
"Santiii !!!" pekik sopia.
"Sopia biar aku jelaskan itu aku nggak suka denganyaa sopiaa !!" ujar santi mendekatinya memegang tanganya berusaha membuatnya percaya.
"Hah jadi dia maksudmu orang yang menyatakan perasaanya padamu aa ?? Kau terima saja dia terlihat sangat tulus denganmu ....yaa kau terima saja huhuhu" tangis sopia pecah mengatakan itu.
"Nggak sopia bukan dia !! Dengarkan aku jangan pergi !" santi memegang sopia erat erat.
"Plak .... Plakk " dua tamparan mendarat di pipi santi membuatnya meringis kesakitan.
"Jangan kau menyangkalnya lagi !! Aku salah menilaimu kau bukan temanku !!! "
"Nggak sopia nggak se" santi mencuba menjelaskan.
"Bagaimana bisa haa ?? Bagaimana bisaaa !! Kau tau aku menyukainya tapi kau malah mendekatinya !! Padahal dulu kau mendoakan kami bersama !!"
"Mulai saat ini kita bukan teman lagi!! Brengsek" sopia pergi dengan tatapan tajam belinang air mata .
Santi menghentikanya tapi apa yang dirinya dapatkan dia malah didorong agar menjauh oleh sopia.
"Sudah kau jangan mengejarnya " alex memenangkan santi.
"Dia bukan teman yang baik ...dan tolong jawab pertanyaanku " alex mendesaknya bahkan memeluk santi.
"Kenapa kau suka denganku ?? Sudah dari dulu ku katakan aku ngak mau memiliki pacar atau menyukai siapapun !!"pekik santi .
"Kenapa ?? Setiap kali kau dengan ifan kau terlihat bahagia apa dengaku kau nggak bisa seperti itu ??" tanya alex.
"Nggak !! Ifan memang ingin berteman denganku nggak mengharapkan lebih sepertimu !! Apa kau nggak tau sopia lebih baik dariku ,lebih peka dan mengerti kamu kenapa kau malah suka denganku ?!"
"Aku nggak suka denganmu !! Aku tolak permintaanmu itu jawabanku !!" lajutnya langsung pergi berjalan menjauh dari alex.
"Jika kau pergi dan mengejar temanmu aku akan memaksamu !" teriak alex yang tak dipedulikan oleh santi.
"Aku akan pergi memilih temanku daripada cinta yang belum tentu akan bisa aku jaga dan pertahankan " bisiknya sambil terus berjalan mengikuti jejak sopia berharap bisa melihatnya dan menjelaskan semuanya.
*****
Sudah hampir sore santi masih belum melihat sopia . dia lalu berjalan pergi kembali ke rumahnya.
"Nek aku pulang " ujar santi membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
"Kenapa pulang jam segini nak ?" tanya neneknya.
"Iya aku ada tugas ...aku kekamar dulu ya mau istirahat lelah banget " lanjut santi berjalan ke kamarnya.
"Kenapa sendu begitu ?? Habis putus cinta?" tanya dimas yang sedang berpapasan dengan santi.
Tak ada satu jawabanpun yang keluar dari mulut santi membuat kedua orang dibawah keheranan.
"Ceklek " pintu kamar santi tertutup dengan segera dirinya melompatkan diri keatas kasurnya.
Membuka heanphone mencoba menghubungi sopia namun tak ada balasan ,mengirim pesanpun tak ada sahutanya walaupun dia sedang on.
"Sopia dia ifan !! Orang yang bilang mau mengajakku pacaran ifan bukan alex .... Aku nggak suka denganya aku lebih memilih persahabatan kita daripada cintanya kau tau kan dari dulu aku nggak mau pacaran yaa kan ?? Santi apa kau bisa percaya denganku ?? " ujar santi mengirin sebuah pesan suara.
"Haaaah,,, kenapa bisa jadi begini ?" kesalnya menyusupkan mukanya ke bantal.
****
"Santi ayo makan malam nak " uajr neneknya sambil mengetuk pintu.
"Iyaa ,,,bentar lagi aku kesana !!" jawab santi.
"Bener yaa ternyata cucu nenek habis putus cinta " rayu neneknya.
"Ahahaha nggaak nek aku habis bertengkar dengan teman tadi " jelas santi sambil pura pura tertawa.
"Kalau teman bentar lagi juga baikan " jelas neneknya .
"Yaa aku harap sih begitu "
"Ngomong ngomong dimas mana ?"
"Katanya ada orang mengajaknya keluar " sahut neneknya.
"Dia baru nek udah punya pacar "
"Ahahahaha umur kalian kan udah biasa punya pacar beda kalau sama nenek hahaha " ujar neneknya seketika membuat santi tertawa dan sedikit tenang.
Setelah selesai makan malam santi menyuruh neneknya untuk istirahat lebih awal daripada menonton telovisi .
"Padahal ceritanya lagi seru " ujar nenek.
__ADS_1
"Besok masih ada ceritanya nek sekarang tidur "
"Santi cari dimas yaa jangan sampai larut malam dia tak pulang pulang sekalian kamu juga cari angin biar nggak banyak pikiran kan " perintak neneknya sebelun santi pergi.
"Yaa nek ." menutup pintunya "sekarang nenek udah mulai suka yaa dengan dimas "
Santi pergi keluar rumahnya mencari dimas setelah mengganti pakaian . entah dimas dimana dia bahkan meninggalkan heandphonenya di rumah.
"Aaah mending aku cari angin dari pada cari dimas " ujarnya sambil berjalan.
Dia pergi ke tempat dimana dia melihat bintang bintang dan indahnya kota ,angin dingin ingin dia hirup saat ini agar bisa menghilangkan panas kepalanya.
Disana ada dua orang dari belakang terlihat seolah pasangan yang sangat romantis.
"Aah pemandangan yang tak ingin aku lihat" kesalnya sambil berbisik.
Semakin mendekat pasangan itu terlihat tak asing baginya . yaa tentu saja itu dimas dan temannya lidya.
Tak ingin mengganggu dia duduk di bangku panjang disana menghurup banyak banyak udara segar dan mengelurakan rasa panasnya.
"Indahnya " ujarnya.
"Santi !!" pekik dimas.
"Kenapa nggak bilang kamu disini " ujar dimas keduanya salah tingkah bahkan lidya bersembunyi di belakang dimas.
"Kasian ganggu yang pacaran ...lanjutin aja nggak papa "jelasnya.
"Aku mau lihat indahnya kota aja" lanjutnya.
"Ayo pergi " dimas menarik lidya untuk pergi dari situ.
"Ingat yaa jangan pulang larut malam"
**Tunggu kelanjutannya yaa.
Kalau salah boleh komen
Boleh bantu like, and vote
Makasiii......๐**
__ADS_1