
Siang hari itu dirumah sakit, Harry dan timnya sedang istrirahat di kantin dan menikmati makan siang, sambil berdiskusi tentang presentasi yang akan mereka laksanakan lusa.
"Guys, untuk hari Jumat, kita wajib ngasih presentasi di depan para dokter, nih! Bahannya kita susun besok siang gimana?," tanya Harry pada timnya
"Oh, boleh, Ry.. Dimana?," tanya Alia sambil menikmati bakso yang ada dihadapannya
"Kalian ada usul, kita ngumpul dimana?," tanya Harry
"Gimana kalo kita diskusinya di cafe Starlight aja? Ituloh tempat nongkrong paling asik se Jakarta, Ry..," usul Naura sambil mengangkat tangan
"Lo pikir kita mau ngegosip berita artis terbaru? Kita bahas penyakit, tau, Ra!," kata Naava ketus
"Iya, aku setuju sama Naava, sebaiknya jangan di mall atau cafe, bakalan susah konsentrasi nanti," ucap Gilang memberi pendapat
"Kalau yang lain ada usul?," tanya Harry lagi
"Gimana kalau dirumah aja? Rumah salah satu dari kita, jadi kita bisa lebih konsentrasi, kan?," usul Gina
"Tumben ide lo brilian, Gi! Gue setuju sama Gina!," sambung Alia sambil menepuk bahu Gina
"Iya, boleh juga itu. Tapi dirumah siapa?," tanya Harry
"Rumah lo aja gimana Ry? Kan rumah lo yang paling deket dari sini, jadi kita ga perlu jauh-jauh," timpal Doni
"Gimana, yang lain setuju ngga, kalo diskusinya dirumah gue?," tanya Harry
"Setujuuuuu! Gue mau sekalian silahturahmi sama calon mertua hihi," kata Naura terkekeh kegirangan, suaranya menyerupai kuntilanak.
"Alay banget sih lo!," ucap Gina pelan
"Kalau kalian setuju, besok siang, sewaktu jam istirahat, kita ngumpul dirumah gue ya,"
"Siap, oppa!," ucap Gina bersemangat
***
Sore harinya, selesai mereka magang, Gina mengantarkan sahabat-sahabatnya untuk pulang kerumah. Didalam mobil, mereka mengobrol tentang banyak hal.
"Eh, Naa, lo perhatiin ngga sih? Dari gerak-geriknya, Dokter Andri kaya nya suka sama lo, deh!," bisik Alia pada Naava
"Iya, feeling gue juga gitu! Soalnya dia baik banget sama lo, Naa! Sikapnya ke lo itu beda!," kata Gina sambil menyetir
__ADS_1
"Bedanya?," jawab Naava acuh, sambil bermain game di handphone
"Yah beda aja, sikapnya ke gue dan Alia, dan sikapnya sama lo, dia lebih sweet gitu ngga sih?," ucap Gina didalam mobil
"Apaan sih kalian, ngga kok! Biasa aja, lagi!," ucap Naava mengalihkan pembicaraan
"Beda tau, Na.. Kemarin, dia ngasih coklat kan sama lo? Ngga lo ceritain juga, gue tau!," kata Alia menatap mata Naava seperti mengintrogasi.
"Gue kok berasa di sidang nih, sama lo berdua!!," jawab Naava gugup
"Lagian, kan, gapapa Naa kalau dia naksir lo! Dokter Andri itu kan cakep, orangnya ramah, dokter spesialis lagi, tajir dong!," kata Gina mendukung.
"Iya, sih, gue setuju sama pendapat lo, Gi! Menurut gue sih, dia oke buat lo, Naa. Ngga kaya dokter Gale.. Ampun juteknya! ," tambah Alia.
"Iya, mana jutek, dingin kaya es, tukang marah-marah lagi, untung cakep!," sambung Gina
"Stooooooppppp! Lo semua kenapa jadi jelek-jelekin dokter Gale, sih! Julid banget!!," ucap Naava tiba-tiba mengamuk. Alia dan Gina sontak terdiam melihat tingkah Naava
"Loh, kenapa emangnya dengan dokter Gale? Lo juga ngga suka sama dia, kan?," tanya Alia penasaran
"Iya, lo biasanya kan juga suka paling semangat kalo udah ngejulidin orang, Naa?," sambung Gina lagi
"Ehm.. Maksud gue.. hmm.. Gini loh, ga baik kita julidin dia, dia kan dosen kita, gituuu loh guys," ucap Naava gugup sambil melanjutkan gamenya
"Eh, taruhan yuk, kita liat, pasti nanti dokter Andri bakalan nembak lo jadi pacarnya," kata Gina tiba-tiba
"ENGGAK!," jawab Naava ketus
"Ye.. kita liat aja nanti, ya kan Lia? hahahaha," kata Gina memberikan tangannya untuk tos dengan Alia
"Yes! Go Andri! Go Andri! Go! ," seru Alia semangat sambil membalas tos dari Gina
"Gila lo berdua, sakit jiwa..," seru Naava yang duduk dibelakang.
"Eh, hari sabtu ini lo berdua temenin gue yuk ke PIM!," seru Gina
"Ngapain?," tanya Alia spontan menoleh ke Gina
"Gue mau nyari kado spesial buat Oppa Harry," jawab Gina sambil senyum-senyum ngga karuan
"Idiih, harusnya cowo yang ngasih hadiah, bukannya cewe! Kebanyakan nonton drama korea sih lo!," jawab Alia
__ADS_1
"Eh, lia, ini jamannya emansipasi wanita. Wanita udah bebas berekspresi, ga usah kolot deh! Lo aja yang masih tinggal di jaman siti nurbaya," kata Gina membalas
"Yee.. emang lo mau ngasih apa sama Oppa lo itu? By the way, tiap gue nyebutin si Harry, Oppa, selalu keinget kakek gue, deh, Gin hahahaha," kata Alia meledek
"Jahat banget sih lo! Ih!," kata Gina sambil melempar bantal mobil ke wajah Alia
"Hahaha, emang lo mau kasih apa sih?," tanya Alia penasaran
"Gue mau beliin Oppa Harry, sweater, biar dia makin cakep dan mirip sama Oppa Lee Min Hoo," kata Gina sambil senyum-senyum
"Sabtu ya?," tanya Alia
"Iya, lo berdua temenin gue ya? Please?," ucap Gina memohon
"Tapi Gin, sorry banget. Sabtu ini gue udah ada janji, sama seseorang," jawab Alia minta maaf
"Yaah, emang lo mau jalan sama siapa sih Lia? Cakka ya?," tanya Gina kecewa
"Bukan, ada.. temen gue," kata Alia lagi
"Tumben banget, lo pake rahasia rahasia segala, sekarang," jawab Gina penasaran
"Ngg,, itu.. Eh, bukan siapa-siapa. Lo kan masih bisa bareng Naava, yakan Naa?," jawab Alia mengalihkan pembicaraan
"Yaudah deh, Naa, lo bisa kan?," tanya Gina, namun dibalas diam oleh Naava.
" Naa, lo bisa kan? Naava!!," kata Gina sambil melihat ke belakang. Dan ternyata Naava sudah tidur lelap di jok belakang
"Yee.. dia tidur!," kata Alia
"Yauda deh, eiya, lo ngga usah bawa mobil ya besok. Biar kita ke rumah Harry naik mobil gue aja," kata Gina pada Alia
"Okeey," jawab Alia
Sore itu Gina menghantar mereka satu persatu ke rumah. Ia sungguh tidak sabar besok akan pergi berkunjung ke rumah Harry.
Aku akan membawa sesuatu yang spesial besok untuk Oppaku tersayang! Ucap Gina dalam hati.
______________________________________________
Hello readers! Kalau kalian suka dengan novel ini, Jangan lupa Tekan Like, comment, dan jangan lupa bantu Vote ya. 🤗
__ADS_1
Dan jika ingin berteman, silahkan follow IG ku @thresyamemo , Terimakasih ❤