
Hari hari terus berlalu hingga hari terakhir ulangan tiba.
Santi sudah di sekolah sejak tadi sambil mengingat ngingat semua materi yang dia pelajari kemarin.
Ingin rasanya dia mengetahui keadaan ayahnya yang tak pernah mengidupakan hpnya itu.
Baru juga beberapa minggu tapi dirinya sangat merindukan ayahnya ,walau dia tahu ayahnya itu brengsek tapi sebrengseknya dia dia tetap ayah santi ayah yang selalu ada untuknya walau disampinya ada orang baru.
Santi tak mempermasalahkan ayahnya menikah lagi tapi tak ada yang iklas saat melihat orang baru yang menggantikan posisi ibunya walau sudah meninggal.
Santi mengira ibu tirinya seperti cerita dalam dongeng yang akan membuangnya keluar dari rumah itu,dan bersikap sinis saat bertumu ibu tirinya agar cerita seperti di dongeng tak terjadi padanya.
Mengingat kejadian masa lalu,tak pernah dia melihat ibu tirinya itu jahat banget padanya .dialah yang menjadikanya sebuah masalah dan mencapnya buruk.
"Haaaah ....aku kangen bahagia"keluhnya sambil menghembuskan nafas kasar.
Saat santi ingin melanjutkan lamunanya seseorang duduk di sampinya yang juga sedang melihat langit pagi yang biru alami tanpa campuran debu kota seperti saat siang hari yang panas.
"Langitnya cerah yaa" ucap agus.
"Iya ...kenapa kamu kesini?" tanya santi tumben temanya itu menghampirinya.
"Kangen ..." agus menatap santi yang sedang keheranan dengan ucapanya "nggak boleh?"
"Boleh sih,,tapi pasti kamu sedang banyak pikiran karna sekarang ulangan jadi bicaranya ngawur "
"Katanya hasil ulangan akan dibagikan senin depan yaa??...aku jadi gugup" lanjut santi sambil tertawa cerah di bawah sinar mentari pagi yang menyinari mukanya.
"Kamu akan dapat juara??" tanya agus penasaran akan senangnya dia menanti minggu depan.
"Hahaha nggak ,aku hanya sedikit sombong" jelasnya membangunkan duduknya dan beranjak pergi "ini sudah mau bel sekolah lebih baik kita balik ke kelas" ucap santi sebelum pergi.
*******
Hari ini ulangan selesai lebih cepat dari hari hari sebelumnya.
__ADS_1
Santi sedang duduk di taman sekolah yang rindang dan sejuk tak ada orang yang sering berkeliaran di taman kecil itu, dia juga jarang kesana hanya saat hatinya merasa gundah saja dia akan duduk di sana sambil melamun.
"Ini minumlah " suara yang tak asing menyapanya sambil memberikanya sebuah susu coklat.
Dia ifan ,ifan langsung duduk di samping santi sambil tetap menyodorkan susu coklat.
"Aku nggak mau...aku nggak suka rasa coklat " ujar santi bohong kalau dia nggak suka rasa coklat padahal dia paling suka susu rasa coklat.
"Kalau gitu ambil punyaku , ini rasa stroberi" ucap ifan lagi "anggap ini sebagai tanda kalau siapa pun yang dapat nilai paling besar nanti nggak boleh marah" lanjutnya.
Santi tertawa keras melihat susu yang dia bawa susu rasa stroberi bahkan samapi meneteskan air mata .
"Kamu makan susu rasa stroberi?? Bahkan aku aja nggak suka " ucapnya sambil mengusap air mata tawanya.
"Kau suka rasa apa??" tanya ifan tak merasa tersinggung dengan ucapan santi.
"Coklat" santi menjawab tanpa pikir panjang .
Ifan memberinya susu yang satunya lagi , santi terdiam ingat tadi dia bilang tidak suka rasa coklat.
Kini giliran ifan yang tertawa kecil melihat sikap santi.
Lama mereka terdiam sambil meminum minumanya tak ada yang ingin santi bicarakan begitu juga ifan.
"Kamu kenapa kesini tumben?" tanya ofan memulai pembicaraan.
"Aku lagi ingin melihat rumput hijau" ujar santi bohong.
Ifan tak percaya ucapanya ,melihat rumput hijau juga bisa dari dalam kelas tak perlu ke tempat yang seperti ini.
Santi sadar dia membuat jawaban yang mengada ngada dia mulai memikirkan pertanyaan apa yang cocok diucapkan di saat canggung begini.
"Hei teman aku nggak meremehkanmu tapi kenyataanya akan sama kalau aku yang akan dapat nilai lebih besar darimu" ujar santi sedikit ragu akan pertanyaanya.
Ifan tertawa tanpa membalasnya semakin lama tawanya semakin menjadi jadi dan membuat santi merasa ngeri.
__ADS_1
"Aaahh aku ke kelas saja kayaknya kamu sedikit aneh "
Saat akan berjalan pergi dia terdiam melihat wulan berdiri di depan mereka menunjukkan ekspresi kekesalan yang tak tertahankan.
Santi bertanya ada apa denganya dan tak memperdulikan rasa kesal yang dia anggap sudah masa lalu.
"Kau jahat ya?? Bisa bisanya bilang kalau kau berbuat baik dengan menolongku dari jeratanya pada orang lain padahal kau yang .. yang membuat orang tuaku kehilangan pekerjaan satu satunya harapan kami agar kami tetap bisa makan "
Santi heran "aku tak pernah bilang kepada siapa siapa ?"tanya nya.
"Aku heran kenapa kau sampai diperlakukan begitu .apa yang terjadi antara kalian hingga dia sampai membulimu?" lanjut santi.
"Wulan pekerjaan itu bisa datang dari mana saja asal kita sudah berusaha aku yakin ada jalan lain selain itu .kau juga menderita kalau disana kan??" jelas santi mencoba meredakan kemarahannya yang terlihat meluap luap.
"Kau dengan mudah bilang begitu karna kau kaya kau punya segalanya kau juga bisa melakukan segalanya dengan orang yang miskin sepertiku ini !!"teriaknya.
"Aku yakin kau juga bersekongkol dengan nanda dan bisa mentertawakanku pada akhirnya karna percaya padamu dan kebaikanmu !"
Santi terkejut tak menyangka kalau yang dia lakukan selama ini dianggap sebagai rencananya dan nanda.
"Aku mau tanya apa masalahmu dengan nanda hingga dia melakukan itu?" tanya santi mencoba tak marah.
wulan tak menjawab melainkan langsung mendorongnya berharap agar terbentur di kursi panjang yang terbuat dari semen yang santi duduki tadi tapi ifan menghalingi itu menangkap santi dari belakang dan langsung memegangnya erat erat.
Tadi memang dia terdiam tak ingin ikut campur masalah orang lain ,tapi melihat santi didorong dia sedikit kesal .
"Sebaiknya kita pergi orang seperti itu tak patut kau ladeni " ujar ifan membawanya pergi.
"Santi!!,,ingat masih banyak hal menyakitkan yang akan menantimu di luar sana setelah aku !!" teriak wulan lalu beranjak pergi.
Sepanjang perjalanan ke kelas dia memikirkan betapa beras kesalahan yang pernah dia perbuat sampai dia begitu padahal dia hanya menyelamatkanya salah? Bahkan sekali pun tak pernah dia perbuat.
Ayahnya selalu mengajarkannya untuk berbagi kadang dia sering membantu ayahnya membagikan sembako kepada orang tak mampu bahkan bisa lebih dari sembako.
"Sudah jangan pikirkan dia ,kau harus fokus ulangan selanjutnya agar kau bisa mengalahkanku kan " ujar ifan menyemangatinya.
__ADS_1
Saat menuju ke kelas alex melihat santi bersama ifan padahal ifan tahu dirinya menyukai santi tapi tetap saja di dekat denganya.
Melihat itu hatinya serasa terbakar tapi tetap berusaha percaya pada santi yang polos itu.