Love And Medicine

Love And Medicine
Kencan Horor


__ADS_3

' ***Meski bibir ini tak berkata,


Bukan berarti 'ku tak merasa Ada yang berbeda di antara kita


Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu,


hanya karena Diriku tak mampu untuk bicara Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku*** '


Lagu dari grup band HIVI terus berkumandang dengan merdu dari dalam kamar Naava. Ia merasa lagu ini sangat mencerminkan isi hatinya saat ini, yang sedang berbunga-bunga. Sepertinya Ia akan terus-terusan senyum seharian ini, setiap mengingat Gale yang menciumnya semalam di Bandung.


‘Aku tidak menyangka dia sudah menciumku’


‘Ternyata Gale yang kasar, bisa juga melakukan hal yang manis seperti itu’


Ucap Naava dalam hati.


Pagi itu Ia sibukkan dirinya dengan memandang foto-foto masa kecil Gale yang Ia bawa dari rumahnya di Yogyakarta kemarin. Mumpung hari ini Naava tidak memiliki jadwal kuliah, Ia berencana untuk menghabiskan waktunya bersantai saja dikamarnya.


TOK TOK TOK


Pintu kamar Naava digedor dari luar.


“Iya, Sebentar,” kata Naava sambil berjalan membuka pintu kamarnya. Ia terkejut Gale tiba-tiba muncul dihadapannya. Badannya yang putih, tegap dan tinggi, serta aroma tubuhnya yang khas, saat ini sedang berhadapan langsung dengan Naava, membuatnya terpaku sejenak.


“ HEY!! NGELAMUN LAGI?,” Bentak Gale, membuyarkan lamunan Naava


“Ada apa sih?,” kata Naava kesal


“ Saya hari ini tidak ada jadwal mengajar. Apa kamu ada jadwal keluar hari ini? Boleh temani saya mencari jas untuk besok?,” Tanya Gale pada Naava.


“Jas? Oh untuk pesta dansa besok! Memangnya kamu yakin, sudah ada teman untuk pergi besok? Saya tidak keberatan jika harus menemani kamu kesana,kok.Kasihan kamu kalau harus pergi sendiri! Ha-ha-ha,” kata Naava


“Tidak, terimakasih. Saya sudah bilang kemarin, saya sudah berjanji pada seseorang,” kata Gale tenang


“YASUDAH KALAU BEGITU! KALAU KAMU MAU CARI JAS, PERGI SAJA SANA SAMA DIA! KENAPA HARUS SAMA AKU? HAH?? MEREPOTKAN SAJA!,” kata Naava membentak Gale tiba-tiba seperti orang kesetanan. Terlihat dari wajah Naava, Ia cemburu melihat Gale menolaknya, dan malah memilih untuk pergi ke pesta dansa dengan orang lain, bukannya dengan calon tunangannya sendiri.


“Saya ingin pergi mencari jas dengan kamu. Please. Nanti sekalian nonton, gimana?,” kata Gale sambil menarik tangan Naava,yang ingin pergi darinya.


“Kamu nyebelin banget sih! Sukanya ngerepotin! Yaudah, tunggu bentar!,” kata Naava yang bergegas masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian


“Kamu mau terus disitu?? Liatin saya ganti baju???,” kata Naava melihat Gale yang tidak bergerak menatapnya dari depan pintu kamar

__ADS_1


“Iya, eh! Tidak! Maksud saya, saya tunggu dibawah. Jangan lama!!” kata Gale gugup dan bergegas turun ke lantai satu.


“Ih, udah minta tolong, maksa lagi! Nyebelin banget sih!,” ucap Naava sembari mengganti pakaian.


***


“Kamu pilihkan buat saya yang bagus,” kata Gale singkat pada Naava sesampainya di Mall


“Kamu maunya yang seperti apa, Gal? Warna dan modelnya?,” Tanya Naava sambil memilih-milih model pada gantungan-gantungan Jas di mall itu.


“Terserah kamu. Saya kurang mengerti yang seperti itu,”


“Tapi jangan banyak protes ya,” kata Naava sebelum memilih. Matanya tertuju pada satu jas berwarna biru dongker, dengan sebuah garis berliris hitam dikerahnya, dan dasi kupu-kupu yang tergantung dileher dengan warna senada


“Kamu coba ini?,” kata Naava pada Gale. Gale mengambil jas yang diberikan Naava, dan langsung ia coba di kamar pas.Sementara Naava pergi mengambil tempat duduk didekat kamar pas sembari menunggu Gale pakaian.


“Gimana? Bagus?,” ujar Gale pada Naava. Gale keluar dari kamar pas, sambil mengkoreksi penampilannya di kaca. Gale yang bertubuh tinggi, proporsional, berkulit putih dengan hidungnya yang mancung, saat ini tampil menggunakan jas biru dongker yang megah, membuatnya tampak seperti pangeran berkuda.


‘OMG! Kenapa dia terlihat sangat tampan setelah memakai setelan jas ini???'


‘Aku tak kuasa melihatnya begini lama-lama, jantungku terasa berdetak lebih kencang setiap menatapnya’ puji Naava dalam hati.


“Bagus,” kata Naava pada Gale santai.


“Oiya, hari ini, sekuel film horror yang terkenal itu tayang perdana loh, Gal! Kamu mau nonton ngga?,” Tanya Naava sembari berjalan menuju theater bioskop, agenda perjalanan mereka hari itu.


“Horor?,” Tanya Gale


“Iya, kenapa? Kamu takut ya? Hahahaha,” kata Nava pada Gale


“Siapa takut, Ayo..” tantang Gale


***


Gale dan Naava memasuki theater 2 bioskop PIM siang itu. Naava sengaja memilih posisi ditengah, agar bangku disebelah mereka masing-masing terisi, sehingga tidak terlalu horror, pikir Naava.


"Katanya sekuel yang ini, lebih serem dari film yang pertama, Gal," kata Naava berbisik pada Gale


"Iya," kata Gale santai sambil menikmati popcorn ditangannya


"Aktornya juga lumayan ganteng, yah," bisik Naava lagi

__ADS_1


"Kamu mau nonton apa ngobrol sih?," kata Gale pada Naava sambil melotot. Naava yang lebih takut pada Gale yang sedang murka daripada film yang sedang ditontonnya ini, segera berbalik muka, kearah layar bioskop.


Namun semakin lama, adegan-adegan film ini semakin menegangkan. Ditambah efek suara yang membuat jantung serasa hampir copot.


"Arrrrggggghhh!!!," Tiba-tiba Naava, teriak saat ada adegan hantu yang tiba-tiba muncul mengejutkan. Ia dengan spontan memeluk tangan Gale, sakin ketakutan.


Gale terkejut dengan reaksi Naava itu, sontak memegang tangannya. Ia genggam tangan Naava dengan kuat.


"Aku takut, Gal," kata Naava meringis


"Kalau kamu ngga nyaman nontonnya, kita bisa keluar sekarang," kata Gale pelan pada Naava yang ketakutan sambil memegang tangan Naava.


"Gapapa?," kata Naava pelan. Gale yang hanya mengangguk, menarik tangannya dan langsung keluar dari gedung bioskop.


"Maaf ya, kita ga selesai menonton film sampe habis. Padahal kamu udah cape-cape antri buat beli tiket tadi," kata Naava


"Gapapa, Aku juga kurang suka filmnya," kata Gale santai agar Naava tak merasa bersalah


"Ini, kamu minum aja dulu," kata Gale menyodorkan minuman pada Naava. Lalu Ia mengambil tangan kiri Naava yang masih bergetar, dan menggenggamnya.


"Jangan takut lagi, itu cuma film," kata Gale pelan


"Iya. Aku penakut banget, yah?," kata Naava pada Gale


"Ga usah dibayangin terus, nanti kebawa mimpi," kata Gale lagi


"Iya," jawab Naava pelan. Gale tetap menggenggam tangan Naava dengan kuat sampai Naava bernapas dengan normal dan tenang.


"Udah mendingan? Kita pulang yuk, udah mulai malam. Kasian Oma sendirian dirumah," ajak Gale.


"Yuk,"


***


Bagi seorang Gale, Hari itu sebenarnya adalah hari pertama Ia memberanikan diri untuk mengajak Naava kencan. Namun, sulit baginya untuk mengajak Naava untuk kencan dengan terang-terangan, sehingga Ia menjadikan alasan mencari Jas untuk bisa jalan berdua bersama Naava.


Masalah Jas? Gale mah sudah punya segudang Jas dilemarinya! Ia hanya ingin menjadikan itu alasan, untuk sekedar berkencan bersama Naava.


Meski akhirnya, tidak disangka-sangka, kencan yang seharusnya identik dengan romantis, harus berakhir dengan tragis karena film horor pilihan Naava. Okey, mungkin kencan kedua akan lebih menarik! Pikir Gale dalam hati.


Malam ini Gale ingin tidur lebih cepat, mengingat Ia besok mesti bersiap-siap untuk pesta dansa bersama wanita misterius pilihannya.

__ADS_1


Bersambung..



__ADS_2