS_1