Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
29.bab 29


__ADS_3

Kata itu terus terucap bahkan hingga ia meninggal.


"Jika nenek pun tak percaya apa boleh buat"


"Makanlah makananmu sendiri,aku pergi sebentar" ujar santi lalu pergi.


Sekarang neneknya yang masih disana menangis tersedu sedu mendengar pernyataan cucunya.nggak menyangka jika cucunya juga tersiksa karna terus memaksanya bersamanya dan anaknya menginginkan hal yang berbeda.


 


"Ceklek " suara pintu terbuka beberapa saat setelah santi keluar.


"Sudah selesai makannya ??" tanya santi ,yang seolah olah tak terjadi apa apa.


"Sudah" jawab neneknya yang membuat santi sedikit lega sekaligus terkejut karna neneknya menjawab.


"Minum obat nenek ,,ini obatnya makanlah" ujar santi sambil memberikan beberapa butir obat dan air.


Neneknya hanya menuruti perintahnya tanpa marah marah ,saat itu santi berpikir mungkin yang sekarang takut adalah neneknya.


"Nenek... apa nenek marah gara gara aku bentak ?? ,aku ini memang anak yang nggak menghormati orang yang lebih tua ,,maaf aku salah " pinta santi sambil memegang erat erat tangan neneknya.


Justru sekarang neneknya sedang tersenyum melihat cucunya itu ,berpikir akan betapa sama sikap anaknya dan cucunya saat sedih seperti ini .namun santi saat marah dia menjadi seperti ayahnya yang tak pernah berpikir sebelum bertindak.


"Tidak ,nenek tidak marah ,nenek hanya nggak tau kau juga punya banyak beban dan nenek malah menambah bebanmu " ucapnya sembari mengelus kepala santi.


"Benarkah ?? Apa sekarang nenek akan menganggapku cucumu lagi??" tanya santi tersenyum girang dan menghapus air matanya yang keluar.

__ADS_1


"Benar ..mulai sekarang aku selalu menganggapmu cucuku apapun keadaannya " jawab neneknya mengecup lembut kening santi dan memeluknya.


Rasanya sedikit rasa takut santi kepeda neneknya mulai memudar dalam pelukan neneknya ,pelukan yang hangat dan lembut yang selalu santi rindukan dalam beberapa tahun terakhir ini.


Di depan pintu ada ifan yang sedang memperhatikan mereka ,dia ingin masuk tapi tak mau menganggu momen yang langka dan lebih memilih untuk diam dan melihat.


"Eeehheeemm" sapa ifan yang sudah tak mau menunggu .


"Eeh ifan kau nggak sekolah ,ini pasti sudah telat "tanya santi saat melihat ifan sudah berdiri di depan pintu dengan pakaian biasa bukannya pakaian sekolah.


"Siapa anak ini ??"tanya neneknya menyela.


"Dia temanku dan juga orang yang membawa nenek ke rumah sakit ,untung aja dia bawa nenek ke rumah sakit cepat kalau tidak penyakit nenek bakal tambah parah" jelas santi.


"Pagi nenek ,apa kabar "sapa ifan .


"Emang nenek punya penyakit apa??"tanya neneknya lagi,santi terkejut mendengar pertanyaan neneknya dia lupa kalau neneknya tak tau apa penyakit yang dia idap.


"Kalau penyakitnya biasa aja kenapa kau rahasiakan " tanya neneknya yang semakin penasaran.


"Kau punya penyakit jantung ,tapi itu hanya stadium awal saja " jawab ifan menyela .


Nenek yang mendengar jawaban itu merasa terpukul bahkan dia langsung menidurkan badannya.


"Iiissshh kenapa kamu bilang sih"bisik santi sembari mencubit tangan ifan.


"Aaah ,nenek tenang saja ,aku akan merawatmu sampai semua penyakit yang ada dalam diri nenek hilang dan bisa kembali sehat seperti dulu "ujar santi menyemangati tapi neneknya masih saja tak menjawab bahkan dia memalingkan wajahnya.

__ADS_1


" ahaha Aku keluar sebentar " ujar santi berjalan keluar sambil menarik ifan ikut bersamanya.


Santi menarik ifan lalu berhenti di tempat yang tak jauh dari ruangan neneknya.


"Kenapa kau bilang siiih!!!" hardik santi


"Memang kenapa itu kenyataanya " jawab ifan santai.


"Haa?? Nenekku baru kemarin sadar terus sekarang kamu dengan santainya bilang hal itu ,kalau penyakit nenekku makin serius ,aku nggak punya siapa siapa lagi !!


Aku baru bisa berbaikan dengan nenekku sekarang kau mau membuatku kehilangannya !!?" ujar santi sambil teriak teriak.


"Jika semakin lama kau merahasiakkanya bisa saja nanti penyakit nenekmu semakin parah " ujar dimas lagi .


"Lebih baik kau urus urusanmu sendiri!! Kau saja tak pernah menemui ayahmu yang sakit itu kenapa kau ikut campur masalah nenekku ,,mungkin saja disana dia sedang berusaha melawan penyakitnya hanya agar bisa bersama anaknya yang sekarang malah mulai ikut campur dengan urusan orang lain ini !!" pekik santi sambil menatap dimas yang jauh lebih tinggi darinya.


"Kau ...jika kau tak tau apa apa jangan pernah mencoba ikut camur urusan keluargaku ,keluargaku tak sepertimu ,ternyata selama ini aku salah menilaimu.aku nggak akan ikut urusamu mulai sekarang !! "ujar ifan sembari ikut memelotinya ,matanya yang sekaramg jauh lebih mengerikan dari pada mata santi,namun santi berusaha agar tak takut dan malah membalasnya.


"Yang ikut urusan orang duluan itu kamu !!" hardik santi lalu pergi kembali keruangan neneknya . membujuknya agar tak marah lagi dan menjelaskan kenapa dia tak bilang hal itu lebih dahulu .


"Nek ,kau bilang akan selalu menganggapku cucumu apapun yang terjadi.apa ucapanmu itu masih berguna ??".


"Seorang nenek juga bisa marah termasuk pada cucunya ,tapi itu tak menggaambarkan kalau hubungannya juga bubar cucuku " jawab neneknya .


"Biarkan nenek sendiri dulu kau makanlah ke kantin ini sudah hampir siang kau pasti lapar " ujar neneknya dan santi hanya menurutinya dia pergi ke kantin dan mengisi perutnya .


Di ruangan nenek asih dokter sedang merawatnya dan bilang kalau keadaannya sudah lebih baik bahkan mengatakan kalau terus seperti itu belum seminggu dia sudah bisa pulang.

__ADS_1


"Ini semua karna cucuku yang cantik itu" ujar nenek asih dengan senyum lembutnya.


 


__ADS_2