Love And Medicine

Love And Medicine
Trouble


__ADS_3

Gale dan Ica menelusuri jalanan Jakarta yang penuh kemacetan di jam pulang kantor. Gale yang lupa membawa botol minumannya tadi, merasa sangat kehausan sore itu, sementara, perjalanan masih memakan waktu yang lama karena terjebak macet.


Ia mencoba mencari supermarket untuk berhenti membeli minuman sebentar. Di persimpangan itu, ada sebuah minimarket, dengan segera Gale menepikan mobilnya.


"Sebentar ya, saya mau beli minuman dulu," kata Gale sambil buru-buru keluar dari mobil


"Oh oke..," jawab Ica pada Gale


Gale keluar dari mobil hanya membawa dompet saja, handphonenya tertinggal didalam mobil. Tiba-tiba, handphone Gale berdering.


Disitu tertulis : Panggilan dari "My Naava"


Ica yang membaca tulisan di layar ponsel itu, dengan latah langsung menjawab panggilan telfon dari Naava. Dan menjelaskan bahwa Gale sedang ke supermarket tidak membawa handphonenya.


Selesai bertelefon dengan Naava, Ica cepat-cepat menghapus panggilan terakhir di handphone Gale. Lalu, cepat-cepat juga Ia mematikan ponselnya, sebelum Gale masuk ke dalam mobil.


"Maaf lama, oiya, tadi ponsel saya ketinggalan, apa ada panggilan?," tanya Gale pada Ica.


"Hmm.. tidak ada, Gale, sepertinya juga, ponsel kamu low batt," kata Ica menunjuk ke ponsel Gale yang sudah mati.


"Oh iya, yasudah, kita lanjut saja," kata Gale sambil kembali menghidupkan mesin mobil itu.


Ica yang diam dan tidak memberi tahu apapun pada Gale, Ia hanya bersikap seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa.


***


Setelah perjalanan panjang penuh kemacetan, dua jam kemudian mereka tiba dirumah Ica yang megah bak istana itu. Bagaimana tidak, Ayahnya merupakan pemilik rumah sakit tempat Gale bekerja sekarang. Tentu saja, Ia bergelimangan harta kepunyaan Ayahnya.


Ica menuntun Gale ke kamar Lesmana, sebuah kamar yang sangat besar, kamar yang disetting seperti kamar vip di rumah sakit dan penuh peralatan medis, dengan beberapa perawat yang menjaganya.


Disana terlihat Lesmana sedang memandangi kearah luar jendela kamarnya menggunakan kursi roda, karena beliau tidak bisa berjalan lagi sekarang akibat stroke yang dideritanya.


"Hai Papi, coba lihat, siapa yang datang..," kata Ica pada ayahnya. Lesmana melihat ke arah pintu masuk kamarnya, dan disana sudah berdiri seorang Gale, anak didik yang sangat ia sayangi.


"Hello, my dear Ica, kamu sudah pulang dari rumah sakit? Dan.. Gale? Kamu kah itu, nak?," kata Lesmana menyipitkan matanya, agar bisa menandai siapa yang datang itu


"Iya, saya dok. Senang bisa berjumpa dengan dokter lagi, sudah lama rasanya..," kata Gale sambil mendekati kursi roda Lesmana.


"Senang sekali saya bisa jumpa lagi dengan kamu, bagaimana kabarmu, nak? Sini, ayo mendekat kemari! Apa semua berjalan baik?," kata Lesmana memanggil Gale

__ADS_1


"Saya baik, dok. Kurang lengkap sepertinya rumah sakit sekarang tanpa kehadiran dokter.. ," jawab Gale sambil tersenyum dan mencium tangan Lesmana dengan hangat.


"Ha.. seperti itukah? Tapi saya yakin, jika ada kamu semua akan tetap aman terkendali, nak.. Terima kasih sudah menjaga rumah sakit kita..," kata Lesmana sambil tersenyum pada Gale


"Iya, sama-sama dokter. Tapi tetap, saya tidak sebaik dokter hehe..," kata Gale menolak dipuji


"Hahaha! Oh iya, Ica, kamu sudah kenalan dengan Gale?," tanya Lesmana pada Ica


"Sudah, pi. Tadi kita sudah jumpa dirumah sakit. Gale yang menawarkan diri untuk mengantar Ica, yakan, Gale?,"


"Oh, tidak sopan, kamu memanggil Gale dengan sebutan nama! Dia itu Mas mu, karna dia lebih tua!,"


"Tidak apa, dok. Panggilan nama biar serasa lebih dekat hehe," jawab Gale lagi.


"Haha iya Papi! Hmm..Ica tinggal sebentar ya. Oh ya mas, ini sudah magrib, makan malam dulu baru pulang ya.. Biar Ica siapin dulu," kata Ica menawarkan


"Tidak perlu repot-repot, Ca.. Saya buru-buru soalnya," kata Gale yang mengingat Naava pasti sudah menunggunya dirumah untuk makan malam bersama


"Jangan pulang dulu, kita masih belum banyak mengobrol, nak! Ica, ayo, segera siapkan makan malam masmu, jangan ditanya-tanya lagi, mungkin dia segan haha," kata Lesmana pada Ica, membuat Gale tidak bisa menolak lagi.


"Siap, pi.. ," jawab Ica yang langsung meninggalkan Lesmana dan Gale untuk ngobrol berdua.


Lesmana dan Gale asyik mengobrol panjang, mulai dari pembahasan kondisi rumah sakit, kondisi kesehatan Lesmana belakangan ini, sampai akhirnya pada pembahasan putri semata wayangnya, Ica.


"Hmm? Ica, dok? Dia ramah dan baik..," jawab Gale singkat


"Iya, saya sangat menyayangi dia, Gale. Saya tidak ingin dia mendapatkan jodoh yang salah. Dia lah satu-satunya pewaris rumah sakit yang saya miliki, nak..," kata Lesmana lagi.


"Iya, dok. Semoga Ica mendapatkan jodoh yang layak untuknya. Saya yakin, Ia bisa memimpin rumah sakit dengan baik seperti dokter dulu..," kata Gale menatap wajah Lesmana.


"Saya akan sangat senang, bila kamu yang akan jadi pendamping hidup Ica, nak. Saya sangat percaya pada kamu. Kamu bisa memimpin rumah sakit kita dengan baik," kata Lesmana sambil mendekatkan kursi rodanya, lalu memegang tangan Gale.


"Saya mohon, agar kamu mau menikah dan menjadikan Ica sebagai pendamping hidupmu. Saya sangat yakin kamu bisa membahagiakan Ica, dan merawat rumah sakit kita..," kata Lesmana lagi.


Gale hanya kaget dan terdiam mendengar permintaan dokter Lesmana. Beliau orang yang sangat Ia hormati dan kagumi, begitupun sebaliknya dokter Lesmana terhadapnya.


Tapi bagaimana mungkin, Ia bisa menerima permintaan Lesmana, disatu sisi dia akan menikah dengan Naava. Di sisi lain, Lesmana adalah atasannya, orang yang mengajarinya dari dahulu sebelum jadi dokter hebat seperti sekarang ini. Lesmana adalah orang yang sangat Ia hormati dan sayangi. Bagaimana caranya untuk menolak permintaan beliau ini?


"Dok, apa ini tidak terlalu cepat? Ica belum kenal saya dengan dekat. Belum tentu dia juga menyukai saya..," kata Gale sambil tersenyum kecut

__ADS_1


"Hah? Kenapa? Apa kamu sudah punya pasangan? Setahu saya belum, kan? Saya akan sangat kecewa jika kamu menolaknya, nak..," kata Lesmana seperti bermohon pada Gale.


"Dokter, jangan memelas seperti itu. Saya jadi tidak enak, dok..," kata Gale memeluk pundak Lesmana


"Harapan saya untuk rumah sakit ini, bergantung pada kamu, Gale. Saya sudah tidak sanggup mengelola lagi, dalam kondisi sakit seperti ini..," ucap Lesmana tertunduk


"Saya tidak bisa menjawab permintaan dokter sekarang. Tapi saya akan memikirkannya dahulu, dok. Biarlah kami berteman dulu, mengalir apa adanya, tanpa dibuat-buat. Saya akan coba mendekatkan diri dengan Ica, yang terpenting sekarang, jaga kondisi kesehatan dokter saja, jangan pikirkan hal yang lain..," kata Gale pada Lesmana.


Ia terpaksa mengatakan itu untuk menjaga hati Lesmana. Karena orang stroke. rentan dan sensitif hatinya, yang akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya.


"Harapan saya besar kedepan, hubungan kalian bisa lebih dari sekedar teman atau rekan kerja biasa, ya, Gale..,"


"Iya dok..," jawab Gale singkat


"Dan.. Ica juga sepertinya sudah tertarik pada kamu, Gale. Kharisma kamu sangat terpancar pada Ica. Dia sangat susah untuk jatuh hati pada orang yang baru. Tapi dengan kamu, kali ini Ia berbeda..," kata Lesmana sambil menepuk pundak Gale.


"Jangan memuji saya terus-terusan dok, saya masih jauh dari semua itu..," kata Gale sambil tersenyum.


Tiba-tiba Ica muncul dari balik pintu, ditengah percakapan mereka berdua.


"Papi, Mas, ayo kita makan dulu. Ica sudah siapkan makan malam untuk kita..," kata Ica pada Gale dan Lesmana


"Iya, ca.. Mari saya bantu dorong kursi roda dokter..," Kata Gale sambil mendorong kursi roda Lesmana ke meja makan.


Selesai makan, ia langsung bergegas pulang dengan taksi, karena kondisi mobil Gale yang masih diperbaiki di bengkel dan belum selesai.


Disepanjang jalanan Ia terus terpikir akan permintaan Dokter Lesmana padanya.


Tidak, Tentu tidak bisa Ia meninggalkan Naava untuk orang lain.


Disatu sisi Ia sangat mencintai Naava, tapi disisi lain, Ia tidak bisa menolak permintaan orang yang sangat Ia hormati itu.


Pikiran Gale cukup kacau malam itu..


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Hai Readers, jangan lupa untuk tetap vote, like dan comment yaa! Terima kasih dan Selamat Membaca! 😊


__ADS_2