
Perjalanan liburan singkat Ayah dan Ibu di Jakarta berakhir hari ini. Ayah dan Ibu Gale harus pulang kembali ke Yogyakarta, karena tuntutan profesi mereka sebagai dokter yang tidak bisa meninggalkan rumah sakit berlama-lama.
"Naa pasti akan rindu dengan ayah dan Ibu.. Hati-hati di perjalanan ya Yah, Bu..," ucap Naava sambil mencium tangan Ayah dan Ibu
"Kamu baik-baik disini ya, nduk. Kalau si Gale macem-macem, lapor ke Ayah! Biar Ayah yang menghajarnya!," kata Ayah sambil tersenyum pada Naava
"Siap, Ayah!,"
"Ibu juga pasti rindu sama kamu, sayang. Bulan depan, kita bertemu lagi, ya. Di acara lamaran kalian," kata Ibu sambil mencium kening Naava
"Iya, bu. Jaga kesehatan ibu ya," kata Naava
Gale dan Naava ikut menghantarkan Ayah dan Ibu ke bandara. Mereka berpisah di Bandara Soekarno Hatta untuk melepas keberangkatan mereka ke Yogyakarta.
Lambaian tangan ayah dan ibu perlahan semakin menjauh sampai akhirnya menghilang.
Gale dan Naava segera berangkat meninggalkan bandara, untuk segera pergi ke rumah sakit, tempat mereka bekerja. Sudah agak sedikit terlambat sebenarnya, namun Gale sudah menyimpan alasan untuk keterlambatan mereka pagi itu.
Sesampainya di parkiran rumah sakit..
Gale dengan cepat ingin segera turun dari mobilnya bersama Naava. Namun, tiba-tiba, mobil seseorang masuk dan parkir disebelah mobil Gale, tanpa melihat pintu mobil Gale yang masih terbuka.
TAAAK!
Terdengar bunyi pintu mobil Gale yang patah, akibat di tabrak mobil mewah yang datang tiba-tiba itu. Gale dan Naava yang masih di dalam mobil sontak terkejut, dan langsung turun dari mobilnya untuk mendatangi si pemilik mobil ini.
Dari dalam mobil BMW seri terbaru itu, turun seorang wanita langsing dan tinggi, berkulit putih bersih, rambutnya yang hitam panjang tergerai indah, dengan balutan seragam dokter yang pas di badannya, dan sepatu berhak warna merah, membuatnya seperti model internasional yang sedang mengenakan seragam dokter.
Ia turun perlahan dari mobil yang Ia kendarai itu.
"Saya minta maaf, mas! Saya buru-buru. Untuk perbaikan mobil, akan saya tanggung semuanya..," katanya pada Gale sambil buru-buru menutup pintu mobilnya dan ingin segera pergi masuk ke rumah sakit.
__ADS_1
"Hey! Siapa kamu seenaknya seperti itu?? Kamu sudah berbuat apa pada mobil saya! Selesaikan dulu masalah ini!!," kata Gale sambil menarik tangan wanita itu
"Hey!! Tangan saya sakit! Saya kan sudah bilang, saya buru-buru!! Kamu nantinya pasti juga akan kenal saya! Kita selesaikan masalah ini di dalam nanti. Ngga usah takut, saya akan mengganti semua kerugian kamu!" kata wanita itu sambil menghempaskan tangan Gale.
Naava yang melihat hal itu hanya tercengang.
'Siapa wanita cantik dan sexy ini? Kenapa dia angkuh sekali? Baru dia wanita yang berani melawan seorang Gale, dokter yang paling disegani di rumah sakit ini. Apakah dia dokter baru disini?' tanya Naava penasaran dalam hati
"Okey! Saya tunggu kamu bertanggung jawab pada mobil saya!," kata Gale marah
"Okey! Saya masuk duluan!," kata wanita itu sambil meninggalkan Gale dan Naava di parkiran.
"Dasar, wanita gila!," kata Gale kesal sambil menutup mobilnya yang sudah penyok itu.
"Siapa dia Gale? Kamu kenal?," tanya Naava penasaran
"Entah, aku juga ngga kenal, palingan dokter baru disini, atau anak magang seperti kamu..," kata Gale menekan tombol kunci mobilnya.
Sesampainya dirumah sakit, kali ini seperti ada sesuatu yang berbeda, seluruh dokter berkumpul diruangan dokter. Kepala HRD sudah berdiri didepan, dan disampingnya berdiri, seorang wanita. Ternyata dia adalah wanita yang menabrak mobil Gale tadi!
"Ada apa sih, Ndri? Kok pada ngumpul semua?," bisik Gale yang tiba-tiba muncul dikursi sebelah Andri
"Eh, lo dari mana aja sih! Kita kedatangan putrinya Dokter Lesmana, pemilik rumah sakit ini! Katanya mulai sekarang, dia akan bekerja disini. Spesialis Anestesi juga bro! Sama kaya elo! Awas cinlok ya lo berdua, doi masih single soalnya!," kata Andri pada Gale sambil bercanda.
Gale yang mendengar candaan Andri, hanya menganggapnya seperti angin lalu. Ia tidak tertarik sama sekali akan hal ini.
Kepala HRD mengambil alih microfon, dan memulai acara perkenalan si dokter baru ini.
"Selamat pagi bapak/ibu dokter, hari ini kita kedatangan rekan sejawat yang baru. Dokter Angelica Lesmana. Beliau merupakan putri kandung dari Dokter Lesmana, dan akan membantu dokter Gale dalam bidang spesialis Anestesi. Kepada Dokter Angelica, saya persilahkan memperkenalkan diri..," kata HRD rumah sakit itu.
Sementara bangku-bangku disudut ruangan itu, sudah diisi oleh anak-anak magang yang mengikuti acara perkenalan dokter baru. Gina dan Alia juga sudah berkumpul dari tadi, mereka kecarian Naava yang tidak muncul-muncul batang hidungnya.
__ADS_1
"Naa.. lo dari mana aja sih! Kita kedatangan anaknya pemilik rumah sakit ini!," kata Alia pada Naava
"Iya, gue juga udah denger kok Lia.. Tadi gue ada urusan sebentar..," jawab Naava singkat
"Eh, kalau diliat-liat, dia cantik banget ya, kaya artis korea!! Spesialis anestesi ya dia? Berarti bakal satu ruangan sama Gale dong ya? Jangan-jangan mereka bisa jodoh disini! Haha," kata Gina memulai gosip.
"Hush! Jangan bikin gosip yang aneh-aneh, lo!," kata Alia pada Gina.
"Ya, iya, sepertinya mereka serasi. Dokter Gale kan high quality jomblo.." kata Gina menambahkan.
Naava hanya terdiam mendengar hal itu, namun dia percaya, tipe wanita seperti dokter Angelica ini bukanlah tipe yang disukai seorang Gale.
"Selamat pagi semuanya, nama saya Dokter Angelica Lesmana, kalian bisa memanggil saya dokter Ica. Saya adalah dokter spesialis Anestesi. Salam kenal untuk semua. Dan, maaf, kalau boleh saya tau, siapa lagi disini yang merupakan dokter anestesi selain saya?," tanya Angelica di depan publik.
Semua mata mengarah pada Gale, Ia hanya diam, tidak merespon apa-apa.
"Heh! Lo tunjuk tangan!," kata Andri berbisik pada Gale, sambil menyikut tangannya, namun Gale tetap tidak merespon apa-apa. Dia masih kesal atas perbuatan Angelica tadi pagi pada mobilnya.
"Ini, disini, dok! Ada dokter Gale yang jadi spesialis anestesi disini," ucap Andri sambil mengangkat tangan dan menunjuk ke arah Gale.
"Oh, salam kenal dokter Gale. Mohon bantuan dan arahannya pada saya yang masih baru disini..," kata Angelica sambil mulai tersenyum manis pada Gale.
"Ciyee.. Dokter Gale juga masih single tuh, dok!! Awas cinlok yaa.." teriak dokter Bobby, yang mengundang seluruh gelak tawa diruangan itu.
"Saya akan senang bisa bekerja sama dengan kalian semua, terutama dengan rekan seprofesi saya, bukan begitu, dokter Gale?," sambung Angelica menyambut pernyataan Bobby tadi.
"Suiit.. suittt..bakal ada pasangan baru, nih di rumah sakit kita," ucap dokter Hendra lagi
Gale yang mendengar itu, hanya bersikap stay cool, tanpa merespon apa-apa. Matanya liar ke seluruh ruangan, sibuk mencari-cari sosok Naava. Ia ngin memastikan Naava tidak akan berpikir yang aneh-aneh atas apa yang disampaikan rekan-rekannya di ruangan ini. Ia ingin menyampaikan bahwa, itu hal biasa bagi dokter untuk bekerja sama dalam bidang yang sama..
'Tapi, dimana Naava? Kenapa aku tidak melihatnya?' tanya Gale dalam hati
__ADS_1
Bersambung..