Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
18.bab 18


__ADS_3

"Ya sudah kalau begitu ,kita buat tugasnya aja dulu "kata santi sambil menutupi rasa sedihnya.


.


.


.


.


.


Pagi pun tiba ,saat dimana kita harus terpaksa bangun dengan sebuah alasan yang sangat penting .alasan yang bisa membangun masa depan ataupun kebahagiaan .


~ ,dan pagi itu harus kita lewati dengan senyuman dan semangat bukan dengan bermalas malasan apalagi ketika kita merasa bantal adalah tempat yang tepat untuk menghilangkan dinginnya suasana pagi.


Dan santi adalah orang yang menjung jung tinggi kemalasan di pagi hari itu,dia malas karna harus bertemu keluarganya nanti,dia malas karna dia tidak suka mandi di pagi hari dia tidak suka walaupun bisa menggunakan air hangat dan lebih tidak suka lagi kalau menggunakan air dingin.


Walaupun terpaksa kita harus melewatinya ,"rasanya akan sulit sekali " kita bicara seperti itu hahkan sebelum memulainya .


Dan santi adalah orang yang selalu menuruti perintah ibunya yang dulu ,dia mengatakan kita harus mandi dengan air dingin seberapa dinginnya cuaca karna air dingin mampu mengecilkan pori pori wajah.


"Aku pasti tahan dingin, ini hanya dingin biasa bukan turun salju !!" semangat santi.


"Pokoknya hari ini aku nggaak mau panjat ding ding sekolah lagi !"


"Semangaatttt !!".


.


.


"Santi ayo sarapan !! " teriak ayah santi saat milihat santi yang langsung pergi tanpa menoleh sediktpun.


"Iih ,kena juga aku !!!" bisik santi lalu membalikkan badannya dan berjalan ke arah meja makan.


"Hari ini ada yang mau ayah bicarakan jadi nanti kau berangkat sekolah berengan sama dimas " ujar ayahnya.


Dan santi menaikkan satu alisnya dan hatinya berkata "hah aku sama dia ,iiih mendingan aku jalan kaki "


"Kenapa kau menaikkan satu alismu ? Ada masalah?"tanya dimas.


"Tidak ada "


.


.


.


"Maaaa papa berangkat dulu yaaa!!" kata ayah santi dan ibu tirinya itu melambaikan tangannya .


"Papa hati hati yaa!!"sahut ibu tirinya.


Santi yang melihat itu marasa muak ,dan rasanya dia ingin mengunnyah mereka seperti roti yang dia makan saat ini .


"Mereka memang sering seperti itu ,kalau kau tidak ada mereka mungkin lebih dari itu "kata dimas sambil sedikit membungkung dan dia tepat berbicara di dekat telinga santi.


(Dimas memang tinggi dia mewarisi ketinggian ayah dan ibunya yang sama sama tinggi sedangkan santi mewarisi ketinggian ibunya yang sudah meninggal .


Oo iya satu lagi ;dimas seharusnya sekelas dengan santi tapi entah kenapa dia disekolahkan lebih lambat ,


Mungkin orang luar mengganggap santi adalah kakaknya tapi sebenarnya dimas lebih tua satu bulan daripada santi ๐Ÿ˜ณ.)


"Hei kalian ayoo masuk nanti telat" kata ayahnya.


"Duk "suara pintu mobil tertutup dan mobil mereka langsung melaju .


"Santi ,kapan kau pindah ??" tanya ayahnya.


" uuum,,Besok "jawabnya.


"Kau tahu perusahaan ayah akan pindah kesana ??"


"Tidak, tapi ayah bilang ayah akan kesana sebentar tapi kenapa jadi pindah ??"


"Itu ,ayah berbohong ,ayah akan pergi ke sana selama dua bulan untuk pengecekkan dan jika tempatnya tepat maka ayah akan pindah ke sana "


"Ohhh "jawab santi ketus.


"Jadi selama dua bulan itu kau harus tinggal dengan dimas atau kalian tinggal di rumah nenek??"

__ADS_1


"Haaah ,,aku bukanya ikut kalian kenapa malah harus aku di rumah ?!!" tanya dimas.


"Kau kan sudah di sekolah yang bagus lagian sekolah itu sudah dapat sertifikat sekolah tingkat A dan itu sangat sulit untuk dimasuki apalagi di sana !.dan lagi katanya sebentar lagi kalian akan uts kan??" jelas ayahnya.


"Iya"jawab santi sambil tersenyum.


"Kalian pilih mau tinggal di mana !"


"Kami tinggal di rumah nenek saja " jawab santi antusias.


"Tidak !! Kami akan tinggal di rumah"tolak dimas.


"Itu terserah kalian yang penting besok kalian sudah sepakat" .


"Sudah sampai ,,santi ayo turun " kata ayah santi.


"Semoga hari kalian menyenangkan!!"ucap santi saat mobil itu berjalan pergi.


.


.


"Beginilah diriku ,lupa kepada teman ketika sudah bahagia melihat orang menderita " ujar santi yang lupa untuk menjemput sopia.


"Hallo ,sopia maaf aku tidak menjemputmu tadi ayahku ada yang di bicarakan jadi aku ikut dengannya dan melupakanmu " kata santi yang berusaha berkata seperti seorang yang bersalah.


"Tidak apa apa lagian aku sudah di sekolah ,tadi aku jalan ke sekolah bareng lidyaaa jadi seharusnya aku yang minta maaf hehe " ujar sopia.


"Kau di kelas ? " tanya santi.


"Iya ,kau di mana ?" kata sopia.


"Tunggu yaa aku akan ke sana sakarang ada yang mau ku ceritakan " jawab santi .


"Tut,tut tut "sambungan pun terputus.


"Hei kalian !!! Kenapa kalian bersama??" tanya santi yang membuat orang orang dikelasnya terkejut walau hanya sedikit orang yang datang.


"Kenapa marah marah !!" tanya lidya.


"Aku hanya menuangkan kebahagiaanku ke kemarahanku " jawab santi lalu duduk dan menaruh telapak tangannya di dagu sambil tersenyum senyum.


"Kau bahagia ya hari ini ?" tanya sopia.


"Tuk "tuk "tuk" suara seseorang berjalan yang sangat terdengar dari luar kelas santi.


Dari kaca terlihat seorang yang tinggi dan berkulit putih melintas ,dan semua pandangan tertuju padanya dan sebagian besar orang berkata dan bertanya :


"Woaah siapa dia ??" "dia itu pacarku "


"Ooh tidak dia datang kesini mau menjemputku untuk sarapan kah "


Dan santi melihat ke arah orang tersebut dan sopia bertanya "siapa dia? " lalu lidya juga bertanya "kau kenal dia? ".


"Yaaa ,,aku kenal dia " ujar santi dan membuat temanya yang melamun langsung terkejut.


"Siapa diaa??"tanya mereka bersamaan.


"Dia adalah alex anak pindahan yang kemarin memperkenalkan dirinya padaku" jawab santi.


"Alex ??"


"Iyaa ,kemarin kau kan lihat lidya pas waktu di taman "jelas santi.


"Boleh aku masuk ??"tanya alex saat di depan kelas.


"Ooh kau bicara padaku ?? Uum tentu saja boleh "sahut nalya dengan pipinya yang merona .


"Ifan di mana ?"tanya alex


"Itu disana ,ada apa ?"


Lalu alex menarik tangan ifan yang sedang tertidur di atas bangku.


"Sialan ! Siapa sih !! "Kata ifan sambil menepis pegangan tangan alex.


"Sini ayo ikut ada yang mau ku bicarakan!!"


Dan mereka pergi ke luar kelas entah kemana dia menyuruh siapapun tidak boleh ada yang ikut .


"Wah mereka saling kenal"

__ADS_1


"Cocok banget mereka"


"Mereka mungkin memiki hubungan sehingga mukannya bisa genteng begitu " kata orang orang kelas di sana .


Dan santi sedang menggenggam sebuah kertas kecil yang diberikan oleh alex kepada santi.


Disana tertulis "kau harus menghubungiku ketika sudah mebuka kertas ini oke :)" dan tertulis nomor telepon yang mungkin itu milik alex .


" mungkin ini punya orang lain "ujar santi lalu membuang kertas itu di bawah bangkunya saat guru datang ke kelasnya.


.


.


.


.


Saat jam pulang pun tiba ,hari ini adalah hari sabtu jadi bisa pulang lebih awal.


"Santi santi " suara samar samar terdengar di telinga santi tapi dia tidak memperdulikannya dan langsung berjalan .


"Santiii !! " teriak seseorang di dekatnya dan memegang bahu santi sambil terengah engah.


"Eh anda ada apa ??"


"Anda anda ,kau pikir aku ini siapa??" jawab dimas.


"Ada apa ?"tanya santi.


"Ayo ada yang ingin aku bicarakan !! " kata dimas sambil berjalan ke depan dan di ikuti oleh santi.


"Ngapain sih " ujar santi.


"Wah ada dagang es potong aku beli aah." ujar santi dan tanpa memedulikan dimas.


"Kau itu kenapa bilang ....!!!" ujar dimas sambil bicara dan menghadap ke belakang dan tidak melihat santi.


"Loh dia kemana ??" ujar dimas lalu matanya mencari ke segala tempat di dekat situ dan langsung melihat santi yang sedang membawa dua potong es.


"Itu dia "kata dimas lalu berlari ke arah santi.


"Kau itu aku mau bacara penting tapi kenapa malah hilang sih !!!"kesal dimas.


"Ada apa sih sampai cepat cepat banget !"jawab santi.


"Ayo "kata dimas lalu berjalan maju dan melihat ke belakang beberapa saat kemudian.


"Apa liat liat ,aku nggak bakal ilang " pekik santi.


"Ayo kita ke sana " sambil menunjuk sebuah taman.


"Taman anak anak ?"


"Ngapain?" tanya santi.


"Ayooo "


Lalu mereka duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari sana.


"Santi kau serius mau tinggal bareng nenek ?"tanya dimas .


"Serius lah masak enggak" jawabnya.


"Apa kau tidak takut nenek marah dan penyakitnya kumat ??"


"Penyakit apa ? Nenek itu nggak punya penyakit " ujar santi.


"Pokoknya aku nggak akan tinggal disana terserah kau setuju atau tidak " kata agus lalu pergi .


"Hei biar aku pikirkan tapi kau harus memenuhi keinginanku ini " ujar santi.


"Apa keinginanmu biar aku penuhi" kata dimas menyetujuinya.


"Ambil ini "kata santi yang memberikan potongan es krim yang tidak dia makan dan yang sudah meleleh.


"Cuma ini "tanya dimas .


"Iya".


"Tapi kau tidak akan tinggal bersama nenek tua itu kan ?" tanya dimas lagi.

__ADS_1


"Belum tentu " kata santi lalu lari se kencang kencangnya yang membuat dimas pun ikut mengejarnya bahkan hingga es krim yang diberikan santi terjatuh.


Dan tak jauh dari sana ada seseorang yang sedang menatap mereka berdua bersama bahkan mengikutinya.


__ADS_2