Love And Medicine

Love And Medicine
Magang ( Hari Pertama )


__ADS_3

Pagi itu rumah sakit tampak sibuk, sudah banyak pasien yang mengantri untuk berobat. Kebanyakan pesien berasal dari kaum menengah kebawah, yang sudah menjadi tanggungan pemerintah. Naava dan rekan satu grup coass nya sudah sampai dari pagi tadi dan sekarang mereka sedang menunggu pengarahan dari HRD rumah sakit itu.


"Gale, ada anak coass baru, ya?," kata Andri, teman Gale, dia adalah dokter spesialis Jantung dirumah sakit ini.


"Iya, dari kampus gue,"


"Oh, mahasiswa elu. Satu.. dua.. Hmm..Delapan orang ya," kata Andri sambil menghitung mahasiswa yang sedang duduk mendengar pengarahan.


"Iya," jawab Gale santai


"Dokter Spesialis ya, Gal?,"


"Iya, Anestesi..,"


"Eh! Sini, sini, liat deh, kali ini yang coass cantik-cantik ya! Buruan lo liat dulu, nyesel nanti!," kata Andri bersemangat


"Udah sering gue liat mereka! Tiap hari malah, ga usah norak lah, Ndri," jawab Gale santai


"Ih, lo harus liat yang ini! Nyesel kalau ga liat! Itu, ada yang paling cantik satu, yang pirang!," kata Andri menunjuk Naava


DEG!


'Anjiiiiiir, lo Ndri! Calon tunangan gue ituuu!!!' ucap Gale dalam hati. Tapi dia langsung ingat komitmen Naava dan Gale semalam, untuk tidak saling tegur satu sama lain, takut ada yang tahu hubungan mereka. Jadi Gale hanya memutuskan untuk diam.


"Ah, cantik apaan! Jelek gitu," jawab Gale mencoba santai


"Secantik itu lo bilang jelek? Mata lo katarak kali, ya? Atau, jangan-jangan Gay ya lo??," kata Andri hampir tertawa


'Sekali lagi lo ngomong, gue tinju ya lo, Ndri!! Udah naksir cewe gue, malah ngatain gue gay lagi! Sialan lo!' ucap Gale dalam hati


"Lo aja yang emang mata keranjang, semua di bilang cantik!! Ntar lagi, monyet peliharaan mang Ucup juga lo taksir, kali, Ndri..," kata Gale sambil menulis laporan pasiennya


"Eh, mereka kesini, mereka kesini!," kata Andri, kembali kemejanya, bersikap stay cool karena ada anak baru.


Naava dan grupnya, dipimpin oleh Harry memasuki ruangan istirahat dokter itu. Naava melihat Gale disudut ruangan, namun Ia segera buang muka, pura-pura tak mengenali Gale.

__ADS_1


"Selamat siang bapak/ibu dokter , perkenalkan, kami mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat ini kami ditugaskan untuk magang di sini selama sebulan. Kami mohon arahan dan bimbingannya ya dok," kata Harry memperkenalkan grup coassnya pada para dokter.


"Wah, iya selamat datang. Terima kasih kalian sudah mau membantu kami di rumah sakit ini, sebelumnya tolong perkenalkan diri kalian satu persatu agar kami bisa mengenali kalian," kata kepala HRD rumah sakit itu.


"Baik dok, perkenalkan, nama Saya Harry, ketua kelompok tim ini, disini ada Doni, Gilang, Naura, Farrah ,Gina, Alia, dan yang paling ujung Naava," kata Harry memperkenalkan satu persatu diri mereka


"Eh, Gale! Namanya Naava, Gal. Cantik banget ya," bisik Andri pada Gale


"Diem lu, berisik!," kata Gale ketus


"Nah, untuk masing-masing dokter, boleh memilih satu mahasiswa sebagai anak bimbingannya," kata Kepala HRD itu.


Dimulai dari dokter Gale untuk memilih..


"Saya dengan ketuanya saja, si Harry ," kata Gale kepada kepala HRD disitu


"Oh oke dokter. Harry, kamu dengar arahan dokter Gale ya. Beliau spesialis Anestesi disini dan akan membimbing laporan kamu," kata Ibu HRD pada Harry


Sekarang giliran Andri memilih..


"Eh! JANGAAN!!," teriak Gale spontan, membuat seluruh pasang mata yang ada diruangan itu tertuju padanya.


"Jangan, Ndri!," kata Gale lagi pelan


"Lah, kenapa, Gale? Ada masalah?," jawab Andri


"Enggg.... Ini, Naava ini anaknya lain, Ia agak sulit berkomunikasi, IQ nya dibawah rata-rata, nanti kamu sulit mengajarnya," kata Gale sambil tersenyum kaku pada Andri.


'APA KAMU BILANG GALE? AKU SULIT BERKOMUNIKASI? IQ KU DIBAWAH RATA-RATA? KAMU PIKIR SAYA IDIOT??? AWAS KAMU DIRUMAH YAA!! ' Ucap Naava dalam hati sambil melotot, geram.


"Hahaha, kalau IQ nya dibawah rata-rata, ya ga mungkin dia bisa jadi dokter, Gal. Aneh lo!," ucap Andri pada Gale.


"Saya tetap akan membimbing Naava," kata Andri tetap pendirian


"Baik dokter. Naava, laporan kamu akan dibimbing oleh dokter Andri. Beliau adalah dokter spesialis Jantung," kata HRD itu lembut

__ADS_1


"Baik, bu," jawab Naava sambil tersenyum. Matanya berpapasan dengan Mata Gale. Ia menantang Gale dengan melotot, kesal, karena sudah mengatainya idiot.


Masing-masing dokter telah memilih anak mahasiswa yang akan dibimbingnya. Besok, mereka sudah bisa mulai membantu untuk memeriksa pasien dimulai dari Ruang Gawat Darurat.


***


Hari sudah sore, jadwalnya untuk pulang. Namun, Gina pusing, karena ban mobilnya bocor, dan dia tidak tahu harus pulang naik apa.


"Wah, udah sore aja, mana hujan lagi. Kenapa sih ban mobil gue malah bocor! ," kata Gina kesal.


"Iya, gue sih bakal pulang naik bis. Tapi kan arah rumah kita ga searah, Gin. Lagian lo berani pulang naik kendaraan umum sendirian? Lo bareng Alia aja gimana?," kata Naava


"Gi, sorry, gue buru-buru banget. Ibu bakal nampil di Hotel Sahid jam 6 ini, gue udah telat. Lo naik taksi aja gimana?," kata Alia


"Kenapa, Gi? Ban Mobil lo bocor ya?," kata Harry yang datang tiba-tiba menjumpai Gina


"Eh, iya nih, Ry," kata Gina


"Gue anter aja, mau?," kata Harry menawarkan tumpangan. Alia dan Naava saling melihat satu sama lain. Kesempatan buat Gina, nih, pikir Alia dan Naava.


"Ha? Lo serius mau nganterin gue?," kata Gina pada Harry


"Iya, kalau lo mau..," kata Harry lagi


"Dia mah bukan mau lagi, Ry!! Mau pake banget banget bangeeeeet, mah dia," kata Naava pada Harry


"Apaan sih lo, Naa," kata Gina malu


"Yee.. dia malu! Udah cepat, sebelum Harry berubah pikiran!," sambung Alia


"Yuk, Gi," kata Harry masuk kedalam mobilnya


"Iya, Oppa.. Bye, girls! ," kata Gina melambaikan tangan pada Alia dan Naava, ikut masuk ke dalam mobil Harry dengan wajah penuh senyum sumringah. Dasar Gina!


Sore itu di bus Naava merebahkan kepalanya ke kaca jendela, Ia sedikit lelah di hari pertamanya magang. Seru juga, hari ini Ia bisa melayani pasien-pasien yang tidak mampu dari sisi finansial, ada kebahagiaan tersendiri buat seorang Naava.

__ADS_1


Oh, dan tentang Gale, tentang apa yang Ia sampaikan tadi siang, Awas Saja Kamu Ya Gale! Habiiisss kamu!! Pikir Naava dalam bus.


__ADS_2