Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
14.bab 14


__ADS_3

"Kalau aku tahu dia aku tidak akan bertanya tahu " jawab lidaya lalu mereka pergi keruangan kelas dan menikmati pelajaran sebelum pulang sekolah dengan mata yang selalu terasa kantuk.


.


.


.


Ini sudah di rumah ,santi hari ini merasa seperti kehilangan kepercayaan seorang teman namun dia juga mendapatkan seorang teman baru yang bernama alex dan orang itu seperti memberinya sebuah keyakinan akan kejadian yang kemarin dia alami.


"Hoooaahem... Aku nggak boleh ngantuk aku harus mengerjakan tugas dulu " kata santi saat akan membuka buku namun rasa kantuknya sudah terlebuh dahulu datang daripada keinginannya untuk belajar.


"Aku harus kuat aku harus bisa "semangat santi yang sudah membara untuk belajar namun pada akhirnya dia memutuskan untuk untuk berbaring sejenak.


'' rasanya kalau aku buat sekarang semuanya tidak akan benar jadi lebih baik kita rehat sejenak dan kumpulkan tenaga dahulu " kata santi lalu pergi ke tempat tidurnya dan meregangkan badannya itu.


"Rasanya akhir akhir ini aku terlalu sibuk masalah orang lain bahkan beberapa hari yang lalu aku bilang aku ingin sibuk masalah orang lain " kata santi sambil menatap langit langit rumahnya.


"Padahal kemarin kemarin aku hanya diam saja dan tidak ikut campur masalah orang ,tapi kenapa sakarang aku jadi begini" lanjutya.


"Santiii ayo pergi makan kamu pasti lapar " kata ibu tirinya di luar kamar santi.


"Tidak! aku tidak lapar kau saja yang makan !" jawabnya.


"Baiklah jika kau lapar pergilah ke dapur aku akan menyisakannya untukmu " kata ibu tirinya lagi dan langsung pergi ke dapur.


"Masalah ini lagi ,aku ngak tahu harus bagaimana tapi kalau aku tinggal dengan nenek ,nenek pasti akan marah "kata santi yang tiba tiba membahas tentang kepergiannya bulan depan .


Lalu santi berdiri dan melihat jadwal yang tertempel di dingding dekat tempat tidurnya dan melihat kalau besok dia akan mendapat sebuah pelajaran dan pelajaran itu menyertakan sebuah tugas rumah yang sedang dia kerjakan.


"Inilah yang namanya sebuah siksaan ,, aku harus mengerjakannya sekarang !!"kata santi lalu kembali ke meja belajarnya dan mengerjakan tugas yang membingungkan itu.


"Haduh susah sekali yang ini bagaimana guru itu bisa jawab sih nanti kalau soalnya aja susah begini"


"Lebih baik aku mengisi perutku dulu" kata santi lalu pergi ke dapur tapi saat dia akan menuruni tangga dirumahnya itu dia melihat adik dan ibu tirinya sedang tertawa garing dan riang lalu tiba tiba pikirannya mengingatkan akan kebahagiaan yang pernah dia lewati bersama ibu dan kakaknya .dia mengingat tawa ibunya saat santi membuat lelucon. dan tawa itu sama persis seperti tawa ibu dan adik tirinya itu.


"Santi ada apa ??"tanya ibunya sambil melihat ke atas yang membuat santi terkejut dari lamunannya.


"Iya,,haha tidak ada apa apa"jawab santi lalu dia turun munuju dapur dan mengambil sebuah cemilan dan pergi ke kamarnya tanpa ada sebuah kata pun saat melewati ibu tirinya itu.


.


.


.


Saat makan malam.


"Santi kau akan pindah minggu depan karna perusahaan akan mengubah jadwalnya " kata ayah santi saat mereka sekeluarga sedang makan malam.

__ADS_1


"Minggu depan ?"


"Tapi aku belum bilang kepada nenek aku akan menginap di rumahnya !!" tanya santi kepada ayahnya .


"Tidak usah ,kamu bilang saja minggu depan saat kamu pindah itu tidak akan sulit " jawab ayahnya.


"Jika kau tidak mau besok aku akan kesana dan meminta persetujuan nenekmu" kata ibu tirinya yang ikut campur itu.


"Tidak usah aku akan langsung bilang minggu depan " ujar santi menjawab kata ibunya itu.


"Ya sudah ayo lanjutkan makanmu " kata ayahnya.


.


.


.


Keesokan paginya santi bangun sangat siang bahkan dia baru bangun ketika matahari sudah bisa menembus kamar santi dan dia terbangun karna sinar matahari yang tepat menyinari matanya yang sedang tidur dengan sangat pulas.


"UuwAhhh tidurku nyenyak sekali " kata santi sambil menguap dan melihat jam di dingding kamarnya dan itu sudah jam setengah delapan .


"Whaaat ?? " "udah jam segini aku baru bangun !!" teriak santi lalu bergegas untuk menyiapkan segala keperluan sekolah lalu mempersiapkan dirinya.


.


.


"Kenapa dia belum datang sih "


"Jangan jangan dia bangun siang lagi "


"Atau dia masih marah sama aku tentang hal yang kemarin dan dia nggak mau lihat aku ??"


"Aah tidak tidak mungkin temanku santi marah sampai begitu " ujar santi di depan gerbang sekolah sambil menanti temannya santi.


"Hei nak ayo masuk ,mau disana terus ini sudah mau jam sekolah loh ayo cepat " kata seorang satpam yang menjaga gerbang di sana .


" tapi saya sedang menunggu temanku " kata sopia.


"Sudahlah, mungkin dia tidak sekolah hari ini "kata pak satpam itu lalu mendorong sopia masuk ke sekolah .


"Pak pak kalau nanti temanku itu datang tolong bukakan gerbangnya untuknya yaa?" kata santi.


"Maaf tapi itu melanggar peraturan di sekolah ini "jawab pak satpam tersebut.


"Tapi pak dia teman saya "


"Sudahlah cepat masuk sana !! " kata bapak itu yang membuat sopia terkejut dan langsung pergi.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian santi datang sambil berlari dan terengah engah lalu di depan gerbang dia melihat seorang sedang berjaga.


"Pak tolong buka gerbangnya saya nggak sengaja datang siang jadi saya terlambat saya mohon pak buka gerbangnya " kata santi sambil mencakupkan tanganya dan memohon.


"Tidak ,tidak bisa kamu sudah terlambat 10 menit gerbangnya sudah tidak bisa di buka" kata bapak petugas yang menjaga di depan gerbang.


"Tadi ada orang yang menunggumu sampai jam pelajaran akan di mulai dan menyuruh membukakan gerbang tapi aku tidak akan membukakan gerbang karna kau terlambat sudah sangat lama " lanjutnya.


"Apa lama ini hanya sepuluh menit !! Jadi tolong buka gerbangnya aku sudah susah susah buat tugas masak hari ini aku nggak sekolah!!" kata santi sambil mengguncang guncang gerbang (tapi bukan gerbangnya yang terguncang melainkan dirinya ).


"Sudah sudah pergilah sudah tidak ada gunanya !!" bentak bapak itu.


Lalu santi berpikir akan memanjat tembok di tempat dia sering melihat orang orang melompat saat terlambat.


Lalu santi pergi berlari menuju tempat orang yang sering memanjat tembok itu dan melihat dingdingnya sangat tinggi itu.


"Wah bagaimana bisa orang orang itu memanjat yaa ?? "


"Semoga nggak ada yang lihat ya tuhan" kata santi lalu melompat ke tembok dengan sangat bersusah payah.


Dan saat sudah di atas dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh karna ada seorang yang melihatnya dan menyapanya.


"Hei santi kau terlambatya?? " kata agus yang membuat santi terjatuh dan lututnya terluka.


"Haduh, buat terkejut orang saja !!" kata santi lalu terbangun dan menghampiri agus.


"Suuut,, jangan berisik nanti ada guru yang dengar " kata agus.


"Santi lututmu terluka tuh sini dulu.biar aku obati "lanjut agus .


"Wah kok aku nggak sadar sih " kata santi lalu duduk di samping agus .


"Jika kau nggak sadar sampai jam istirahat bisa bisa infeksi ini " kata agus sambil mengeluarkan kotak obat milik agus.


"Sini biar aku sendiri yang membersihkannya aku malah takut kalau orang lain yang bersihkan "kata santi lalu mengambil kotak obat milik agus dan membersihkan lututnya yang terluka.


"Kenapa takut ?" tanya agus.


"Karna orang lain tidak tahu bagian man yang sakit tapi kalau diri sendiri yang mengobati kita kan tahu ini sakit apa nggak "jawabnya.


"Kau bawa kotak obat terus yaa?" tanya santi .


"Iya "


"Wah aku nggak tahu kalau temanku ini ternyata mementingkan keselamatan juga " kata santi.


"Ini ,,pakailah ini dulu sebelum di beri plaster luka " kata agus sambil memberi sebuah salep.


"Haaa selesai deh makasi yaa obatnya ,kalau gitu aku ke kelas dulu yaa ini sudah telat "kata santi lalu membereskan obat obat yang dikeluarkan santi.

__ADS_1


"Sanntiii " kata alex sambil melambaikan tangannya dari jauh.


"Haa ngapain dia ke sini ??"kata santi dan agus bilang " siapa dia ??" kepada santi yang sedang memberikan kotak obat yang sudah dia rapikan itu.


__ADS_2