Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
35.bab 36


__ADS_3

"Ngapain kalian ramai ramai begini di toilet?? Ada acara apa ?? Ikut dong!"datanglah santi yang dari tadi sudah ingin buang air kecil namun melihat lidya sedang mengikuti seseorang membuatnya ingin mengikutinya juga.


Santi melihat mawar disana sedang menjaga pintu yang wulan masuki ,jadi dia tahu pasti di dalam sana juga ada nanda .


"Eeh ada mawar lagi apa??Lagi tindas orang yaa ??? Orangnya masih sama juga kayak yang dulu?? Nggak boring apa ?! Buat aja sekolah ini gempar gara gara kalian terus ketua kalian bubar deh terus ayahnya bangkrut !! Eh eh maaaf bicaraku terlalu bagus yaa sampai kalian terdiam kayak patung !?" ujar santi sambil tersenyum sinis memandangi orang orang yang ada disana semuanyaa adalah orang orang yang sering dia lihat hormat di depan tiang bendera.


"Kalian yang sudah masuk list hitam nggak kapok kalian panas panasan hormat di depan tiang bendera?? Hanya untuk menjaga kulit ketua kalian agar bersih ??"


"Puntriiiii nandaa!!! Apa kau menyuruh wulan untuk mendekati adikku gara gara aku pernah melawanmu?? Aku tau kau punya masalah denganku tapi jangan kau ganggu dia dia juga bukan adikku!!" teriak santi.


"Hhaah bukan adiknya?? Lalu dimas siapanya santi ??"ujar lidya dalam hati.


"Braaaak !!! "Suara pintu yang dibanting dengan keras oleh nanda.


"Kau !!?kau mau apa lagi sekarang ?? Belum puas dulu aku permalukan??!" pekik nanda dengan nada kerasnya sembari menarik wulan.


"Sudah ku bilang aku nggak akan puas sampai semua orang tau kelakuanmu yang sebenarnya "ujar santi .


"Aku tau kau punya segalanya tapi segalanya itu bisa membuatmu sombong seperti ini apa gunanyaa ??"ujar santi lagi sembari menepuk punggung nanda dan tersenyum.


"Aku memang kaya aku juga sombong semua yang aku inginkan harus aku dapatkan .selama aku disini hanya kau orang yang bernyali besar begini hingga membuatku muak !!"ujar nanda menepis pegangan tangan santi.


Tanpa diperintah nanda semua teman temannya mendekati santi dan memegangnya dengan sangat kencang bahkan santi belum sempat bersiap siap akan serangan mereka .


Pegangan mereka sangat kuat bahkan untuk bergerakpun susah.


Nanda yang melihat itu merasa sangat puas ,sudah lama sejak terakhir kalinya dia melihat santi melawan dan sekarang akhirnya tak bisa melawan.


Sedangkan lidya hanya bisa melihat tanpa berani berbuat apa apa.


Saat mereka sedang merasa puas menyiksa orang ifan datang menghentikan peleraian antara mereka.


"Berhentiiii!!!"ucapnya.

__ADS_1


Seketika semuanya dan terdiam sedangakan santi ,dia memanfaatkan kesempatan itu untuk melawan mereka balik.


"Berhentiiiii!!!" ujar ifan lagi ,namun kali ini dia tak hanya diam saja dia langsung menarik santi dan mebawanya pergi dari sana.


"Iiihh lepasin !! Ngapain kau datang kesana haa ?? Aduuuh lepasiiiinn sakit!!" herdik santi saat ifan membawanya pergi sambil menggenggam tanganya dengan erat ,santi berusaha semampunya melepaskan genggaman tangan itu tapi dia merasa tanganya lah yang lebih sakit.


Ifan dia membawa santi ke teras tempat dimana dia dan alex pernah bertengkar santi didudukkan di atas bangku dan ifan memegang bahunya dan berkata


"Nggak ada gunanya kau melakukan itu! Lebih baik kau diam dan sekolah dengan benar " sambil menatap santi lekat lekat.


"Teruuss?? Aku harus diam dan melihatnya menindas orang dan juga dimas haa?? Aku tau itu nggak mungkin karna aku lebih miskin terus kalau aku miskin aku harus patuh haa?!!"jawab santi sambil ikut memelototi ifan.


Ifan menghela nafas dan berkata "lalu apa yang akan kau lakukan ?" santi memandang langit sambil sedikit berpikir


"Kenapa aku suka ikut campur masalah orang lagi sih gimana kalau nanti orang dekatku ada yang tersakiti gara gara aku begini ?" isi pikirnya.


Santi berdiri dan pergi menuruni tangga disana dan melihat lidya sedang mengalihkan pandangan matanya darinya,tapi santi tak peduli dan langsung pergi ke kelas dan mengikuti pelajaran.


.........


"Santiii tungggu !!"ujar lidya sembari mengejar santi yang sudah agak jauh dari pintu gerbang sekolah ,lidya untuk pertama kalinya ingin mengetahui tetang sesuatu yang tak terkait dengan pelajaran dan dia tentu ingin mencoba hal baru yang menurutnya menarik itu.


"Ada apa??"tanya santi sambil menaikkan alisnya.


"Kau juga tau yaa sikap nanda yang sesungguhnya itu ??" tanya lidya ,santi hanya mengangguk malas.


"Kenapa kau nggak bilang sih??" tanyanya lagi.


"Kalau waktu itu aku bilang kau akan percaya begitu saja tanpa bukti ?"jawab santi sembari berjinjit dan melototinya agar dirinya terlihat lebih tinggi.


"Hehehhe ,,tapi kau tau aku sangat terkejut saat melihat nanda yang sebenarnya itu ,tidak tidak tepatnya lebih tidak percaya pada mataku ini .bisa bisanya mataku ini melihat nanda yang berbeda dari biasanya!!" ujar lidya sembari menupuk nepuk pipinya yang tak percaya akan hal yang dia lihat.


Santi merasa nggak mau bicara dan lebih ingin memberikan sesuatu yang nyata kepada temannya itu "sini ikut aku " santi menarik lidya dan mebawanya berjalan melewati gang gang sempit dan berhenti di luar sebuah lapangan kecil yang sudah tua dan sudah ditumbuhi rumput liar yang tinggi tinggi.

__ADS_1


"Kenapa kau mengajakku kesini??"tanya lidya heran.


Santi mengisyaratkan agar lidya diam dan menyuruhnya melihat ke arah lapangan .tempat mereka bersembunyi itu dulunya adalah tempat orang orang yang menonton permainan jadi santi dan lidya duduk disana sambil memperhatikan orang orang yang datang bukan hanya permpuan tapi laki laki juga ada,sedangkan dari lapangan tempat duduk itu sudah terlihat seperti taman yang sudah ditumbuhi tumbuhan rumput liar dan tak bisa melihat kecuali melihatnya dengan seksama.


Lidya berpikir mungkin santi akan mengajakknya melihat sebuah permainan yang dimainkan anak anak di dekat gang itu tapi ternyata setalah beberapa saat menunggu dia melihat nanda lagi ,sedang mendorong wulan ke tangah lapangan .wulan hanya diam sambil meneteskan air mata,


Lidya ingin sekali menghentikan hal yang dia lihat itu "iihhh dasar nggak punya perasaan!!" pekiknya sambil berdiri ingin menghampiri mereka dan melawanya "iihh diam dan lihatlah apa yang kamu lihat tadi bohongan atau beneran" santi menariknya dan menyuruhnya hanya melihat.


"Santiiii aku merasa seperti melihat filem mahaberata ,aku ingin berbuat sesuatu tapi tak berani karna tak berkuasa"kesal lidya.


"Tidak tunggu saja sebentar lagi mungkin krisna akan datang dan melindunginya" jawab santi ,lidya bertanya tanya siapa krisna yang santi maksud .


Tak lama dimas datang bukan seperti krisnya yang bisa langsung menolong tanpa bertemu dimas harus melawan orang orang yang ada di sekeliling wulan agar bisa mendapatkannya.


"Sungguh dramatis" ujar santi.


"Kenapa kau bisa setenang ini melihat adikmu itu terluka disana!!"pekik lidya yang merasa aneh.


"Aku bisa apa ,kau juga tahu bahwa dia hanya adik tiriku ,biarkan dia menderita sebentar agar tau betapa susahnya hidup untuk melindungi orang lain"ujar santi pokos.


"Kau itu ,memang sejahat itu yaa!!


Beberapa menit berlalu dan dimas bisa melawan mereka walau dirinya juga penuh dengan luka ,saat dia akan mendekati wulan dan melihat keadaannya salah satu orang pria yang juga berteman sebaya dengan nanda menyodorinya sebuah pistol yang sudah berisi peluru dan siap untuk tembakkan.


Lidya melihat itu dan membujuk santi untuk menghentikannya belum sempat dia berbicara santi sudah berteriak dengan sangat kencang"hentiiiiikaaan!!!"


Santi berdiri dan turun melewati beberapa tangga tinggi sambil membuka semak semak yang tinggi untuk membuka jalan.


Saat akan menuruni tangga terakhir dia tak melihat di bawahnya ada batu dan ketika menginjakkan kakinya batunya terguling dan membuatnya terjatuh.


'Hahahahahahhahahhhaahahahah" tawa yang renyah langsung menyambut santi ketika jatuh dan hanya lidya yang kebawah membantunya.


"Kau belum kesini pun sudah jatuh bagaimana kalau kau behadapan dengan orang orang ini" ujar nanda.

__ADS_1


Santi mendengar itu membuat perasaanya campur aduk antara malu dan marah.


"Maaaf.." ujar santi sambil menundukkan kepala membuat lidya dimas terkejut.


__ADS_2