Love And Medicine

Love And Medicine
Gale Cemburu


__ADS_3

Agenda kedua perjalanan Gale, Naava dan Andri hari ini ialah pergi makan sembari membahas laporan makalah Naava. Naava memilih untuk makan di salah satu restaurant Italy di PIM, yang menurut rekomendasi Andri, disana banyak makanan yang enak.


"Naa, film tadi lumayan seru yah! Aktor nya keren banget, kerasa banget actionnya!! ," kata Andri pada Naava sambil menikmati spaghetti ditangannya.


"Hehe iya, dok," jawab Naava singkat. Gale yang hanya diam menikmati coklat hangat kesukaannya, sekaligus terus mengawasi gerak gerik Andri, kalau-kalau dia berbuat sesuatu hal aneh pada Naava.


"Kamu ngga usah panggil dok atau dokter, dong! Masa kita lagi jalan begin, kamu manggilnya dokter hehehe. Panggil saya Andri aja," kata Andri sambil menoleh ke Naava


"Ha? Oh, iya dok, maksud saya, iya, Ndri..," kata Naava sambil tersenyum.


"Lebay banget sih lo," ucap Gale pelan, kesal dengan percakapan mereka yang asik dan tidak melibatkan dirinya.


"Ha? Lo bilang apa, Gal?," tanya Andri kurang jelas


"Gapapa, panas minuman gue..," kata Gale beralasan.


"Oh..," kata Andri tak perduli.


"Eh, Na.. Kamu cobain ini deh, ini pasta kesukaan aku, enak banget..," kata Andri menawarkan untuk menyuapkan sesendok pasta ke mulut Naava.


Gale yang melihat itu, langsung memelototi Naava agar tidak membuka mulutnya. Setidaknya, hargai Gale sebagai calon tunangannya. Tapi, karena Andri memaksa, Naava terpaksa membuka mulutnya juga.


"Ehm.. Iya, enak, Ndri..," kata Naava tersenyum


"Eh, makannya pelan-pelan, dong," kata Andri sambil melap kuah pasta yang tumpah dibibir Naava dengan tissue.


" Oh, maaf yaa.. hehe," kata Naava sambil mengambil tissue dari tangan Andri.


Gale yang melihat itu, merasa geram, ruangan yang dingin di restauran itu pun jadi terasa panas bagai di neraka baginya. Tanggannya Ia kepal menahan amarah pada Andri dan Naava. Mukanya yang putih berubah menjadi merah padam, tanda ia marah, seperti bom yang akan meledak sebentar lagi.


TINGGG!!!


Bunyi Sendok dan Garpu Gale letakkan dengan kuat ke meja, membuat Naava dan Andri kaget.


"Gue mau ke kamar mandi!!," kata Gale emosi. Ia memilih meredakan emosinya sejenak di luar, sebelum restauran itu porak poranda dibuatnya.


Dia betul-betul tak tahan melihat Naava bermesraan dengan pria lain didepan mata kepalanya sendiri. Ia mencoba sabar sedari tadi, agar rahasia mereka tidak terbongkar.


'Sekali lagi gue lihat lo megang Naava, gue bakar lo, Ndri!' ucap Gale dalam hatinya panas.


Gale memilih untuk berkeliling mall sendiri, sembari menunggu Andri dan Naava makan dan membahas makalah. Dia tidak tahan melihat mereka mengobrol satu sama lain, jadi mendingan mencari udara segar diluar ini, pikirnya.

__ADS_1


Tiba-tiba ia melihat sebuah toko perhiasan 'J&W Jewellery' , sebuah toko perhiasan yang sangat terkenal di Jakarta. Entah kenapa, kakinya tiba-tiba melangkah masuk kedalam toko itu, niatnya sih hanya sekedar melihat-lihat saja.


"Ada yang bisa saya bantu?," kata Pelayan Toko disana


"Oh.. Ngga apa-apa mba, saya mau lihat-lihat dulu..," kata Gale sambil melihat-lihat perhiasan yang di pajang ditoko itu.


"Untuk siapa pak? Pacarnya ya? Ini saya rekomendasikan, kalung model terbaru, berbentuk bunga krisan mekar, dikelilingi berlian. Bunga krisan itu melambangkan kebahagiaan selamanya, loh, pak..," kata pelayan toko itu.


Gale memerhatikan kalung yang diberikan pelayan toko itu, kalung dari emas putih, dengan bentuk bunga krisan yang sedang mekar, diatasnya berhiaskan kilauan berlian, membuat kalung ini terlihat sangat indah.


' Pasti kalung ini sangat serasi, jika diletakkan di leher Naava yang juga sangat indah ' pikir Gale dalam hati.


"Oke. Saya ambil ini," kata Gale pada pelayan toko itu. Ia memutuskan untuk membelinya dan memberikannya pada Naava. Pelayan toko itu segera menyimpan kalung didalam kotak perhiasan yang amat cantik, dengan pita berwarna merah diatasnya.


"Terima kasih sudah berbelanja, pasti pacar bapak senang punya pacar sebaik dan setampan bapak," kata pelayan itu sambil tersenyum pada Gale.


"Terima kasih," kata Gale singkat sambil berjalan meninggalkan toko itu. Namun, saat akan meninggalkan toko, ada sepasang kekasih masuk, dan sepertinya Gale sangat menandai mereka ini. Ternyata mereka adalah Alia dan Harry.


"Loh, kalian? Anak magang kan?," kata Gale menyapa Alia dan Harry. Alia yang kelihatan sangat gugup tak sangka akan bertemu dengan Gale, hanya diam dan tidak menjawab apa-apa.


"Halo, dok. Lagi jalan dok?," kata Harry menjawab Gale


"Oh, iya, saya sedang bersama teman kesini..," kata Gale


"Ha? Oh iya dok, saya Alia..," jawab Alia gugup


"Kalian mau liat-liat perhiasan juga?," tanya Gale pada mereka


"Iya dok," kata Harry sambil tersenyum


"Oh silahkan, saya pergi duluan ya, sampai jumpa," kata Gale pada mereka


"Iya dok, hati-hati," jawab Harry pada Gale


Gale pergi meninggalkan toko perhiasan itu dan berjalan kearah restauran tadi untuk menjemput Naava dan Andri. Waktu Andri sudah hampir habis, dan jangan berlama-lama lagi untuk pulang kerumah, pikir Gale.


Gale segera menghampiri meja makan tempat Naava dan Andri yang sedang asik mengobrol dengan wajah muramnya.


"Sudah selesai?," kata Gale yang muncul tiba-tiba, ditengah-tengah obrolan Naava dan Andri.


"Kamu dari mana aja Gale? Kita udah selesai dari tadi kok..," kata Naava pada Gale

__ADS_1


"Ayo pulang sekarang," jawab Gale dingin


"Buru-buru banget sih lo, bro. Masih asik ngobrol nih kita..," kata Andri sambil menyeruput minumannya


"Lo ingat peraturannya kan? Ini udah hampir jam tiga! Kita pulang sekarang!!," kata Gale marah.


"Eh, iya nih Ndri, kita pulang sekarang aja yuk, aku udah janji sama Oma," kata Naava takut dengan wajah Gale yang sudah cemberut.


"Yaaah.. Oke deh," kata Andri kecewa


Disepanjang perjalanan pulang, hanya Andri dan Naava yang saling ngobrol satu sama lain. Gale hanya mendengar lagu dari headset yang menempel ditelinganya. Ia memejamkan matanya pura-pura tertidur, karena malas bergabung dengan percakapan Naava dan Andri.


Naava yang sesekali curi-curi pandang dari kaca depan mobil, melihat Gale yang sekarang tidur di kursi belakang, memastikan apakah sekarang Gale sedang marah padanya, atau memang benar-benar kecapean sehingga tertidur.


***


Mereka sampai di rumah Naava pukul tiga lewat, dan Gale segera masuk ke rumah tanpa mengucap sepatah katapun.


Naava yang melihat Gale bersikap aneh padanya, merasa bersalah, harusnya dirinya tetap menjaga sikap pada Andri didepan Gale agar Gale tidak marah seperti sekarang ini.


Naava sangat menyesal sekarang, dan berniat langsung meminta maaf pada Gale.


Ia mendatangi kamar Gale yang sudah terkunci itu.


TOK! TOK!


"Gale.. Kamu sedang tidur ya? Aku mau minta maaf," kata Naava berbicara didepan pintu kamar Gale. Namun yang ada hanya hening, Gale tidak menjawab apapun dari dalam kamarnya.


Naava menunggu selama lebih dari setengah jam didepan kamar Gale, berharap Gale akan keluar dan menjumpai dirinya. Namun, itu tidak terjadi, kamar Gale senyap, lampu dikamarnya juga mati. Melihat itu, Naava memutuskan untuk membiarkan Gale beristirahat dulu dan tidak mengganggunya.


Ia masuk ke kamarnya sendiri, merebahkan badannya ke kasurnya yang empuk dan luas itu. Naava bahkan tidak berniat untuk ganti baju dulu. Pikirannya hanya pada Gale, Gale dan Gale.


'Kamu marah sama aku ya, Gale? Aku sedih lihat kamu diam begini. Mendingan kamu marah dan bentak-bentak aku aja deh, ketimbang kamu diemin aku kaya gini...' ucap Naava dalam hati sambil memejamkan matanya.


Bersambung..


____________________________________________


Hello readers! Kalau kalian suka dengan novel ini, please bantu aku ya! 😘


Caranya dengan Tekan Like, comment, dan jangan lupa juga untuk bantu Vote ya. Semua dukungan kalian, aku baca satu persatu loh. Itu yang jadi semangatku selalu untuk menulis bab selanjutnya 🤗

__ADS_1


Dan jika ingin berteman, silahkan follow IG ku @thresyamemo , Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mau mendukung dan selamat membaca semua 😊❤


__ADS_2