
"Lo dari mana aja Gale?," kata Andri melihat Gale yang baru tiba dirumah sakit
"Sorry banget gue telat, tadi ban mobil gue bocor..," jawab Gale sambil meletakkan tas di atas mejanya
"Tadi ada pasien gagal jantung yang harus dioperasi, untungnya ada Naava yang bantuin gue," kata Andri sambil menyeruput kopi ditangannya
"Jadi, gimana keadaan pasiennya sekarang?," kata Gale serius
"Selamat, dia. Untung cepat ditangani, kalau terlambat, yah begitulah..," kata Andri lagi
"Syukur kalo gitu, gue betul-betul minta maaf. Tadi juga gue buru-buru naik bis buat ngejar kesini..,"
"Its oke, bro! No problem," kata Andri santai
"Eh, ngomong-ngomong, menurut lo nih ya, si Naava itu perfect banget ga sih?," ucap Andri sambil meletakkan kopi diatas mejanya, lalu menghampiri Gale.
"Perfect gimana maksud lo?,"
"Ya sempurna gitu, dia udah cantik, pinter lagi. Ngga kaya yang lo bilang kemaren..," kata Andri
"Oh, yaaah lo belum tau aja sifat aslinya gimana," kata Gale spontan
"Maksud lo?," kata Andri mendekati Gale lagi
"Emang lo kenal sama si Naava? Kok lo bisa tau sifat aslinya?," kata Andri penasaran
'Matiiiiii, gue! Pake keceplosan segala, lagi, sama anak ini! Gale bodoh!' ucap Gale dalam hati
"Oh, itu, maksud gue, yaaa.. Semua anak-anak mahasiswa yang gue ajar di kampus, ya gue tau lah sifat mereka satu per satu," kata Gale bersikap tenang
"Oh iya juga sih. Eh, lo cerita dong, dia itu gimana sih sifat aslinya?," kata Andri lagi semakin penasaran
"Gini yaa Ndri.. Si Naava itu ya, anaknya rada-rada suka aneh!! Kadang ya pinter..tapi, lo tau? Kadang dia suka ketawa-tawa sendiri di kelas loh. Kaya stress gitu. Serem kan? " kata Gale mengarang
"Terus lo tau ngga, dia itu paling suka ngupil dikelas! Ihhh.. Mana upilnya suka dimakan sama dia!! Ih.. jorok ngga tuh anak," kata Gale sambil menyeringai seperti orang yang sedang jijik melihat sesuatu
"Ah, serius lo, Gal? Secantik itu kerjaannya ngupil?," tanya Andri heran
"Naah, iya!! Saran gue ya, ngga usah deh, lo coba deket-deketin dia. Atau lo mau, seumur hidup lo dijejelin sama upilnya dia? Ngga kan? Hahaha," kata Gale tertawa puas
__ADS_1
"Yaaah, engga mau lah, gue," kata Andri jijik
"Naaaahh.. gitu. Jadi lo udah tau gimana harus bertindak!," kata Gale senang
"Eh, tapi ya Gale, waktu gue diruang operasi tadi, kok gue ngerasa deg-degan ya disamping dia?," kata Andri
"Deg-degan gimana? Lo sesak boker kali!!,"
"Yee, bukaan! Gue deg-degan liat mata si Naava yang coklat, rambutnya yang pirang terurai, wajahnya yang putih cantik, dan..," kata Andri mau melanjutkan ceritanya, namun terhenti melihat mata Gale yang memandanginya melotot.
"Bentar, lo kenapa sih? Kok liatin gue begitu?," tanya Andri
"Ha? Oh engga, tadi ada lalat terbang-terbang disekeliling muka lo! Geram gue..," kata Gale menutupi kemarahannya.
'Dasar mata keranjang lo, Ndri! Cewe gue juga mau diembat! Bentar lagi gue tempeleng juga, nih kepala lo!' ucap Gale geram dalam hati
"Ohhh.. Dan, yang bikin gue makin tertarik sama tuh cewe, bodynya juga bagus banget, tau ngga lo," kata Andri sambil terseyum
TOOOK!!
'BERANI BERANINYA KAU MELIRIK BODY CALON TUNANGANKU ANDRI!! DASAR CABUL! RASAKAN BOGEM MENTAHKU INI!!' ucap Gale dalam hati dan langsung secara spontan menepuk kepala Andri, yang sedang berbicara dengannya.
"Eh, sorry Ndri! Itu, lalat yang tadi itu, nempel di kepala lo!! Jadinya ya gue hajar aja. Sorry yaa, lo ga papa kan?," kata Gale sambil menahan tawa
"Oh lalat tadi, masih ada ga dikepala gue??," kata Andri jijik
"Kaya nya lalat ini ga mau pergi deh, mau gue hajar lagi, Ndri?," kata Gale lagi siap-siap mau memukul kepala Andri
"STOPPP! Ngga usah! Ngga usah! gue bisa sendiri!! Husssh!! hussshhh!!," kata Andri, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan kepalanya.
'Hahaha! Rasain lo! Besok-besok, gue tambahin biar tau rasa lo!' ucap Gale dalam hati sambil tertawa kecil.
TOK TOK TOK
"Permisi," ucap Naava yang masuk tiba-tiba ke ruangan istirahat dokter itu
"Ya, ada apa anak magang? Mari masuk-masuk," kata Gale pada Naava. Saat itu disana sedang tidak ada orang.
"Gausah gaya deh, ngga ada orang juga,"
__ADS_1
"Oh, maaf kamu siapa ya?," ucap Gale seperti orang yang lupa ingatan
"Aku mau cari dokter Andri, kemana dia? Kaya nya tadi masuk ke sini?,"
"Ini anak magang songong banget sih, ditanyain, siapa, bukannya dijawab dulu," kata Gale sok marah
"Permisi dokter Gale yang baik hatinya, perkenalkan saya Naava Kencana, calon istri dari dokter Gale Pranatha Surya..," kata Naava kesal
"Nah, gitu dong, bagus," kata Gale tersenyum
"Sekarang, kamu perlu apa?," kata Gale singkat
"Aku nyariin dokter Andri, katanya mau bantuin susun kerangka laporanku," kata Naava sambil memperhatikan sekeliling ruangan mencari Andri
"Andri?? Heh, Naava, kamu ga usah terlalu dekat dengan dia ya!," kata Gale ketus
"Loh, kenapa? Kan dia dokter pembimbingku?," kata Naava heran
"Iya! Pokoknya saya bilang jangan terlalu dekat!," kata Gale lagi
"Hmmm kenapa? Atau... kamu cemburu yaaa?," kata Naava mengejek Gale
"Ha? Untuk apa saya cemburu? Buang buang waktu," jawab Gale santai
"Terus, kenapa, aku ngga boleh dekat dengan dia?," tanya Naava sambil tersenyum
"Kamu kan calon tunanganku, tidak boleh dekat-dekat dengan orang lain!," kata Gale ketus.
"Tunangan? Siapa yang akan bertunangan, Gale?," kata Andri yang muncul tiba-tiba diruangan itu.
"Ha? Oh ituu.. Bukan siapa-siapa," kata Gale pada Andri.
Naava yang jantungan, menutup matanya.
'Aduh gawat! Jangan sampe Andri mendengar percakapan kami tadi!!!' ucap Naava dalam hati
Hello readers! Kalau kalian suka dengan novel ini, Jangan lupa Tekan Like, comment, dan jangan lupa bantu Vote ya. 🤗
Dan jika ingin berteman, silahkan follow IG ku @thresyamemo , Terimakasih ❤
__ADS_1