
"Lho, elo kenapa jadi duduk disini?," kata Andri yang baru memasuki mobil dan langsung mendapati Gale sudah duduk di kursi depan mobil, bukannya Naava.
"Si Naava ngga bisa duduk didepan dia, bisa muntah, katanya dia, yakan Naa?," kata Gale memandang Naava, yang sudah duduk dibelakang.
"Ha??? Oh.. Iya, maaf ya dok, emang saya suka mual kalau duduk didepan hehe, " kata Naava terpaksa mengiyakan kata-kata Gale. Padahal, mah, itu alasan si Gale saja biar si Andri ngga deket-deket dengan Naava.
"Oh, iya, sebelum kita berangkat, gue sebagai abang yang akan selalu menjaga adik sepupu gue tercinta ini, akan menjelaskan peraturan yang lo harus tau, kalau lagi jalan sama si Naava, Ndri..," kata Gale sok serius
'GALEEEE, APA APAAN SIH?? Pake peraturan segala???? Kita ini cuman mau jalan doang, bukannya mau ujian SNMPTN, kali, Gaaaaal! Jangan bikin malu aku, dooong'! ucap Naava meringis dalam hati sambil menunjukkan wajah memelas pada Gale
"Hahaha, peraturan?? Emang mau lomba, bro?, Bisa aja lo haha" kata Andri tertawa sambil menepuk pundak Gale
"Lah, iya, saya kan hanya menjaga amanah dari Oma untuk menjaga Naava, bukan begitu adikku sayang?," kata Gale lagi sambil tersenyum
"Ehemm.. baiklah..PERATURAN YANG PERTAMA...," kata Gale sok serius.
"Tidak boleh jalan berduaan dan bergandengan.."
" YANG KEDUA..
TIdak boleh duduk bersebelahan dan berduaan. Nenek bilang itu berbahaya, hey, hey, hey.." kata Gale sambil menyanyikan lagu Marilah ke Mari-nya Oma Titik Puspa
"YANG KETIGA,
Pukul tiga, kita sudah harus balik kerumah, soalny gue udah ada janji sama Naava, mau pergi bareng Oma.." kata Gale sambil tersenyum.
"Sudah cukup jelas peraturannya, bro?," tanya Gale pada Andri yang dari tadi hanya melongo mendengarkan perkataan Gale satu per satu
"Ck..ck.. aneh lo, ya udah iya deh, abang sepupu Naava, gue bakal turutin semua peraturannya.. Sekarang, yuk jalan, sebelum waktu gue habis!!," kata Andri mengiyakan peraturan-peraturan Gale dengan terpaksa.
Andri mulai menjalankan mobil sedan mewahnya di jalanan kota Jakarta. Sembari menikmati macetnya jalan, sesekali juga mereka mengobrol dan mendapat lelucon-lelucon dari Andri.
"Eh, by the way, Naa.. Kemarin kata Gale, kamu emang orangnya suka ngupil ya hahaha.. Lucu ya, aku juga suka soalnya kok..," kata Andri sambil tertawa.
__ADS_1
"Haa? Maksudnya??," jawab Naava heran
"Iya, kata Gale kamu hobbynya ngupil, sama, aku juga suka kok, haha," kata Andri sok akrab.
Sementara wajah Naava sudah ketat memandang Gale, bersiap-siap untuk menelannya.
'WHAT??!!! NGUPIL? GUE SUKA NGUPIL???? GALEEEEEEEEEEEE!!! JAHAT BANGEEET SIH!! AWAS KAMU YAAA!!,' kata Naava kesal dalam hati.
"Eh, elo kok serius banget sih, Ndri.. Ya ngga mungkin lah, si Naava suka ngupil, ada-ada aja, lo.. Hahaha.. Becanda doang, Naa.. Pissss!! ," kata Gale ketawa gugup, takut melihat wajah Naava yang seram, giginya dirapatkan tanda Naava marah besar.
"Loh, kemaren kan lo yang bilang sama gue gitu..,"
"Ha ha ha, becanda mah gue.. Gini cantiknya kok, hobby ngupil, ngga mungkin lah, ha ha ha," kata Gale berusaha memuji Naava, agar mendapat ampun.
"Terus, kata Gale kamu sering ketawa sendiri-sendiri gitu loh, Naa.. lucu yaa..," kata Andri membocorkan semua yang diberitahu Gale padanya
'Anjiiir lo, Ndri!! Sekarang lo mau bales dendam ya?? Lo sengaja bocorin semua rahasia yang gue bilang?? Awas lo ya, ngga akan tenang hidup lo di dunia ini!!!!!!!' ucap Gale dalam hati, lalu terdiam melihat Naava yang biji matanya sudah hampir keluar, disekeliling kepalanya seperti sudah muncul api yang membara, sepertinya Naava betul-betul dipenuhi amarah yang membara sekarang.
"KAMU BILANG APA AJA SIH, KE SI ANDRI, HAHH??," kata Naava memukul kepala Gale kuat dari belakang dengan majalah yang ia comot dari kursi.
"Awas ya, kamu sampai bilang yang aneh-aneh lagi tentang aku!!," kata Naava mengancam seperti orang yang akan memukul.
"Hahaha.. sabar, sabar, Naa.. si Gale mah orangnya memang begitu, dia. Suka ngeselin," kata Andri sambil tertawa
'Ohhh, Baguuuuussss!!! Senang lo ya, si Naava jadi ngamuk sama gue sekarang!! Lo nantikan pembalasan gue!!' ucap Gale kesal dalam hati karena geram melihat Andri
Akhirnya setelah setengah jam berlalu penuh pertarungan sengit antara Naava dan Gale, mereka sampai juga di PIM, dan memutuskan untuk menonton terlebih dahulu untuk agenda jalan yang pertama.
"Eh, kayanya ada film horor bagus nih, Naa.. Kamu mau?," kata Andri menawarkan
"ENGGAAA!," teriak Gale membuat Andri dan Naava langaung melihatnya.
"Hahaha.. kenapa? Lo takut ya?," tanya Andri
__ADS_1
"Bukan, gue ga suka aja film horor, ga menarik buat gue, jauh-jauh ke sini cuma buat nengokin roh halus. Ngga asik banget..," kata Gale santai.
Naava yang mendengar jawaban Gale itu tau, sebenarnya seorang Gale paling suka film bergenre horor, tapi karena dulu, sewaktu kencan pertama mereka, Naava lah yang paling takut untuk menontonnya, oleh karena itu, Gale menolak untuk menonton film horor lagi sejak saat itu.
Naava tahu, Gale ingin melindunginya agar tidak merasa ketakutan. Tapi mengalasankan diri Gale sendiri.
"Iya, film action aja yuk," sambung Naava yang langsung disetujui oleh Andri.
Mereka masuk ke theater dua, tempat filmnya ditayangkan. Namun, karena telat, lampu theater bioskop sudah dimatikan, dan film pun sudah mulai, sehingga agak sulit untuk jalan dan mencari kursi dalam kegelapan seperti ini.
Andri yang berada didepan Naava, langsung menggenggam tangannya untuk menuntunnya jalan dalam theater yang gelap itu.
"Ayo, aku bantu jalan," kata Andri sambil memegang tangan kiri Naava.
"Engga, sini, biar aku yang bantu Naava! Lo jalan duluan," kata Gale sambil menarik tangan kanan Naava
Sekarang mereka berdua tarik-tarikan tangan Naava di depan theater bioskop, yang membuat Naava kesakitan jadinya, dan membuat penonton lainnya terganggu karena kebisingan mereka.
"Apaan sih, kalian?? Udah, aku jalan sendiri aja!! Bisa tau!," kata Naava kesal.
Andri dan Gale terpaksa pasrah melepas tangan Naava yang sudah marah. Andri mengambil kursi paling ujung.
"Naa, sini, kamu duduk disini," kata Andri menepuk kursi disebelahnya.
"Engga, saya yang duduk ditengah!," kata Gale menarik tangan Naava untuk mencegahnya duduk di samping Andri.
"Nah, gini kan seru, haha, keren ya filmnya," kata Gale pada Andri yang wajahnya sudah terlihat bete daritadi.
"Udah, nonton dah lu sana, ngga usah bising!," kata Andri kesal, sementara Gale senyum kegirangan sudah berhasil menggagalkan rencana busuk Andri.
Naava yang duduk disudut, kesal dengan perilaku dua laki-laki ini, yang sudah bertingkah seperti anak-anak dan merebutkan dirinya seperti sedang berebut mainan baru.
'Jera deh gue jalan sama lo berdua!! Sama-sama ngeselinnyaaaaaaa!' ucap Naava dalam hati sambil mencoba menikmati film yang sebenarnya ia tidak suka itu.
__ADS_1
Bersambung..