Love And Medicine

Love And Medicine
Saat Senja


__ADS_3

Hari ini Naava, Gale, Oma, Ayah dan Ibu pergi berwisata ke pantai Anyer, sekaligus untuk melepas kepenatan, seperti ajakan Ibu kemarin.


"Ayah, Ibu, Naa senang sekali bisa pergi libur dengan keluarga lengkap begini," ucap Naava didalam mobil.


"Kamu seperti ngga pernah pergi liburan aja! Biasa juga sering kan, bareng teman-teman kamu??," ucap Gale ketus sambil menyetir mobil


"Yah, kan beda, sih Gale.. Ini kan liburan bareng keluarga, sayang..," ucap Ibu sambil membelai rambut Naava


"Yee.. seneng tuh dia, ada yang belain," kata Gale kesal sambil diikuti tawa semua orang di mobil itu.


Untuk pertama kalinya dalam hidup Naava Ia berwisata bersama keluarga lengkap, membuatnya menjadi orang paling bahagia dibumi hari ini. Mereka sampai saat sore dan menginap di salah satu hotel terbaik didekat pantai itu.


Sore ini, Naava memilih untuk bermain air dan berkeliling di sepanjang bibir pantai, sambil menikmati pesona matahari di hari yang sudah mulai senja. Hal yang sudah sangat lama, tidak pernah ia rasakan. Sinar matahari yang hangat menyinari tubuh dan wajahnya, menambah kebahagiannya saat itu.


Gale yang menemaninya disampingnya, ikut menikmati indahnya langit berwarna jingga dipantai Anyer sore itu.


“Indah banget ya, Gale?,” kata Naava duduk di pinggir pantai sambil memandang Gale yang berada disebelahnya.


“Iya, Indah seperti kamu..,” kata Gale sambil tersenyum, memandang ke ujung pantai itu.


Naava yang mendengar itu langsung dari mulut Gale, merasa tersanjung atas pujian yang diberikan padanya.


“Tapi, untuk apa indah, jika tidak ada yang mencintai, kan?,” kata Naava sambil tersenyum simpul.


“Setiap sesuatu yang indah, pasti banyak yang mencintainya, Na..,” ucap Gale lagi ditengah deburan ombak dan tiupan angin sore itu.


"Boleh aku menanyakan sesuatu, Gale?," tanya Naava pelan


"Tentang apa?,"


“Ajeng.. Soal dia..bagaimana kabarnya?,” tanya Naava tiba-tiba pada Gale. Pertanyaan yang selalu membuatnya penasaran, bagaimana sebenarnya perasaan Gale terhadap dia dan terhadap Ajeng.

__ADS_1


“Kenapa tiba-tiba membahas dia?,” kata Gale sambil menatap kedua mata Naava. Naava hanya diam, dan memalingkan wajahnya dari Gale.


“Tidak apa.. Aku hanya ingin tahu kabarnya..,” jawab Naava tenang.


“Dia baik-baik saja,”


“Kalian masih sering berkomunikasi?,” tanya Naava penasaran. Namun semakin dia penasaran, hatinya semakin sakit mendengar jawaban demi jawaban dari Gale.


“Ya, sesekali, dia sahabatku dari kecil, Naa.. Sudah kuanggap seperti adikku,” kata Gale pelan.


Naava yang mendengar itu serasa sakit didalam dadanya, tidak ingin rasanya ia mendengar apapun lagi dari mulut Gale.


“Kamu tahu akan satu hal, Gale? Ada pepatah mengatakan, bagian tersulit dari mencintai sesorang adalah menunggu dia balas mencintaimu..,” kata Naava tertunduk memandangi air laut yang datang dan pergi mengikuti arus ombak.


“Dan.. sepertinya itu yang sedang terjadi padaku sekarang. Aku merasa hanya mencintai seseorang yang tak berbalas. Tak tahu sampai kapan harus menunggu..,” kata Naava sambil tersenyum kecut.


“Apa sekarang kamu sedang membahas tentang aku, Naa?,” Tanya Gale menatap tajam mata Naava.


“Aku tidak tahu siapa sekarang yang ada didalam hatimu, Gale. Aku seperti punya ragamu,tapi hatimu masih bersama dia..,”


“Dia seperti sudah memilikimu seutuhnya, Gale. Dulu aku sering memaksa diriku, yakin bahwa kamu perlahan akan mencintaiku dalam perjodohan ini. Tetapi, belakangan, aku merasa lelah, harus terus menunggu..,”


“Menunggu? Menunggu apa maksud kamu? Menunggu aku mencintaimu? Kita akan menikah, Na.. Itu tidak perlu dibahas lagi. Sudah jelas aku mencintaimu, kan?,” ucap Gale sedikit membentak. Naava hanya terdiam, bukan ini sebenarnya yang Ia ingin Gale untuk ucapkan.


Ia ingin Gale menyatakan cintanya dan perasaannya pada Naava dengan tulus.


“Kenapa kamu tidak bisa bersikap baik pada ku? Apa aku memang selemah itu, sehingga harus kamu bentak-bentak? Kenapa kamu begitu manis pada Ajeng, sementara padaku-,” ucap Naava sudah meneteskan air mata, lalu tiba-tiba Gale menarik lehernya, dan menciumnya di pinggir pantai saat matahari sudah mulai turun.


Naava hanya terdiam melihat Gale yang menciumnya saat itu, Ia berusaha untuk melepas ciuman Gale, namun, Gale menahannya agar tetap dapat menciumnya.


"Apa maksud kamu begi-,"

__ADS_1


"Sudah nikmati saja, seperti aku sedang menikmati keindahan Tuhan ini, matahari saat sore dan kamu..," kata Gale tanpa melepas ciumannya dari bibir Naava.


Tak lama kemudian, Ia memeluk erat tubuh Naava yang sudah basah karena kena ombak air laut.


"Jangan pernah tanyakan hal itu lagi padaku, Na. Kamu sudah punya ruang sendiri dihatiku. Kamu istimewa, aku merasa tidak perlu harus merubah jati diriku dan berpura-pura jadi orang lain didepanmu. Aku bahagia jadi diriku sendiri setiap bersamamu. Aku mencintai kamu, aku sungguh mencintai kamu, bahkan lebih dari apapun yang pernah kamu bayangkan sebelumnya. Sekarang, yang perlu kamu lakukan hanya percaya saja padaku..," ucap Gale sambil memeluk erat tubuh Naava.


"Aku percaya kamu, Gale..," kata Naava tersenyum sambil balas memeluk tubuh Gale.


"Maaf, aku bukan lelaki yang pandai berpuitis, Na.. Tapi, tolong, tetaplah bersamaku selalu. Aku mau kamu yang menemaniku sampai tua nanti..," ucap Gale sambil menggenggam kuat tangan Naava.


"Iya, aku mau,"


"Kita hanya perlu bersabar sedikit lagi, bulan depan, kita akan melaksanakan proses lamaran, dan setelah kamu lulus nanti, kamu akan ikut aku untuk melanjutkan kuliahku di Belanda," kata Gale lagi


"Iya, Gale," jawab Naava.


Mereka menghabiskan waktu di pinggir pantai sampai matahari tenggelam di barat. Naava sudah berjanji di dalam hatinya untuk tetap bertahan bersama Gale, apapun yang akan dihadapinya nanti.


Ia memang sudah mencintai Gale dari awal, dan akan tetap seperti itu, meskipun harus menunggu sampai kapan pun.


Hari sudah menjelang malam, Ayah, Ibu dan Oma sudah menunggu di hotel untuk acara barbeque an di pinggir pantai. Hari itu menjadi hari yang paling tak bisa dilupakan oleh seorang Naava.


Bersambung..


.


.


.


Readers, jangan lupa untuk klik like, comment dan vote kalian yaaa.. 😊

__ADS_1


Dan jika ingin berteman dengan author, dikehidupan nyata, (ciyee ileee kehidupan nyata) boleh cuss follow instagramku di @thresyamemo


Selamat berteman dan Selamat membaca! ❤


__ADS_2