
Gale dan Naava akhirnya memutuskan untuk memesan pizza, ketimbang harus menghabiskan seluruh masakan yang dimasak Naava. Mereka menghabiskan waktu malam itu sambil menikmati pizza dan mengobrol santai di balkon rumah yang ada di lantai dua.
"Maaf ya, Gale, besok-besok aku akan coba masak yang lebih enak lagi," kata Naava sambil menggigit pinggiran pizza yang berisi keju itu
"Santai, Naa.. Sebenarnya aku suka kok masakan kamu," kata Gale berbohong
"Suka? Suka apanya?? Kamu serius suka?," tanya Naava penasaran
"Iya, suka... Suka mau muntah kalau cium masakan kamu hahahaha," kata Gale sambil tertawa terbahak-bahak.
"Oh gituuuu.. Yaudah, mulai besok aku masak buat si Andri aja kalau gitu," kata Naava mulai ngambek
"Yah silahkan, bagus banget malah, biar aku ngga susah-susah ngeracunin dia, tinggal pake makanan dari kamu aja, pasti besoknya dia masuk rumah sakit hahahaha," kata Gale sambil terbahak-bahak
"JAHAT BANGET SIH KAMU!!," kata Naava kesal, dan melempar bantal kursi ke wajah Gale.
"Eh, Naa.. by the way, kemarin waktu beli kalung itu, aku jumpa sama temen kamu deh," kata Gale sambil mengingat-ingat
"Siapa?"
"Itu, temen kamu kalau ga salah dia bilang, namanya Alia. Dia jalan berdua bareng ketua magang kalian, si Harry, ya, namanya?,"
"Alia jalan sama Harry??," tanya Naava kaget sambil meletakkan pizza yang ada ditangannya
"Iya, sepertinya mereka juga mau mencari perhiasan ditoko itu," kata Gale santai
"Ternyata selama ini dugaan Gina bener, Gale! Aku ngga nyangka, Alia berbuat itu pada Gina. Besok aku akan konfirmasi langsung ke Alia!!," kata Naava berapi-api.
"Emang Alia berbuat apa sih?," tanya Gale penasaran. Naava menceritakan kejadian kemaren, asal muasal Gina dan Alia bertengkar. Sekarang, Ia menjadi sangat kesal pada Alia, kenapa Alia tega mengkhianati dua orang sekaligus, Cakka pacarnya, dan Gina sahabatnya sendiri.
Memang Cakka bukan sosok pacar yang selalu setia, setiap saat ada untuk Alia, karena pekerjaannya yang merupakan pemilik Event Organizer yang paling terkenal di Jakarta, sakin sibuknya, Ia hanya berjumpa dengan Alia paling cepat tiga bulan sekali.
Apa itu yang membuat Alia bosan? Dan mencari pria lain sebagai pengobat hatinya? Tapi kenapa harus dengan Harry? Jelas-jelas Gina itu sangat menyukai Harry!! Kenapa Alia tega??
***
Selesai makan malam bersama Gale, Naava masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Sebelum Ia tidur, Ia mengirimkan beberapa pesan Whatsapp untuk Alia.
💌 Naava :
__ADS_1
"Lia, besok pagi sebelum jam magang, gue mau ngomong empat mata sama lo! PENTING! Gue harap lo jangan menghindar dari gue!"
Naava mengirim pesan itu, berharap akan ada balasan dari Alia. Ternyata, tidak sama sekali, pesannya hanya di baca dan tidak dibalas.
'Oke, Alia! Lo emang udah berubah sekarang! Kenapa Lo jadi jahat begini sih? Gue ngga sabar mau jumpa sama lo besok!' ucap Naava dalam hati, lalu ia tertidur.
***
Keesokan paginya, Naava menunggu Alia datang di ruangan poli, tempat mereka akan memeriksa pasien. Pada pagi hari, pasien belum banyak yang datang, sehingga mereka masih punya sedikit waktu renggang untuk mengobrol.
Gina, yang kemaren bertugas di ruangan poli bersama mereka, setelah insiden kemarin, memutuskan untuk pindah bertugas di apotik. Ia merasa kecewa dengan sikap Alia yang mencoba mendekati Harry, lelaki yang Ia sukai.
Alia datang dengan wajah datarnya, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun darinya. Naava segera menghampirinya untuk mendapat jawaban atas pertanyaan yang ada di kepalanya dari Alia.
"Lia, gue mau lo jelasin semua!," kata Naava memukul meja didepan Alia
"Apaan sih lo? Pagi-pagi udah sewot?,"
"Lo ngga usah pura-pura ngga tau ya? Semalam lo jalan kan sama Harry?"
"Lo tau dari mana gue jalan sama Harry? Lo mata-matain gue ya? Disuruh si Gina? Freak banget lo berdua!!,"
"Lo kenapa sih, harus duain Cakka? Dia itu baik banget tau, Lia!! Gue sebagai sahabat harus selalu ingetin lo, jangan sampe lo salah langkah, Lia!!," kata Naava semakin dekat dengan wajah Alia.
Alia hanya diam mendengar semua perkataan Naava.
"Dan, kenapa harus si Harry? Yang suka sama lo itu dari dulu banyak, Lia!! Lo yang paling kalem dari kita bertiga, kharisma lo paling disukai semua orang! Tapi kenapa lo malah milih si Harry? Lo tau kan, gimana sukanya Gina sama dia?? Lo kenapa ngga bisa jaga perasaan dia sih?," kata Naava lagi meluapkan segala kekesalannya pada Alia.
"Gue ngga ngerti sama lo sekarang, Lia! Lo berubah banget, gara-gara Harry! Lo jauh dari kita semua!," kata Naava sambil meneteskan air mata, tanda ia sangat kecewa pada sikap Alia.
"Naa.. lo kok jadi nangis sih?," kata Alia memegang pundak Naava.
"Iya, gue salah! Gue tau gue salah! Tapi lo harus dengerin dulu penjelasan gue, ini ngga seperti yang lo pikir," kata Alia pada Naava
"Harry itu sepupu tiri gue," kata Alia yang membuat Naava kaget
"Ibu Harry itu, istri kedua dari Om Haryono. Istri pertamanya, adalah tante kandung gue. Jadi emang hubungannya masih agak jauh," sambung Alia lagi
"Kemaren, Harry sempat nanya-nanyain ke gue, untuk nyomblangin dia sama Gina, tapi dia bilang ke gue, kalo dia ngga suka dengan cewe yang keganjenan dan kecentilan, lo tau kan.. Kaya si Naura.."
__ADS_1
"Nah, si Gina, makin kesini, sifatnya tuh, makin mirip ke Naura, makanya gue ngga mau si Harry illfeel sama dia, gue selalu ingetin dia biar jangan keganjenan sama Harry, gue takut Harry malah menjauh dari dia, Naa..,"
"Gue sengaja, ngga bilang ke Gina, si Harry suka sama dia, takutnya dia malah kecentilan mepet si Harry terus, Harry ngga suka cewe seperti itu. Biar si Harry yang menyatakan langsung perasaannya pada Gina..,"
"Nah, kaya kemaren, dia minta gue temenin untuk beli kado ulang tahun cincin ke Gina. Sabtu ini kan Gina ulang tahun, dia berencana untuk nembak Gina besok, dihari ulang tahunnya itu. Gue sama Harry cuman sebatas sepupu tiri doang, Naa.."
"Sekarang, lo udah ngerti?," kata Alia menjelaskan pada Naava yang dari tadi hanya terbengong mendengar penjelasan dari Alia.
"Naa? Lo dengerin gue kan?," kata Alia lagi mencubit pipi Naava
"Jadi, selama ini lo bukannya selingkuh dari Cakka? Dan lo bukannya jadian sama Harry?," kata Naava tercengang
"Yah, ngga mukin lah pacaran sama sepupu! Lagian, bisa mati gue di cincang sama Cakka!," kata Alia lagi
"Yang jadian sama Harry itu ya si Gina, besok! Yaah, tapi kalau si Gina mau sih..," kata Alia sambil tersenyum.
"Lia, maafin gue ya, udah marah-marah sama lo! Lo sih ngga bilang-bilang ke gue," kata Naava sambil memukul pundak Alia
"Kalo gue bilang sama lo, lo pasti bocor, bakal ngasih tau Gina. Dan, yah, pasti Harry ngga bakal jadi nembak si Gina gara-gara lo!," kata Alia sambil menunjuk Naava
"Haha iya sih,"
"Yauda, lo bantuin gue dan Harry yuk, buat kasih kejutan untuk Gina besok!," kata Alia
"Yuuk!," jawab Naava bersemangat
'Apa yang akan jadi jawaban Gina besok ya? Apa dia mau jadi pacar Harry? Atau malah marah pada mereka semua?'
Bersambung..
___________________________________________
Hello readers!
Berhubung Novel Love and Medicine sudah sampai di episode ke 34, pastinya readers semua sudah punya imajinasi sendiri tentang bagaimana visualisasi seorang Naava dan Gale, kan?
Nah, di bab 2, 17 dan 20, sudah saya tambahkan tentang visualisasi Naava dan Gale di akhir cerita ya. Kalian boleh membaca ulang bab itu, agar lebih ingat ceritanya dan sambil menikmati visualisasi/gambarnya.
Dan jangan lupa, untuk klik like, comment dan vote, agar saya lebih semangat lagi menulis bab-bab selanjutnya. Apapun bentuk dukungan kalian, sangat berarti sekali untuk saya. Terima kasih dan selamat membaca, readers ❤
__ADS_1