Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
36.bab 36


__ADS_3

"Maaaf.." ujar santi sambil menundukkan kepala membuat lidya dimas terkejut.


"Maaaf tapi kalau kalian mau berkelahi menggunakan senjata aku juga nggak melarang kalau aku nggak bisa karna aku lebih banyak punya senjata " ujar santi sambil dia menyodorka dua buah pistol di tangaanya,dan teman teman nanda pun ikut terkejut.


"Lidya kau ambillah satu ,,ayo kita menjadi polisi sekarang "ujarnya sambil mengeluarkan semrotan lada di dalam tasnya.


Lidya yang mendapat pistol itu sangat gematar.


"Santi kau jangan gilaaa!!" teriak nanda.


"Heeee gila??? Yang gila duluan itu kamu kaaaann?" ujar santi sambil berjalan mendekat dan menyodorkan pistol ke orang orang yang menurutnya berbahaya.


"Lepaskan wulan kau nggak tahu kan berapa isi pistol yang aku punya di kantongku ini ? Satu pistol mungkin bisa tembus tiga orang dari jarak ini ,,jadi lepaskan!!" lanjutnya dan orang orang yang memegang wulan gemetar dan mulai melepaskannyaa.nanda melihat itu dan menyuruhnya memegang wulan lagi apapun yang terjadi.


Santi pun menyodorkan pistolnya ke nanda dan menyuruh nanda melepaskan dimas jika tidak wulan dan nanda memilih dimas.


Dimas sudah setengah sadar dan jalan pun terhuyun lidya hanya menyuruhnya sedikit menjauh tapi dimas keras kepala dan ingin menyelamatkan wulan dan terpaksa lindya memaksanya dan mengibati lukanya dulu karna santi memintanya membawa dimas pulang jadi lidya membawanya pulang dan melupakan temanya


"Sekarang kau sendiri kita banyak apa yang akan kau lakukan??" ujar si pemegang pistol.


"Yaa aku akan lawann !!" pekik santi.saat santi sedang debat kata dengan orang orang itu nanda dan tiga temanya pergi sambil membawa wulan.


"Heiii nanda berhetii loo !! "Hardik santi.


"Itu sekarang kau sendiran disini wanita kau tak takut??"


"Bagaimana kalau kau kasih pistol mahal itu padaku aku akan melepaskanmu atau kau temani kami di bar bermain haa??"


Tawaran nakal pria pria yang menurut santi brengsek itu.


Dengan tegas di bilang nggak mau


"Nggggaaak !! Aku nggak mau !mana mau aku sama pria pria jelek kayak kamu !!"ejek santi malah membuat orang orang itu jadi marah.


"Kalian kurang nyali sampai brani melawan wanita ? Sampai bawa pistol" ujar ifan yang dari jalan masuk di arah lain.


Santi tahu itu ifan dan itu membuatnya kesal, karna dia melihat orang orang yang dia hadapi sedang memandang ifan dan bertanya tanya siapa dia .santi membuka tutup semprotan dengan perlahan dan menyemprotkannya ke muka muka orang orang tersebut.


Tapi saat menyemprotkannya angin datang dari arah berlawanan dan santi juga kena semprotan lada.


Orang orang itu langsung menggeliat kesakitan begitu juga santi.


Ifan melihat itu merasa kalau sekarang dia sedang melihat orang bodoh melawan orang yang lebih bodoh "haah bodoh "


"Kau nggak papa kan?" ujar ifan sambil menghampirinya saat melihat tanganya sedang memegang pistol juga dan berkata dalam hati"benar benar bodoh"

__ADS_1


Ifan membawa santi pergi dari sana selagi yang lainnya sedang sibuk mengucek mata mereka.


Tak jauh dari sana mereka berhenti di sebuah taman dan ifan langsung menyuruhnya mencuci muka di sebuah wastafel .


"Kau bawa pistol kan ? Kenapa kau nggak gunakan dan malah menggunakan hal yang malah membuatmu begini??"ujar ifan.


Sambil dia mencuci mukanya yang panas dan mata yang perih santi ingin sekali membuka matanya dan langsung memukul ifan yang berkata begitu "kau pikir aku brani pakai pistol haa ?? Suaranya saja bisa sampai di tengah kota terdengar tau!!" pekik santi sambil mengucek ngucek matanya."haaa perihhhh!!"


"Terus kenapa kau bawa ?"tanya ifan.


Firasat santi mengatakan kalau dia menjawab pasti dirinya akan terpojok tapi mulutnya masih saja bicara.


"Yaaa... itu buat mereka takut aja??" jawabnya.


"Apa gunanya ?? Dan pada akhirnya pun kau begini" ujar ifan lagi.


"........."


Santi hanya terdiam sambil menatap ifan dengan matanya yang nggak berhenti berkedip karna masih perih.


"Ini " ujar ifan sambil memberikan saputangan "utuk ngelap mukamu itu"


Santi mengambil saputangan itu lalu langsung berjalan dan memutuskan untuk pulang dan ifan mengira kalau santi akan perang bodoh lagi.


"Yaa pulang lah!!!"teriak santi sambil melemparkan saputangan ifan.


Santi berpikir apa salahnya jika membatu orang yang dibuli itu kan nggak salah yang salah tu kan mereka apa salahnya dia,kalau ngelakuin hal itu emang mereka dapat apa sih kan nggak ada gunanya kesel deh guee.


"Kalau kau ingin menolong itu boleh tapi kau juga harus lihat siapa orangnya karna nggak semua orang bisa kita hadapi hanya dengan pandangan biasa saja ,dia contohnya mungkin saja kalau kau terus melawanya mungkin bukan hanya kau yang kena tapi orang lain orang yang kau sayangi dan wulan mungkin terdiam karna sebuah desakan yang membuat orang di sekitarnya tersakiti" ujar ifan.


"Jadi mungkin maksudmu itu kayak orang tua wulan itu bergantung dengan orang tua nanda dan membuat wulan harus pasrah gutu ??"tanya santi.


"Yaa bisa dibilang begitu"


"Ayahnya atau ibunya yang bekerja ??" tanya santi lagi.


"Semuanya ,,dan apa yang kamu lakukan mungkin baik menurut orang luar sedangkan sedangkan orang kau tolong mungkin bebas dan masalah masuk ke masalah lain "jelas dimas.


Santi mendengar itu dengan seksama dan nggak tau harus berkata dan berbuat apa.


"Lalu aku harus diam saja?? Dan melihat orang kaya menindas orang miskin ?asal kita benar benar berusaha bukankah hasinya akan memusakan juga??"tanya santi.


"Kadang sesuatu itu tak akan benar benar terjadi walau kita sudah benar benar berusaha "ujar dimas yang semakin nggak dimengerti santi.


"Kau kaya kan ??"tanya santi dan dimas hanya terdiam saja.

__ADS_1


"Aku tau aku hidup berkecukupan tapi aku juga pernah merasakan hidup tertekan yaa walau dari hal yang berbeda "lanjutnya.


"Hal yang berbeda juga membuat pandanganya harus berbeda kan "jelas ifan.


Santi hanya memandang ifan sambil berjalan dia nggak tau apa yang sekarang dia lakukan salah atau memang benar.


"Ngomong ngomong kau sudah belajar?? Sebentar lagi sudah ujian?" tanya dimas menghilangkan susana canggung.


"Tentu tapi aku nggak terlalu yakin akan dapat nilai sebagus dulu tapi aku baru tau kalau orang yang sering dapat nilai jelek juga belajar walau pada akhirnya dapat nilai jelek ,aku pikir di pikiranmu terlintas kenapa harus belajar walau pada ahkihirnya dapat nilai jelek" jawab santi sambil sedikit heran.


"Kalau uts ini aku dapat nilai bagus dan bisa mengalahkanmu kau bisa memberiku apa??" tanya dimas lagi.


" yaa akan akan beri selamat sambil teriak teriak keliling sekolah dah "jawabnya berani karna nggak mungkin ifan bisa mengalahkan santi yang jauh diatasnya.


*........~.........*


Setelah sampai rumah santi sangat terkejut melihat dimas sedang tidur di pangkuan lidya dan itupun dimas sambil memeluknya dan terlihat sangat erat.


"Yaa tuhaan !! Ku pikir kau bakal kesakitan bisa bisanya kau tidur sambil memeluk temanku !!" teriaknya sambil menutup pintu rumahnya.


Santi memukul mukul dimas hingga membuatnya jatuh dari pangkuan lidya


"Hei hei bangun ,,kau itu bilangnya saja suka sama wulan nii kamu lagi ngapain haa !!"


"Emang aku ngapain sih?"tanya dimas polos .


"Haa !! Masih bartanya lagi kalau kau mau tidur tuh tidur di kamar jangan dipangkuan orang " ujar santi.


"Aku rasa tadi dia hanya mengobati lukaku....lalu "


"Tidurr " sela santi.


"Santi sudahlah aku nggak papa kok "sela lidya .


"Dimas kau masuk kamar sana kalau ngantuk aku mau bicara sebentar" ujar santi.


Dimas memasuki kamar sebelum masuk kamar dia meminta dibuatkan makanan dan dia bilang dia nggak mau membantu karna semua badanya terasa sakit.


"Anak sialan sih "kesalnya "..lidya kau benar benar nggak papa kan ?" tanya santi memastikan lagi.


"Tentu saja ,,ini sudah malam jadi aku mau pulang dulu yaa " ujarnya.


"Tunggu aku ikut aku mau beli makanan di warung depan "


Mereka lalu pergi santi membeli makanan dan lidya pulang .

__ADS_1


__ADS_2