
Alia akhirnya memberitahu Harry bahwa Naava juga akan membantu mereka untuk memberikan kejutan pada Gina dihari ulang tahunnya besok.
Tapi, mereka berencana untuk mengerjai Gina terlebih dahulu hari ini. Agar besok, dihari ulang tahunnya, Gina bisa merasa patah hati maksimal!
"Eh, gimana kalau lo manas-manasin si Gina, Lia?," kata Naava menyampaikan ide gilanya pada Alia
"Manas-manasin gimana maksud lo?,"
"Lo tampin mesra-mesra an aja didepan si Gina! Nanti gue pura-pura dukung lo berdua! Hahaha! Ngga kebayang gue sama muka cemberutnya si Gina!!," kata Naava sambil terbahak
"Jahat banget sih lo! Ngga mau gue!," kata Alia menolak
"Yeee.. lo harus mau! Biar rencana kita berhasil!!," kata Naava memaksa Alia
"Gila lo ya! Yaudah, gue harus gimana nih?," tanya Alia menunggu instruksi Naava
"Lo pura-pura aja pegang tangannya Harry, atau apa kek, yang bikin si Gina cemburu! Eh.. Eh.. Itu dia lagi di nongkrong sendirian dikantin! Buruan, panggil Harry!!," kata Naava mendorong-dorong tubuh Alia.
"Eh, tunggu, sabar dulu dong!," kata Alia
Alia segera memanggil Harry, dan memberitahu ide Naava untuk mengerjai Gina. Harry yang mendengar ide itu, langsung setuju, dan mereka memulai menjalankan aksinya!
Mereka mendatangi kantin, dan duduk didekat meja Gina yang sedang asik makan.
"Ry, lo pura-pura elus-elus rambut gue, dong!," bisik Alia pelan pada Harry.
"Hahaha, iya, iya," kata Harry menahan tawanya.
Gina yang melihat Alia dan Harry bermesraan, gelisah, bak cacing kepanasan. Terlihat dari wajahnya yang merah padam, tanda ia marah, pada sikap mereka berdua. Dia mengambil kipas, dan mulai mengipas-ngipas wajahnya yang penuh keringat itu. Matanya terus memangdang Alia, tak lepas sedikitpun.
"Lia, lo coba suapin gue!," bisik Harry ke telinga Alia. Lalu Alia mengangguk, dan menyuapi sesendok nasi ke mulut Harry. Kelihatan sangat mesra mereka berdua.
__ADS_1
"Ciyee.. pasangan baru nih yee.. mesra amat!! ," kata Naava yang muncul tiba-tiba dan mendatangi meja Alia dan Harry. Naava yang mencuri pandang ke Gina, melihat Gina sepertinya sedang mendidih darahnya melihat kebersamaan mereka bertiga.
"Eh, Gin, lo sendiri aja?," ucap Naava menyapa dan mendatangi meja Gina, dari wajahnya kelihatan sepertinya dia sedang marah besar.
"Peduli apa lo sama gue? Terus kenapa kalo gue sendiri aja? Suka-suka gue dong!! Lo sama aja sama mereka berdua!! Alay lo semua!!," kata Gina pada Naava ketus, lalu langsung meninggalkan mereka dan membawa tasnya.
Naava yang habis dibentak oleh Gina, tertawa terkekeh-kekeh melihat sikap temannya yang satu itu. Ia memberikan kode pada Alia dan Harry bahwa misi mereka sudah berhasil membuat Gina emosi!
"Kasian banget dia, Naa..," kata Harry pada Naava.
"Calon cewe lo, mesti digituin kadang-kadang, Ry!! Hahaha..," kata Naava sambil tertawa
"Besok, kita datang kerumahnya sore kan? Pasti dia terkejut banget deh haha," kata Alia lagi.
"Iya, gue jemput kalian berdua ya. Bantuin gue hehe," kata Harry pada Alia dan Naava
"Siaaap, Pak Ketua!," jawab Naava bersemangat.
***
Harry sudah siap dengan balon warna warni, dengan balon besar berbentuk hati berwarna merah ditengahnya. Ia juga membawa sebuah bouqet bunga mawar merah besar, bunga kesukaan Alia, dan tidak lupa, kue ulang tahun yang sangat cantik, berwarna pink muda, disitu bertuliskan :
Happy Birthday, Gina! I Love You ❤
"Ya ampun, Ry! Lo sweet banget sih! Pasti si Gina klepek-klepek nih!," kata Naava memuji Harry
"Semoga dia suka ya, Naa..," kata Harry
"Dia mah suka banget yang beginian,Ry! Kalau gue mah geli dikasih beginian hahaha!," kata Alia
Naava menekan bel rumah Gina, segera Penjaga Rumah Gina membukakan gerbang rumahnya yang besar itu.
__ADS_1
Penjaga rumah itu, segera memanggil Gina dari dalam rumah memberitahu bahwa teman-temannya sedang menunggu di depan rumah.
Tidak berapa lama, Gina muncul dengan wajah sembabnya, sepertinya dia sudah menangis semalaman. Gina terkejut melihat kehadiran Alia dan Gina dirumahnya hari ini, dan yang paling ia kejutkan ialah.. kehadiran Harry disini.
"Happy birthday to you..
Happy birthday yo you..
Happy birthday, happy birthday,
Happy birthday to you..," Alia, Naava dan Harry bernyanyi untuk Gina
Gina yang speechless menutup mulutnya, ini benar-benar terasa seperti mimpi!
"Happy birthday, Gina.. " kata Harry sambil menyodorkan tangannya untuk menyalam Gina
"Harry? Ini apa? I.. Love You?? Maksudnya?," tanya Gina heran dengan semua ini
"Aku sayang banget sama kamu, Gin. Kamu mau ngga jadi pacarku?," kata Harry sambil berlutut, dan memberikan sekotak cincin kepada Gina. Cincin yang ia beli bersama Alia kemarin.
"Hah? Bukannya kamu udah jadian sama Alia? Aku ngga bisa, Harry..," kata Gina menolak, dan melihat ke Alia.
"Yah ngga mungkin lah aku pacaran dengan sepupuku sendiri, Gin..," kata Harry pada Gina yang membuat Gina tercengang.
"Iya, Harry itu sepupu gue, Gin. Jadi gini ceritanya...," kata Alia menjelaskan kembali bagaimana rencananya mencomblangi Harry dan Gina, serta ide jahil Naava kemaren yang membuat Gina marah.
"Ihh!! Kalian nyebelin banget sih!," kata Gina sambil mengusap air mata yang sudah mengalir di pipinya setelah mendengar semua cerita dari Alia.
"Udah, sekarang, jawabannya iya, atau engga? Harry udah lama nunggu nih! Kita juga udah penasaran sama jawaban lo!!," kata Naava sudah tak sabar
"Hmmmm... Of course, I Do!! Aku mau jadi pacarnya Oppa..," kata Gina sambil memeluk Harry.
__ADS_1
Mereka semua tersenyum melihat pasangan yang sedang jatuh cinta itu.
'Romantis sekali, Harry. Sekarang mereka sudah sah berpacaran. Tidak seperti statusku dan Gale, yang tidak jelas. Kami akan bertunangan, tapi Ia sekali pun tidak pernah menyatakan rasa cintanya padaku, tidak seperti dulu, Ia sering menyatakan rasa sayangnya pada Ajeng. Haahhh..Entahlah' ucap Naava dalam hati sambil tersenyum tabah