
Minggu ini akan jadi minggu-minggu yang sibuk untuk Naava, Gina dan Alia. Karena mereka akan mulai magang sebagai asisten dokter (coass) di rumah sakit yang sudah ditentukan oleh fakultas.
"Li, udah dapat belum jadwal internship kita yang baru?" tanya Naava
"Udah, Naa.. Kita satu grup dengan Doni, Farrah, Naura, Harry, terus Gilang," jawab Alia
"Harry? Eh, Harry anaknya dokter Chris? Yang ganteng itu?," potong Gina
"Aahh, seneng banget gue akhirnya bisa dekat dengan siganteng Harry!!," ucap Gina sambil memutar-mutar ujung rambutnya
"Dia emang beneran anaknya dokter Chris? Berarti dia yang punya Rumah Sakit Citra yang besar itu dong, Gi?," tanya Alia lagi
"Yah iya dong beb! Aduh udah ganteng, tajir, baik, punya rumah sakit lagi! Pokoknya gue harus gerak cepat, sebelum ada yang menduluani gue!," kata Gina
"Saingan lo banyak, lagi, beb! Si Naura temannya Farrah juga lagi deket-deketin doi, kayanya. Valentine kemarin, dia ngasih coklat buat si Harry. Mana ditonton satu kelas lagi, pede banget yah,"
"Naura yang blasteran arab itu? Ih ngepain sih keganjenan deket-deketin Oppa gue!," kata Gina kesal
"Yah, makanya lo harus bisa cari perhatian lebih dari Harry! Jangan sampai dia keburu kecantol sama pesona si Naura! Gue dukung lo kok, Gin!," kata Naava berapi-api memberi semangat
"Ih, please deh! Gausah keganjenan gitu kenapa, Gin!," kata Alia risih
"Li! Lo harusnya dukung gue lah! Jangan sampe Oppa Harry keburu direbut sama si posesif Naura! Ciuhh!," jawab Gina kesal
"Oppa.. Oppa siapa? Oppa suaminya Oma? Udah tua dong, kakek-kakek Hahaha," kata Alia sambil tertawa
" Hahaha! Gina gitu looohh..Lo kayak ga ngerti kawan lo ini aja, Li! Eh by the way, Kita bakal magang dirumah sakit mana?," tanya Naava lagi
"Di Rumah Sakit Harapan Bersama, Na! Kalo ga salah, kan dokter Gale praktek disana juga kan?,"
"Oh.. Gue ga tau, Iya mungkin,"
"Asik, berarti kita diistimewain dong nanti," ucap Gina kegirangan
"Yee, jangan berharap lebih sama Gale! Bisa-bisa kita yg lebih tersiksa dibuatnya!," kata Naava sambil tertawa
"Loh, bukannya kalian serumah ya? Belakangan gue sering liat lo jalan sama dr Gale, Na?,"
"Eh, engga kok! Dia cuma numpang dirumah gue! Gue dan dia juga ga dekat-dekat banget!," kata Naava menyangkal
"Oh, bagus kalo begitu. Aneh juga kalo kalian berdua jadi dekat, bisa-bisa jadi bahan pembicaraan di kampus! Telah terjadi skandal antara mahasiswa dan dosennya! Hahaha," kata Gina sambil tertawa
"Eh, iya, makanya.. Ga mungkin kan?," kata Naava gugup
"Baiknya gausah, Naa.. Dia itu kan jutek banget, galak, lagian bisa-bisa lo di skorsing karena pacaran sama dosen," ucap Gina serius
__ADS_1
"Iya, gue tau," jawab Naava singkat.
Tiba-tiba, Harry yang mereka gosipkan dari tadi masuk keruang kelas, dan menghampiri meja tempat Naava, Alia dan Gina berkumpul
"Guys, mulai besok, kita udah mulai magang bareng. Udah tau rumah sakitnya, kan? Gue minta nama dan nomer handphone kalian ya, biar bisa gue list langsung," kata Harry
"Hah? Nomer handphone gue?," kata Gina latah, namun tangannya segera disenggol oleh Alia.
"Iya. Kalian bertiga," jawab Harry lagi
"Oh, kita bertiga?," jawab Gina kecewa
"Iya, besok kita langsung kumpul di rumah sakit aja ya. Bawa jas putih, dan tepat waktu. Gue ditunjuk jadi ketua kelompok magang kita, jadi gue yang tanggungjawabin kalian semua," kata Harry
"Iya, Oppa," kata Gina matanya berbinar-binar menatap Harry
"Haha Oppa? Kaya orang korea aja, Gin! Gue ga sebegitunya kali," kata Harry santai, membuat Gina makin meleleh
"Dia nih lagi demam korea, Ry! Jadi rada-rada ga jelas gitu tingkahnya hahaha," kata Naava meledek Gina
"Apaan sih, lo Na! Gue kan malu didepan Oppa!,"
"Haha gausah sok malu-malu deh Gin. Geli gue lama-lama liat lo," kata Alia lagi, ikut meledek Gina
"Oh, gue udah punya kok Ra. Kemarin waktu lo nelfon, langsung gue save," kata Harry, membuat Gina memandang kesal akan hadirnya Naura.
" Oh gitu ya, gimana kalo besok kita pergi bareng aja, Ry? Aku ga tahu alamat rumah sakitnya, nih..," kata Naura mencoba mendekati Harry
"Hellooooooow? Siapa sih yang ga tau Rumah sakit Harapan bersama? Lo tinggal di Afrika ya, Ra?," kata Gina kesal
"Yah terserah gue dong mau pergi sama siapa! Kok lo sewot sih? Harry aja santai!," jawab Naura marah
"Lagian kan ada google maps, Ra. Tinggal klik aja, nyampe lo..," jawab Alia membela Gina.
"Hahaha, Iya, Lagian sorry Ra, Gue ga bisa jemput lo. Soalnya pagi-pagi besok gue harus lapor dulu sama kepala rumah sakit tempat kita magang," kata Harry lagi, membuat Naura pasrah mengangguk.
"Jadi, Ketua tim, besok kita ngumpul disana jam 7 pagi ya?," tanya Naava pada Harry
"Iya, jangan ada yang telat ya. Kita bawa nama almamater, jangan bikin malu," kata Harry lagi
"Oke," jawab Naava
***
Sesampainya di rumah, Naava mulai sibuk mempersiapkan jas putih dan stetoskop yang harus dibawanya besok untuk magang dirumah sakit. Gale yang melihatnya sangat sibuk, mencoba mengajaknya ngobrol
__ADS_1
"Kamu lagi apa?," tanya Gale singkat
"Oh, besok aku magang di rumah sakit tempat kamu kerja,"
"Oh ya? Bagus kalo gitu,"
"Jangan suruh kami tugas yang berat-berat, please, Gale," kata Naava dengan tangan bermohon
"Ya terserah saya dong, anak magang jangan banyak permintaan!," jawab Gale galak
"Sombong banget, sih," kata Naava kesal
"Gale, ada satu hal juga yang ingin aku bilang, kayanya Gina dan Alia tau kalau kita sedang dekat. Jangan sampai mereka tahu, Gale," kata Naava pelan
"Kenapa emangnya?,"
"Yah kamu kan tau sendiri, kalau gosip sudah beredar mahasiswa berpacaran dengan dosen, bisa-bisa dekan tau, dan aku bisa diskorsing di semester akhir ini tau!!,"
"Dann.. satu lagi, kamu juga bisa-bisa dipecat. Aku ga mau itu terjadi pada kamu," kata Naava lagi
"Saya tau menjaga itu semua, dari awal saya memang tidak mau menampakkan kedekatan saya dengan kamu," kata Gale
"Bagus kalau kamu sudah tau," jawab Naava sambil memasukkan stetoskopnya ke tas
"Iya, makanya mulai besok, kita pura-pura tidak usah saling kenal saja," kata Gale tenang
"Hmmm ya sudah kalau begitu. Intinya jangan sampai ada yang tau kalau kita dekat, bahkan akan bertunangan!! ," kata Naava melotot
"Kamu bilang pada diri kamu sendiri, yang suka keceplosan!,"
"Hehehe iya," kata Naava tertawa
Mulai malam itu, mereka sudah berkomitmen untuk tidak saling tegur satu sama lain dihadapan orang banyak. Apa yang akan terjadi besok ya? Apa bisa aku tahan tidak menyapa Gale sama sekali? Ucap Naava dalam hati.
Bersambung..
______________________________________________
Hello readers yang masih setia membaca Love and Medicine! ❤
Kalau kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa untuk klik Like, Comment dan Vote yah..
Berapapun like, comment atau vote yang kalian berikan itu sangat mendukung aku. 🤗🤗
Dan dukungan kalian itu bisa jadi penyemangatku juga untuk membuat cerita-cerita di bab selanjutnya. Terimakasih yaa readers yang baik hatinya, dan selamat membaca semua 🤗
__ADS_1