Love And Medicine

Love And Medicine
Rencana Kencan


__ADS_3

Naava berada diposisi yang sulit kali ini, Ia berada diantara dua sahabatnya yang bermusuhan dan tidak saling bertegur sapa lagi. Ia bingung harus memihak ke siapa.


Siang ini dikantin, Ia putuskan untuk makan siang sendiri, karena Ia tidak memihak siapapun, baik Gina ataupun Alia. Ia ingin emosi mereka masing-masing reda dahulu.


Saat Ia makan, tiba-tiba Andri datang menghampirinya.


"Naava? Kok tumben makan sendirian?," tanya Andri mendatangi meja Naava


"Eh, iya dok, yang lainnya lagi pada sibuk," jawab Naava sambil tersenyum


"Boleh saya duduk disini?," kata Andri sambil menarik kursi yang ada dihadapan Naava


"Boleh dok, silahkan..," kata Naava pelan.


'Aduh, jangan sampai si Gale lewat disini, mati gue!!' ucap Naava dalam hati


Semua mata perawat-perawat dirumah sakit itu memperhatikan Naava dan Andri. Perawat-perawat itu seperti membicarakan mereka, pasalnya, seorang Naava yang cuma anak magang, sudah menaklukkan hati Dokter Andri, dokter yang paling tampan dirumah sakit itu. Banyak perawat yang sirik pada Naava.


"Oiya, Naava, gimana untuk isi laporan kamu, belum rampung semua ya?,"


"Iya dok, laporan penelitiannya belum diisi, saya tinggal nunggu bimbingan dari dokter," kata Naava sambil mengaduk-aduk kuah soto dihadapannya


"Hari Minggu, kita jalan yuk? Sekalian kita bahas laporan kamu itu, gimana?," kata Andri menatap mata Naava


"UHUK!!UHUK!!UHUKKK!!," Naava yang mendengar itu, langsung kaget dan tersedak kuah soto yang dimakannya.


"Eh, kamu ngga apa-apa?," tanya Andri sambil menepuk-nepuk pundak Naava


"Uhuk, uhuk, ehm, gapapa, uhuk, uhuk, gapapa dok," kata Naava masih sambil meneguk air didepannya.


'Aduh, habis gue, dia ngajak jalan lagi, kalo ketauan Gale, gue bisa dibunuh! Tapi, gue perlu banget ngerjain laporan ini! Gimana nih??????' ucap Naava dalam hati


"Hmm.. jalan ya dok? Hmm boleh, kita jumpa dimana dok? ," kata Naava sambil tersenyum dipaksakan.


"Jumpa? Hahaha.. Saya yang akan jemput kamu dirumah, Naa.. Sekalian pamit dengan orangtua kamu," kata Andri sambil tersenyum


"Jangaaaaaaan!!!," seru Naava terceplos.


"Eh, maksud saya, jangan, ngga usah, dok, ngga usah, biar saya pergi sendiri aja, gapapa kok hehe," kata Naava gugup


"Gapapa, lagi, Naa.. Saya kan mau silahturahmi sekalian. Masa ngga boleh?," paksa Andri

__ADS_1


'Ya ampun, ngga mungkin gue nolak lagi! Tapi, gimana kalau Gale jumpa dengan dia?? Siap-siap dicincang gue sama Gale!' ucap Naava lagi dalam hati


"Jemput ya dok? Eh, tapi rumah saya jauh banget loh dok!!," kata Naava mencari alasan


"Emang jauhnya sampe ke Papua? Engga kan? Kalau masih di Jakarta masih aman, lagi, Naa.. hahaha," jawab Andri sambil tertawa


"Ha ha ha, iya juga ya, ha ha ha, oke dok," jawab Naava terpaksa.


"Jam sepuluh hari Minggu saya jemput kamu. ya?,"


"Oke, dok,"


***


Hari ini hari Sabtu, janji yang seharusnya adalah Naava pergi menemani Gina mencari hadiah untuk Harry. Namun, tidak ada kabar dari Gina. Naava akhirnya memutuskan untuk menyampaikan rencana jalannya bersama Andri besok pada Gale. Tapi Ia bingung bagaimana menyampaikan hal ini, takut dia akan mengamuk mendengar Naava akan jalan dengan Andri, tapi jika tidak diberitahu, bisa-bisa dia akan marah lebih besar lagi.


"Gale, kamu sedang sibuk?," tanya Naava pelan mengetuk kamar Gale


"Masuk," jawab Gale singkat.


"Kenapa?," kata Gale sambil rebahan dikasur dengan headset ditelinga kirinya


"Hmm.. aku.. mau..,"


"Ya sabar dong!! Jangan marah-marah!!,"


"Hmm..aku.. mau.. jalan.. sama..,"


"Oh, kamu mau jalan? Kemana? Yuk.. Tunggu diluar ya, biar saya ganti baju dulu," ucap Gale sambil mendorong badan Naava keluar dari kamarnya


"Eh, bukan, bukaan gitu..," kata Naava sambil melambaikan tangannya


"Gausah malu lah, ngajak saya, saya mau kok, tunggu ya!," kata Gale menutup pintu kamar


'Aduuuh kok jadi gini sih?' ucap Naava dalam hati sambil menepuk kepalanya.


Tidak lama, Gale keluar dengan bajunya yang rapi.


"Yuk," kata Gale sambil menarik tangan Naava


"Tunggu.. bukan itu yang ingin aku bilang," kata Naava terbata-bata

__ADS_1


"Ha? Jadi? Kamu mau bilang apa lagi?," kata Gale heran


"Begini, tapi please kamu jangan marah ya..," kata Naava dengan tangan memohon


"Andri ngajak aku jalan besok..," kata Naava yang disambut pelototan mata oleh Gale. Ia diam dan memelototi mata Naava seakan-akan ingin menelannya hidup-hidup.


'Habislah aku.. Habislah aku.. Sepertinya serigala ini akan memakanku sekarang' ucap Naava ketakutan dalam hati


"Terus? Kamu bilang apa?," jawab Gale singkat dan dingin


"Aku bilang.. Iya..aku mau..," kata Naava gugup. Gale yang terlihat sangat emosi dan marah, menghempaskan tangan Naava yang tadi digenggamnya.


"Gale, kan tadi saya bilang, kamu jangan marah..," kata Naava memelas


"KAN SAYA JUGA SUDAH BILANG, JANGAN TERLALU DEKAT DENGAN DIA!!," kata Gale keras, terpancing emosinya. Seorang Gale sekarang seperti singa yang baru dibangunkan dari tidurnya. Siap-siap memangsa.


"Aku terpaksa, ini untuk bimbingan laporan..," kata Naava gugup


"Dasar! Andri brengsek! Bisa-bisanya dia jadikan laporan untuk jalan dengan kamu, ha?," jawab Gale murka. Ia murka sekarang seperti adegan mak lampir yang sedang mengamuk, di film-film tahun 90an.


Naava hanya diam mendengar amukan serigala yang satu ini. Ia sudah tahu akan begini jadinya.


"Please kamu tenang dulu, Gale.. Besok, dia akan jemput aku disini, aku mohon, jangan sampai dia tahu kamu tinggal disini, rahasia kita akan terbongkar nanti," kata Naava lagi sambil memohon


"OHHH BAGUS! BERANI-BERANINYA DIA DATANG KESINI? AKAN KUPATAHKAN LEHERNYA BESOK!!," kata Gale sambil berapi-api.


"Pleeeasee, Gale! Ingat, kita harus jaga rahasia kita, kalau sampai dia tahu kita serumah dan akan bertunangan, dia akan memberitahu yang lain juga. Kita bisa dalam bahaya..," jawab Naava memohon


"BIAR SAJA DIA TAHU, SEKALIAN AKAN KU UMUMKAN KITA JUGA AKAN MENIKAH!," kata Gale geram


"Gale! Stop! Dengerin aku! Kamu bisa dipecat, dan aku? Aku akan dikeluarkan dari kampus! Kuliahku sudah hampir selesai, Gale!! Kamu mau hancurkan semua?," tanya Naava sambil memegang tangan Gale, bermohon.


Gale hanya diam mendengar apa yang dibilang oleh Naava. Ia memikirkan bagaimana caranya untuk menggagalkan rencana busuk si Andri ini.


"Oke, besok kalian boleh jalan, tapi aku ikut!!," kata Gale sambil memandang tegas wajah Naava.


'Haduh, kacau, kacauuu semuaaaaa!!' pikir Naava dalam hati


____________________________________________


Hello readers! Kalau kalian suka dengan novel ini, please bantu aku ya! 😘

__ADS_1


Caranya dengan Tekan Like, comment, dan jangan lupa juga untuk bantu Vote ya. Semua dukungan kalian, aku baca satu persatu loh. Itu yang jadi semangatku selalu untuk menulis bab selanjutnya 🤗


Dan jika ingin berteman, silahkan follow IG ku @thresyamemo , Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mau mendukung dan selamat membaca semua 😊❤


__ADS_2