Love And Medicine

Love And Medicine
Kesepakatan Bersama?


__ADS_3

"Oh tidak, dia kesini!," kata Gina pada Naava. Mereka gugup melihat Gale yang datang tiba-tiba ke arah mereka. Ia datang dengan langkah tegas, panjang-panjang ciri khasnya.


Naava yang semakin gugup, memasukkan semua donat kemulutnya, dengan harapan Gale tidak mengenali wajahnya dengan pipi yang bulat dipenuhi donat itu.


"Kamu kenapa disini?," tanya Gale yang langsung mendatangi Naava


"Obb Aoppaa Kamoo Bilang? Kenaoppa Kamou juga disini, uhuk uhuk," kata Naava kesulitan berbicara karna mulutnya dipenuhi donat


"Saya sedang ada urusan. Ayo pulang, tadi Oma bilang mau bicara penting dengan kita," kata Gale ketus


"Dan kalian, tidak seharusnya kalian berada disini. Pergunakan waktu kalian dengan belajar! Tidak dengan menghabiskan waktu dan uang dengan sia-sia seperti ini!," kata Gale pada Gina dan Alia.


"Baik,dok. Maaf tidak kami ulangi..," jawab Alia sambil menahan tangan Gina yang akan menyerang Gale. Untung saja Alia dapat menahan Gina, kalau tidak ingat dia Dosen mereka, Gina bisa-bisa segera melabrak cowok angkuh nan dingin itu. Sesuka hatinya mengatur-atur kebebasan mereka. Memangnya dia siapa?


"Ayo, kita pulang.." ucap Gale sambil menarik tangan Naava


"Ah, iya.. Tunggu, sakit tau!," ucap Naava yang kesakitan tangannya ditarik oleh Gale. Saat itu Gina dan Alia hanya pasrah melihat sahabat mereka dibawa pergi oleh Gale.


Sepanjang perjalanan ke parkiran mobil Ia pegang kuat tangan Naava. Naava hanya diam, tanpa perlawanan, Ia ikut. Terasa degupan jantung Naava yang kuat saat tangannya dipegang oleh Pria ini. Aneh!


'Kenapa jantungku berdegup kencang saat bersama dia?'


'Nafasku terasa sesak setiap menatap matanya yang coklat'


'Aku terasa aman setiap bersamanya. Seperti dia yang akan selalu melindungiku'


Ucap Naava dalam hati.


"Kamu ga perlu ikut-ikutan nongkrong seperti mereka. Fokus pada kuliahmu! Gelar Spesialismu sudah didepan mata..," ucap Gale sewaktu masuk ke dalam mobil.


Naava hanya mengangguk tanpa menjawab sepatah katapun. Ia sadar, apa yang dibilang Gale ada benarnya. Seharusnya Ia bisa menghabiskan waktu untuk menyelesaikan tugas makalah yang sudah menumpuk. Bukannya nongkrong, dan menghabiskan waktu sia-sia


"Apa tugas kamu sudah selesai?," tanya Gale singkat di dalam mobil

__ADS_1


"Belum, ada beberapa soal yang aku kurang ngerti," jawab Naava


"Kita kerjakan hari ini," kata Gale lagi sambil memutar lagu favoritnya


"Kamu mau bantu aku?," tanya Naava girang, Ia sampai tak sadar menepuk pundak Gale. Membuat Gale gugup, menatap Naava sejenak.


"Tolong sopan, Saya dosenmu..," jawab Gale salah tingkah


"Siaap pak dosen," kata Naava dengan suara nya yang kelihatan senang. Mereka pulang kerumah diiringi lagi Endah n Reza, favorit Gale


***


Sesampainya dirumah, Oma ternyata sudah menunggu kedatangan Gale dan Naava sedari tadi. Ia kelihatan senang sekali hari ini, entah karena angin apa, diajaknya buru-buru Naava dan Gale ke dapur untuk mencicipi gudeg khas Jogja yang barusan Ia coba pelajari dari Internet pelan-pelan.


"Gimana, enak Gale?," tanya Oma pada Gale yang sedang mencicipi masakannya


"Enak, Oma. Pas seperti masakan ibu saya," jawab Gale sambil tersenyum. Naava melihat senyum tulus yang terpancar dari wajah Gale kepada Oma. Senyum sayang, terlihat seperti Gale sudah kenal lama saja dengan Oma.


'Kenapa kau tidak begini saja setiap hari?'


'Orang dingin seperti dia ini, ternyata bisa juga bersikap hangat'


Seru Naava dalam hati. Ia terus menatap Gale , tanpa sadar Ia juga ikut tersenyum.


"Kenapa kamu?," tanya Gale terheran memergoki Naava yang senyum-senyum sendiri


"Manis.. Ehm, gudegnya," kata Naava gugup


"Wah syukurlah kalau kalian suka, rencananya Oma akan masak lagi gudeg ini saat acara lamaran kalian nanti," kata Oma sambil tersenyum


"Uhuuuk! Apa?! Uhuk! Uhuk!," kata Naava tersedak kuah Gudeg mendengar perkataan Oma tadi.


"Iya, lamaran kalian setelah kamu menyelesaikan spesialis kamu. Loh, kamu bukannya sudah cerita, nak?," tanya Oma pada Gale

__ADS_1


"Eh, belum sempat, Oma. Maaf, Gale pikir lebih baik sepertinya Oma saja yang memberitahu pada Naava," jawab Gale tenang.


"Apa maksudnya ini Oma? Lamaran siapa?," tanya Naava shock


"Jadi begini sayang, sebelum Gale datang ke rumah kita, Oma dan orangtua Gale sudah bersepakat bersama untuk menjodohkan kalian berdua. Berhubung, mereka sudah Oma anggap seperti anak sendiri. Lagian, Oma juga sudah kenal Gale lama, Oma yakin sama cucu Oma ini.. Oma takut ga bisa menemani kamu terlalu lama, Naa. Kamu harus segera mencari pendamping hidup," kata Oma sembari memegang tangan Naava


"Tapi kenapa Oma ga tanya pada Naa? Bagaimana kalau kalau Naava sudah punya pilihan sendiri?," tanya Naava kecewa


"Oma tahu kamu sudah putus dengan Danang, Oma tidak mau kamu berlarut dalam kesedihan, sayang," jelas Oma pada Naava


"Tapi tidak bisa seperti ini, Oma. Gale pasti juga sudah punya pilihan untuk dirinya sendiri. Kalian tidak bisa memaksa kami, kan?," jawab Naava tidak terima


"Gale sudah setuju atas kesepakatan ini, sayang. Harusnya sewaktu Oma pergi kemarin, Ia sudah menyampaikan ini pada Naa," kata Oma kembali


"Setuju? Setuju apa? Gale, Ayo jawab Oma, kamu tidak setuju, kan?," tanya Naava memaksa Gale untuk membantah perjodohan ini


"Saya rasa itu bukan ide yang buruk," kata Gale pada Naava sambil mengangkat bahunya


"Oh, ya ampun, kepala Naa sakit, Naa belum siap untuk membicarakan ini. Naa mau istirahat dulu, oma," kata Naava bangkit berdiri, seperti belum menerima kesepakatan bersama antara mereka ini. Bagaimana mungkin Ia akan dijodohkan dengan Gale, pria kasar, arogan, nan sombong itu.


'Apakah Hidupku akan selamanya menderita dibawah jarahan Gale?'


'Oh tidak, aku mungkin cuma bermimpi, ini pasti mimpi yang sangat buruk karena aku kecapean'


'Aku memang mulai menyukainya, tapi tidak seperti ini harapanku'


kata Naava dalam hati. Ia mulai beranjak, namun sakin kepalanya pusing memikirkan hal-hal ini, Ia tak sadar menjatuhkan badannya. Gale yang berdiri disampingnya dengan cepet menangkap tubuh lemah Naava.


Ia segera menggendong Naava masuk ke kamarnya, meminta Oma membuatkan teh hangat agar kondisi Naava menjadi lebih baik.


Gale naik ke lantai 2, masuk ke kamar Naava, dan menidurkan Naava diatas tempat tidurnya sembari mengelus kepala Naava. Naava yang tidak sepenuhnya sadar, namun sayup sayup dapat mendengar apa yang disampailan Gale.


"Maaf, kamu tidak seharusnya seperti ini. Saya minta maaf, Na..," kata Gale sayup-sayup ditelinga Naava

__ADS_1


Kenapa Gale minta maaf? Kenapa dia setuju untuk dijodohkan denganku? Bukannya dia sangat benci dengan segala keribetanku? Ada apa dengan dia?


***


__ADS_2