Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
32.bab 32


__ADS_3

"Aku juga nggak tauu siapa"ujar santi sembari menaikkan bahunya.


 


Jam istirahat.


Mereka ber tiga sudah memesan makan dan duduk di tempat yang biasanya mereka duduki di kantin itu.


Lidya memulai pembicaraan mengenai ifan adiknya.


"Santi ini adikmu kan ??"tanya lidya sambil menunjukkan foto di hpnya.


"Bukan dia itu kakaknya "sela sopia namun tak ada yang menanggapinya.


Santi memperhatikan lekat lekat foto itu melihat dimas sedang bersama seseorang yang sudah dia kira sejak tadi pagi,tapi bukan tadi pagi yang lidya jawab saat dirinya bertanya kapan itu.


"Kapan itu??"tanyanya.


"Kemarin "


"Kemarin??"


"Iya saat masih pagi bahkan tadi aku juga melihatnya bersama wulan" jelas lidya.


"Tadi jugaa??,,wah berani sekali dia membohongiku"ujar santi.


"Biarkan saja itu urusnnya nanti sakit juga urusannya kenapa kau sekarang jadi ikut campur urusannya dia " tukas sopia kesal ketika mendengar percakapan meraka berdua.


"Haa benar juga ,,aku takut jika nanti ibunya tau aku akan diusir karna tak bisa me jagannya" ujar santi.


"Asal itu tidak lewat batas biarkan saja ,lagian kau kan sering di ganggu olehnya "


"Tapi tadi aku merasa ada yang aneh dengan wanita itu".ujar lidya.


"Kau juga jangan ikut campur masalah seseorang campur saja semua rumus matematikanya agar jadi ahli mengitung grafik lintas waktu campuran " ujar sopia ngawur.

__ADS_1


Namun lidya masih bertanya tanya dengan dirinya sendiri ,kemarin di melihat wulan sedang berbicara dengan beberpa orang di dalam toilet .orang itu menyuruh wulan mengetahui apa kesukaanya ,hobinya ,warna kesukaanya pokoknya semua tentangnya termasuk keluarganya.entah siapa orang incaran mereka dan entah siapa yang wulan ajak bicara itu masih jadi tanda tanya di otaknya . tapi firasatnya nya mengatakan kalau dimas adalah incarannyaa ,entah itu benar atau tidak dia akan mencari tahunya sendiri.


Bel masuk kelas berbunyi ,sopia,santi dan lidya sudah sedari tadi di kelasnya. Santi ingin meminta semua catatan pelajaran selama empat hari terakhir .


"Lidyaa ,aku boleh pinjam catatan selama aku nggak sekolah ??"ucapnya sengaja bilang jauh dari temannya sopia .dia takut sopia salah paham dan menganggapnya masih marah padahal tulisannya saja aku minggu depan baru ngerti.


"Uum boleh.nanti aku bawakan ke rumahmu biar sopia nggak tahu hehehe" ujar lidya yang sedikit mengerti maksud ucapan santi.


"Hehehehhe kau sekarang jadi teman yang baik deh " ujar santi.


"Hei hei hei kalian tahu setelah kita ulangan katanya ekstra kulikulernya akan diadakan kalian pilih ekstra apa??" tanya sopia heboh sambil memikul memukul bangku.


"Hhaa.ekstra ??jurusan apa saja yang ada??" tanya santi dan lidya bersamaan.


"Nggak tau sih hehe .tapi ekstranya di adakan setiap hari minggu aja jadi bisa tetang deh " jawab sopia yang menganggap itu hal biasa.


"Tenang!!? Hari minggu itu memang khusus dibuat agar murid murid seperti kita tenang di rumah bukannya sibuk ekstra!!" pekik santi ,dia merasa dirinya tak punya bakat dalam bidang apapun ,setiap ada ekstra dia akan selalu memilih yang paling mudah dan simpel .


"Yaa mau bagaimana lagi kita harus ikut kan ??" ujar lidya yang tak pernah bosan belajar menuntut ilmu.


"Aku juga nggak suka belajar tapi aku ingin masa depanku cerah .bayangin aja nanti kita besar udah lulus kuliah terus bisa masuk perusahaan yang gajihnya tinggi tiap hari kita berpakaian rapi dan wangi " jelas lidya memandang masa dipannya di langit biru yang cerah lewat jendela sekolah.


"Waah sopia kita beastei dong aku juga sama " seru santi bertepuk tangan.


"Hahhahahahaha" suara tawa mereka memenuhi kelas dengan gaduhan teman temannya membuat suasana di kelas itu hidup .tidak seperti waktu pertama kali kita satu kelas ,tak ada yang saling mengenal dan tak saling bicara semuanya diam seperti orang orang di kelas A yang damai dan tertib tapi ketika waktu terus berlalu dan berlalu kita sering bersama ,bercanda ,bahkan kita bisa saja sampai berbuat ulah bersama.


Hingga guru yang mengajar mapel hari ini datang semuannya sudah damai dan mengikuti pelajaran seperti biasa hingga jam pulang pun tiba.


"Santiii!!" ucap nalya dari kejauhan sambil melambaikan tangan di ramainya kerumunan orang orang yang sudah tak sabar untuk pulang.


"Apa ini dia mau apa lagi"ucap hatinya yang merasa akan ada hal yang tak beres.


"Haii ,,ada apa ??"tanya santi pura pura tersenyum manis.


"Kita beli bubble tae yuk ada yang mau aku tanyakan "ajak nalya langsung menariknya ke toko es yang tak jauh dari sana .

__ADS_1


Santi memesan rasa chokooreo dan nalya juga ikut memesannya setelah selesai memesan mereka pergi dan berjalan menuju rumah mereka. Santi tak tau rumah nalya dimana dan tak tau kapan dan apa yang ingin dikatakan nalya dan dia memutuskan untuk bertanya.


"Dimana rumahmuu??"


"Eeh tidak tidak.apa yang mau kau bicarakan?"tanya santi sambil menyedot dan memilih boba es nya.


"Kau suka yaa sama ifan?"tanya nalya yang langsung ke intinya .


Santi yang mendengar itu merasa heran kenapa bisa dia menyimpulkan hal itu dengan mudah dan terlihat sangat enteng.


"Kau itu mengajakku kesini hanya untuk bertanya hal yang nggak penting itu ??"


"Biar aku jawab aku nggak suka dengannya"


" nalya pikirlah kita masih sma butuh 3 sampai 6 tahun biar lulus kuliah kalau kita punya pacar itu pasti sangat mengganggu banget kan?? Diajak keluar padahal ada tugas numpuk yaa walaupun aku nggak akan nggerti tapi yang pasti itu sulit" jelas santi mendadak jadi seperti lidya yang memandang masa depan.


"Setiap orang juga ingin meluangkan waktu untuk melepas lelah dengan seseorang yang dia sukai "belanya.


"Habisnya kau selalu bisa berbicara dengannya "kesal nalya.


Santi tersenyum melihat nalya yang biasanya jahat terlihat sangat polos.


"Hei ,semua orang bisa saja menyapanya kau hanya butuh kerja keras karna dia orang dingin" jelas santi.


"Aku nggak sengaja melihatnya di studio belajar dan mengajaknya bicara ,ya jadinya bisa berteman deh..eeh kau suka dengannya??"ujar santi di barengi tanya penasarannya.


"Eeh ,eng ..eng iya ..tapi jangan bilang ke siapa siapa "ujar nalya masih tetap ketus .


Santi mendapat jawaban ketus merasa aneh dan menjahilinya.


"Kalau kau ketus seperti ini terus dia juga nggak bakal mau bicara..aku pergi dulu ya ada acara bersih bersih di rumahku" ujar santi melambaikan tangan dan pergi


-----≥^≤.....


Di rumah.

__ADS_1


Santi masih belum melihat tanda tanda kalau dimas sudah pulang namun dia hanya membiarkanya saja dan memutuskan membersihkan rumah sendiri tapi ketika dia sudah sangaat lelah dan mulai marah di langsung menelfon dimas dan menyuruhnya pulang dan saat itu juga dimas sudah ada dii depan puntu rumah mereka.


"Aku pulangg" ujarnya sambil memegang henpon yangmasih tersambung dengan santi.


__ADS_2