Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
27.bab 27


__ADS_3

"Heee ,,dia itu pandai berbohong atau pandai membohongi diri sendiri "ucap ifan sambil tersenyum menatap pintu toilet yang tertutup.


Sudah lama santi terdiam di dalam toilet sambil meredakan rasa malunya itu,setelah dia merasa lebih baikkan dia membuka pintu toilet sambil mengintip apakah ifan masih disana atau tidak.


"Dia sudah pergi ??,untunglah" ujar santi lalu berjalan keluar dan kembali duduk di kursi samping ranjang neneknya.


Saat matanya berkeliling dia melihat wadah makan yang tadi dia berikan ifan ,diatasnya seperti berisi sebuah kertas.


Saat santi melihatnya itu memang sebuah kertas yang berlipat dan dalamnnya berisi tulisan "terima kasih makanannya".


"Itu aja kah ??" tanya santi lalu melipatnya kembali .


"Dia pikir aku nggak lapar"lanjutnya.


"Ini sudah jam berapa yaa"ucap santi sendiri sambil melihat jam di hpnya.


"Udah jam setengah sebelas ,kenapa nenek belum sadar juga yaa " lirih santi dengan matanya yang sudah tak bisa terbuka lagi karna ngantuk.


Kepalanya sudah berkali kali jatuh di samping ranjang neneknya tapi dia bersih keras untuk selalu terjaga ,hingga sekarang kepalanya jatuh lagi dan langsung tertidur.


Tanpa dia ketahui beberapa saat setelahnya neneknya memperlihatkan gerakan gerakan tangannya seperti sudah mendapat kekuatan untuk sadar .


Salah satu jarinya menyentuh pipi santi yang sedang tertidur ,santi yang merasakan ada sentuhan di pipinya terbangun dan terkejut ketika melihat neneknya sudah mulai membuka matanya.


"Nenek !! Sudah sadar?"tanya santi mendekati wajah neneknya untuk memastikan.


Saat neneknya sudah membuka mata dan mencocokan cahaya di ruangan itu dia melihat cucunya sedang tersenyum sambil memegang tangannya.


Dia marah melihat santi yang sudah lama tak pernah datang ke rumah tuanya lalu menyuruhnya pergi "pergi kau" ucapnya masih bernada lemah sambil melepaskan genggaman tangan santi.

__ADS_1


Santi yang memdengar itu sangat sedih,tapi dia tetap nggak melepaskan genggaman tangannya .


"Biar ku panggilkan dokter untuk memeriksamu "ujar santi lalu menekan tobol di tembok yang tak jauh dari sana,dokter yang menjaganya menyuruh santi agar segera memberi tahu mereka ketika neneknya sudah sadar dengan menekan tombol itu.


"Aku bilang pergi ,aku nggak mau melihat anak yang tak berbakti sepertimu merawatku " teriak neneknya bahkan dia marah hingga infusnya jatuh ,namun santi masih disana menatap neneknya dan berusaha menahan air matanya.


Saat santi tak tergerak sedikitpun dengan teriakannya dia mencoba bangun dan mendorong santi tapi saat dia duduk penyakitnya kambuh lagi ,neneknya merintih kesakitan namun dia masih keras menyuruh santi pergi.


"Nenek!!! Tenanglah !! " ujar santi sambil membaringkannya.


"Aku...huh aku bilang kau pergilah anak sialan !!" teriaknya sambil tetap mendorong santi.


Saat yang bersamaan dokter datang dan ifan juga mengikutinya .


"Nak kau keluarlah ,sepertinya nenekmu tak suka dengamu !!"ujar dokter tersebut sambil menjauhkan santi dari neneknya.


"Kau mau nenekmu makin sakit !!" teriak dokter itu .


"Suruh dia keluar ,dia anak yang nggak berbaktii!!"teriak neneknya ,dan santi pun pergi dia memandang ke depan tapi tatapannya terlihat kosong.


"Nak tolong bantu aku memegannya "ujar dokter itu kepada ifan.entah pergi kemana para suster suster yang bersamannya di saat yang seperti ini.


 


Diluar santi duduk dikursi yang tak jauh dari sana di kepalanya terngiang ngiang teriakkan neneknya ,menyebutnya anak sialan .rasanya kepalanya sepenuhnya berisi kata anak sialan.


"Aaaaaaaaaahhhhk..apa salahku !!!?" teriak santi sambil ******* ***** rambutnya.


"Dia pasti sangat frustasi"ucap seorang yang tak jauh dari sana yang juga melihat kejadian tadi.

__ADS_1


Saat rasa frustasinya mulai reda dia menyandarkan punggungnya ke belakang berpikir akan memejamkan matanya sekejap saja.


Matanya mulai tertutup tapi sepertinya masalah baru yang datang.


Masalah yang hanya diketahui seorang wanita ,masalah yang selalu datang setiap bulan.


Mulanya dia hanya merasa pungungnya saja yang sakit tapi tak lama kemudian terasa seperti sesuatu sedang berjalan keluar di bawah perutnya.dan huuuuh


Sebuah sesuatu yang bersuhu hangat keluar.


"Hhaaah apa ini ??" dia terkejut dan melihat tanggal di hpnya ,tamu yang biasanya datang pada tengah tengah tanggal,tapi dia heran kenapa harus datang pada waktu yang seperti ini.


"Hah,aku harus cepat kalau nggak nanti tembus"ujarnya dalam hati dan langsung berlari keluar dari rumah sakit dan menuju toko yang tak jauh dari sana.


Dia membeli barang yang paling dia butuhkan saat ini dan untuk berjaga jaga dia juga membeli celana dan dalaman,agar tak terlihat jelas dia juga membeli baju.dan langsung mengganti semua pakaiannya di toilet toko itu.


Ditempat lain (tepatnya di luar ruangan neneknya)


Ifan keluar untuk memberikan sesuatu kepada santi tapi dia sudah mencarinya di dekat sana dan tak menemukan apapun.


Sudah lama dia berkeliling memcari santi tapi tak menemukan apa apa bahkan dia mengecek tempat yang dia kunjungi dua kali dan hasilnya masih sama.


Dia duduk di kursi yang tak jauh dari kamar neneh asih,tepatnya di samping kusri yang baru saja santi duduki.


"Dia kemana? Tadi dia duduk di sini?"tanya ifan sendirian.


Dia terus melihat kesana kesini melihat lihat orang orang yang lewat ,saat matanya sudah lelah dia menghadap ke bawah dan melihat ke samping kursi yang dia duduki itu dan melihat bercak darah yang tak terlihat jelas karna warna kursinya hitam.


"Darah ,,, jangan jangan santi terluka !!" ujarnya sambil menepuk kepalanya sambil membesarkan matanya

__ADS_1


__ADS_2