
Keesokan harinya seperti biasa santi masih membuatkan sarapan untuk mereka berdua ,saat menyantap makanan ifan memulai pembicaraan dia membahas tentang kecerobohannya berbicara kepada santi dan meminta maaf.
"Santi maafkan aku atas kejadian kemari " ujarnya.
"Aku jatuh ke kolam juga bukan karnamu" jawabnya .
"Bukan yang itu tapi yang kemarin saat kita sarapan " jelas dimas.
"Oooh ,nggak pa pa aku sudah biasa" jawab santi.
Setelah selesai sarapan mereka langsung berangkat ke sekolah ,sedangkan dimas pergi menuju rumah temannya terlebih dahulu .
Saat diperjalan santi lupa menjemput sopia dia ingin menelfon sopia dan ingatannya kembali pulih lagi ,dia masih saja melupakan sesuatu yang lainnya .
"Haduh !! Aku lupa bawa jaketnya ifan "
"Aku pulang saja sambil jemput sopia"
Saat santi berbalik badan dia menabrak seseorang ,orang itu sangat tinggi bahkan kepalanya hannya sampai dadanya.
"Tingginya dirimu !!" ucap santi sambil menghadap ke atas melihat orang tersebut.
"Ada apaaa " ucapnya sambil membungkukkan kepalanya ,dan santi melihat bahwa itu adalah ifan.
"Lah kok dia ,sekarang dia pasti akan menagih jaketnya " ujar santi dalam hati.
"Mana jaketku!!" tagih ifan sambil menaikkan satu alisnya.
"Uum itu aku lupa bawa hehhe ,,tapi sekarang aku akan pulang dan mengambilnya " ujar santi .
Dia sudah berjalan beberapa langkah dan ifan langsung menarik tas santi dan merangkul lehernya.
"Eeh eh aku akan ambilkan jaketmu kok,tapi jangan gini kan aku takut !" ujar santi sambil melihat wajahnya yang tinggi itu.
"Nggak usah bawa aja besok atau lusa ini sudah siang nanti telat " ujar ifan.
"Tauu tauuu!! Tapi jangan pegang leherku nanti aku mati "
Ifan pun menurunkan tanganyaa dan berjalan ke sekolah yang sudah tak jauh dari sana.
Saat di kelas santi memikirkan perkataan ifan yang bilang "suasana saat ini berbeda dengan saat itu"ucapnya di pesta kemarin ,saat terus terusan berpikir telpon santi berdering dan dilihatnya temannya sopia menelfon "ini ,aku pasti akan dapat omelan nih " ujar santi seraya menggeser tombol yang berwarna hijau.
__ADS_1
Sebelum temannya itu bicara dan memarahinya santi lebih dulu bicara dan meminta maaf.
"Sopia aku benar benar minta maaf ,aku nggak sengaja mininggalkanmu " ujar santi yang dia anggap sebagai penangkal agar di tak diteriaki.
"Aku sudah di depanmu " jawab sopia sambil menatap santi yang sedang mengangkat telfon dengan menunduk .
"Eeh ??"heran santi lalu melihat kedepan dan dilihatnya temannya itu sedang tersenyum sambil memegang henfon di tanganya.
"Aku datanggg !!" ujar sopia yang langsung duduk di samping santi.
"Santii ,,aku minta maaf ?" entah dia memimpikan apa kemarin hingga kata kata itu diucapkan sopia saat santi sedang menatap ifan ke belakang.
"Eeehhh ?? ,kok orang orang pada minta maaf pagi ini sih ?" tanya santi sambil menggaruk kepalanya.
"Tadi dimas sekarang kamu " lanjutnya.
"Sebenarnya waktu kita buat tugas di rumahmu itu aku lihat dan baca buku resepnya dan nggak sengaja lihat catatan harianmu yang terselip " (catatan yang berisi semua peristiwa dan kejadian di keluarga santi ).
"Aku merasa bersalah karna baca itu apalagi dibagian paling akhir tertulis bahwa siapa yang baca selain kamu akan jadi orang bodoh " " aku benar benar nggak sengaja" jelas sopia yang berkata sambil memegang tangan santi.
Santi yang mendengar itu merasa terkejut dan terdiam "ternyata yang aku pikirkan terjadi juga " dia memalingkan kepalanya untuk berpikir sejenak akan betapa bodohnya dia.
"Ya sudah lah ,lagian rahasia juga pasti akan terbongkar dan sudah lama aku merahasiakannya darimu ,asal kau jangan bilang bilang oke ??" ujar santi sambil menatap sopia.
"Oke oke aku nggak bakal pernah bilang pada siapapun ,,aku janji " ucap sopia sambil menunjukkan jari kelingkingnya dan sopia berjanji untuk tak membocorkan rahasianya.
"Aku benar benar nggak tahu ternyata masa kecilmu nggak seperti yang aku bayangkan ,jika bukan karna buku itu kapan kau akan bilang hal itu ?? ,padahal kita sudah hampir tiga tahun berteman " ujar sopia .
"Teman pun bisa ember kan ??"tanya santi.
"Tapi aku ngggaaaakk!!!" teriaknya sampai beberapa siswa melihatnya.
"Hehhehe ,,iya iya .aku tau kau nggak gitu" ujar santi sambil menepuk nepuk bahunya.
Dan gurupun datang sambil membawa banyak sekali buku yang isinya tentang kumpulan soal soal ulangan .
Dua minggu lagi mereka akan ujian tengah semester ,entah saat sekolah waktu itu sangat cepat dan waktu yang berjalan lambat adalah saat kita mengerjakan kertas ulangan .
Guru itu menjelaskan satu persatu soal tahun lalu yang belum tentu itu kelihatan .
Menjelaskan bagaiman jawabannya bisa begini ,dan awal mulanya dari mana .
__ADS_1
Dan bisa saja apa yang guru jelaskan itu keluar dari materi materi pelajaran dan membahas kehidupan pribadinya.
"Buk ,, apa hubungannya sama materi yang ibuk jelaskan tadi ??" tanya santi yang ingin mengisi kejenuhannya mendengar cerita yang membuatnya ngantuk.
"Cerita ini ada hubungannya dengan materi ulangan tapi mungkin kalian yang tak akan mengerti artinya " jelas ibuknya lalu melanjutkan ceritanya."tadi sampai mana yaa ?"
"Itulah buk tolong jelaskan " pinta santi.
"Tidak usah sekarang kita lanjutkan saja materinya " ucapnya lalu membuka lembaran soal yang berikutnya .
Setelah lama membahas hal itu jam pun berganti dan guru baru datang yaitu guru ipa ,guru yang selalu menghabiskan tuntas semua materi di buku yang tebal dan selalu membuat soal yang rumit .
Dikelas itu hanya lidya dan teman satu juaranya saja yang ngerti bagaimana cara mengerjakan tugas fisika yang berbelit belit.
Setelah beberapa lama ,bel istirahat tiba dan langsung saja semua orang yang ada di kelas keluar bahkan gurunya masih merapikan buku.
"Santi kau ngerti apa yang dibilang sama pak guru?"tanya sopia ketika sudah memesan makanan dan duduk di samping santi.
"Nggak"ucapnya sembari menggelengkan kepala.
"Santi ,kemarin sepertinya aku melihatmu pulang dengan seseorang ,siapa itu??" tanya lagi sopia.
"Oooh itu aku ........."
"Dia bersamaku !" sela ifan lalu duduk di kursi yang masih tersisa di sana.
"Wah siapa itu " "ganteng banget" "aku tahu sepertinya dia adalah teman alex " "wah gila ternyata di sini ada yang nandingin alex " "nggak lah jelas alex lebih ganteng"
"Menurutku dia lebih ganteng"
Bisik orang orang sambil melirikkan kehadapan ifan.
"Kenapa kau makan ....." tanya santi yang bahkan belum selesai dia katakan sudah di jawab ifan.
"Aku lapar."jawabnya singkat tanpa melihat dan langsung memakan makanannya.
"Iiih ,belum juga selesai ngomong "bisik santi dengan suara kecilnya.
Tak jauh dari sana nalya melihat perbincangan mereka ,nalya sudah lama menyukai ifan .karna ifan orang yang pendiam dia pikir akan mendekatinya pelan pelan .malah ternyata santi lebih dahulu bisa bicara formal .
"Iiiiih sial " hardiknya sambil meremas roknya.
__ADS_1