Love And Medicine

Love And Medicine
Hari Ulang Tahun


__ADS_3

"Happy birthday to you! Happy birthday to you! Happy birthday, happy birthday! Happy birthday to you!!," seseorang lelaki bernyanyi didepan kamar Naava pada pukul dua belas tengah malam. Hari ini tanggal tiga puluh satu Mei, pada tanggal inilah Naava lahir ke dunia. Naava membuka matanya perlahan, Ia merasa masih sangat ngantuk malam itu. Ia buka pintu kamarnya, dan Voila! Ada Oma dan Danang berdiri didepan kamar Naava sedang memegang kue dengan lilin yang masih menyala.


"Haha, Terima kasih, ya Nang, Oma..," kata Naava tersenyum sambil mengucek matanya.


"Selamat ulang tahun , Naa..," kata Danang sambil mencium kening Naava.


Tiba-tiba Gale yang mendengar kebisingan tengah malam seperti ini, keluar dari kamarnya dan melihat Oma dan Danang yang sedang memberi suprise pada Naava. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Danang mencium kening Naava untuk mengucapkan selamat ulang tahun.


Darah dikepalanya seakan mendidih, ingin rasanya Ia langsung menarik kerah baju Danang dan meninju wajahnya saat itu juga. Matanya melotot dan tangannya sudah Ia kepal, tak sabar mendaratkannya segera ke pipi Danang. Tapi ada Oma disana, Ia sangat menghargai Oma. Gale tak mau membuat keributan.


"Gale, sini. Salam Naava dulu, hari ini ulang tahunnya," kata Oma memanggil Gale yang masih berdiri dipintu kamarnya yang bersebrangan dengan kamar Naava.


"Maaf, saya ngantuk, Oma. Saya tidur dulu," kata Gale sambil menutup pintu dengan keras.


"Dasar laki-laki aneh! Kenapa dia tidak pindah aja sih, dari sini, Oma? Tidak punya sopan santun!," kata Danang geram melihat tingkah Gale


"Mungkin dia kecapean, kamu juga sebaiknya langsung pulang ya, Nang. Ini udah larut malam, aku juga masih kecapean karena acara semalam dan perlu istirahat," kata Naava pada Danang. Ia jelas-jelas tahu apa alasan Gale bertingkah seperti itu. Ia langsung cepat-cepat menyuruh Danang pulang, agar tidak menimbulkan rasa cemburu dihati Gale yang semakin membara.


"Kamu ngga perlu takut sama lelaki itu! Kalau dia mengganggumu, panggil saja aku," kata Danang kesal.


"Iya, terima kasih ya kamu sudah cape-cape datang kesini. Sebaiknya kamu segera pulang, ini sudah larut malam, Nang" kata Naava lagi.


Setelah itu, Danang langsung beranjak pulang dari rumah Naava. Naava beralasan ingin istirahat karena badannya kecapean, sehingga Danang langsung menurutinya.


Naava merebahkan diri di kasurnya, matanya tidak bisa terpejam lagi.


'Apa dia marah padaku, karena melihat Danang menciumku ya?'


'Aku betul betul sedih melihat Gale marah seperti itu tadi, ini semua bukan mau ku'


'Aku akan minta maaf pada Gale besok'


ucap Naava dalam hati.

__ADS_1


***


Naava melihat Gale yang sedang serapan di meja makan pagi itu. Ia berencana untuk mengajak Gale makan malam diluar untuk merayakan ulang tahunnya. Naava mengira, Gale akan mengucapkan selamat ulang tahun padanya.


"Selamat pagi," kata Naava sambil tersenyum. Namun hanya dibalas diam oleh Gale. Gale dengan wajah dinginnya, tetap melanjutkan makan seperti tidak mendengar apa-apa.


"Gale, kamu kenapa sih? Kok diam aja?"


"Tidak kenapa-kenapa"


"Saya tahu kamu marah, tapi bisa dibicarakan baik-baik kan?"


"Saya tidak peduli, meski kamu pergi dengan dia sekalipun itu bukan urusan saya..," kata Gale dingin


"Kamu benar-benar aneh ya!! Saya kesal sama kamu!! Semalam, kamu bilang kamu mencintai saya, sekarang kamu tidak peduli jika saya pergi dengan Danang?! Dasar kamu memang aneh!! Saya ngga ngerti sama kamu!!," kata Naava kesal


"Anggap saja, kemarin saya bercanda..," ucap Gale santai


"Oh, jadi kamu anggap saya ini cuma bahan becandaan? Kamu memang ga punya hati, Gale!!," jawab Naava marah


"Gale!! Apa sih mau kamu? Aku benar-benar ngga tau kalau Danang bakal datang tadi malam!! Ini juga bukan mau ku! Harusnya kamu yang mengucapkan selamat ulang tahun duluan daripada dia!! Tapi kamu apa? Kamu cuman bisanya marah!!," jawab Naava kesal menahan tangis


"Silahkan, rayakan saja dengan dia!!," kata Gale


"Dasar sakit jiwa!! Aku benci kamu, Gale!," kata Naava pergi meninggalkan Gale. Ia sangat kesal pada Gale pagi itu. Padahal Ia ingin sekali merayakan ulang tahunnya kali ini bersama orang spesial seperti Gale.


Naava merasa kacau pagi itu, ia ingin pergi meninggalkan rumah untuk melepas kepenatan karena pertengkarannya dengan Gale.


Tidak berapa lama kemudian..


TOK TOK TOK


Kamar Naava digedor oleh seseorang. Ia membuka pintu dan ternyata ada Gale berdiri disana.

__ADS_1


"Saya minta maaf, jujur, saya tidak suka melihat kamu bersama Danang semalam," kata Gale dingin


"Iya, saya tahu, Gale. Untuk itu saya mau minta maaf, saya tidak menyangka Danang akan datang, dan melakukan hal itu," kata Naava


"Kamu harus segera beritahu dia, bahwa kita akan segera menikah, Naa. Jadi dia tahu diri, dan tidak mengganggu kamu lagi. Sebelum saya menghajarnya langsung.." kata Gale pada Naava


"Menikah? Tapi tadi kamu bilang, kita ini tidak ada hubungan apa-apa, kan? Untuk apa lagi saya bilang ke Danang?," jawab Naava kesal


"Naa.. Saya kan sudah minta maaf, jangan ngambek terlalu lama, please?,"


"Biar saja, kita kan tidak ada hubungan apa-apa. Biar Danang terus-terusan mengejarku!,"


"Kalau begitu, biar Orangtua saya langsung datang melamarmu minggu depan, biar kamu bisa langsung terikat dengan saya," kata Gale sambil tersenyum


"Ih!! Apasih kamu! Curang!," kata Naava menahan tawanya.


"Naa.. Selamat Ulang tahun ya. Saya minta maaf.. Tahun-tahun berikutnya, saya harus jadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk kamu," kata Gale dan mencium kening Naava


"Terima kasih calon tunanganku yang galak," jawab Naava sambil tersenyum


"Oiya, hari ini, saya ingin mengajak kamu ke suatu tempat yang spesial di hari ulang tahun kamu. Saya yakin kamu pasti senang,"


"Ha? Kemana?"


"Ya kalau dikasih tau sekarang, bukan kejutan namanya"


"Kalau aku ga mau?," kata Naava mengejek


"Ya, aku paksa kamu," jawab Gale


"Kalau tetap ga mau?"


"Gampang, kamu tinggal saya culik aja, beres," kata Gale sambil tersenyum

__ADS_1


"Dasaar curang! Semaunya aja! Huuuuu!," kata Naava


Siang itu Gale membawa Naava ke suatu tempat yang spesial untuk hari ulang tahunnya. Naava sangat penasaran, kemana Ia akan dibawa. Makan malam romantis, mungkin?


__ADS_2